“Untuk apa belajar Matematika?”
Pertanyaan tersebut lumayan sering muncul ketika beberapa orang dianjurkan dengan paksa ataupun tidak paksa untuk belajar Matematika. Tidak tahu apakah pertanyaan itu muncul sebagai wujud nyata dari ke-kritis-an seseorang atau justru muncul sebagai refleksi atas ke-apatis-an seseorang terhadap Matematika?
Pertanyaan tersebut lumayan sering saya dengar sejak dulu, tetapi sepertinya saya pribadi tidak pernah mengajukan pertanyaan tersebut mungkin karena kepasrahan dan kekurangkritisan saya. Menurut pengalaman pribadi ditambah penuturan beberapa teman, pertanyaan tersebut diungkapkan mulai dari anak kecil (SD) sampai mahasiswa. Pertanyaan tersebut kelihatannya cukup sepélé tapi lumayan sulit untuk dijawab, kecuali kalau kita menjawabnya dengan prinsip “pokoknya…”.
Berikut ini beberapa contoh jawaban ngawur atas pertanyaan tersebut:
1. Ketika Tita (seorang anak SD kelas 1) bertanya “Untuk apa sich belajar Matematika?”
Mungkin bisa dijawab dengan singkat, “Supaya kamu bisa menghitung banyaknya kue yang kamu miliki dan juga bisa membaginya dengan adil untuk kakak dan adik”
2. Bagaimana kalau pertanyaan tersebut dilontarkan oleh seorang anak SMP?
Jawab saja dengan “Karena nanti di SMA (kalau melanjutkan sekolah) kalian juga akan belajar Matematika.”
3. Untuk anak SMA kita bisa memberikan jawaban untuk membuktikan dan menurunkan beberapa rumus Fisika kita membutuhkan Matematika. *Halah…jawaban macam apa ini*
4. Yang terakhir ini benar-benar pengalaman pribadi saya yang terbaru tentang pertanyaan tersebut.
Sekitar 1 tahun yang lalu saya ditanya oleh seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Keolahragaan yang harus menempuh satu mata kuliah wajib yang katanya menyebalkan, yaitu Matematika Dasar. Dia tanya “Untuk apa sih belajar Matematika segala? Memang kalau kita mau melempar lembing harus menghitung sudutnya dulu supaya bisa jauh?”.
Jujur saja saya tidak kaget dengan pertanyaan “Untuk apa sih belajar Matematika segala?” tetapi saya lumayan kaget dengan pertanyaan lanjutannya; “Memang kalau kita mau melempar lembing harus menghitung sudutnya dulu supaya bisa jauh?”. Pertanyaan lanjutan tersebut sebenarnya sudah menunjukkan kalau dia tahu Matematika di dalam ilmu keolahragaan tetapi tentu saja hal tersebut bukan merupakan aplikasi nyata dan realistis Matematika dalam ilmu keolahragaan. Terus terang waktu itu saya tidak mau berdebat panjang lebar tentang kegunaan Matematika bagi dia karena menurut saya dia juga benar. Waktu itu saya langsung memberi jawaban “Ya kamu benar. Mungkin kamu memang tidak butuh ilmu Matematikanya untuk disiplin ilmu keolahragaanmu, tetapi ingat kamu sangat membutuhkan nilai mata kuliah Matematika tersebut. Seandainya kamu tidak lulus mata kuliah Matematika, niscaya kamu tidak akan bisa menempuh ujian skripsi…apalagi lulus jadi Sarjana Olahraga.”.
Tidak tahu dia puas atau tidak dengan jawaban ngawur saya tersebut tapi yang jelas dia langsung diam dan menurut kabar yang saya terima dia dapat lulus mata kuliah Matematika Dasar dengan nilai yang memuaskan, tentu saja nilai yang dia dapat tidak ada kaitannya dengan jawaban saya waktu itu.
Tapi apakah sesimpel itu jawaban-jawaban untuk pertanyaan “Untuk apa belajar Matematika?”
Ilmu Matematika diantaranya meliputi aritmatika, geometri, aljabar dll sehingga kalau mau sok idealis tentu saja banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya:
- Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim bola voli yang bisa dibentuk.
- Aritmatika hampir digunakan setiap hari, yaitu untuk hitung-menghitung.
- Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan.
- Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.
- Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis.
Itulah beberapa manfaat belajar Matematika jika ditinjau dari sudut pandang “sok dalil”, sehingga tentu saja masih banyak yang ngéyél “Untuk apa anak STM belajar tentang diferensial dan integral?”
Jadi sekali lagi, “Untuk apa susah-susah belajar Matematika?”



Iya tuh, pertanyaan tersebut sering saya alami.
Tahun lalu ada berita di media bahwa ketika dialog antara seorang pejabat dengan siswa SLTP di pedalaman Kaltim ditanya 12×12 gak tahu. Entah saking groginya ditanya pejabat atau emang kelamaan mikirnya.
Sama ketika ngobrol santai, seorang perawat nanya: untuk apa matematika diajarkan di akademi perawat ?
Supaya gak banyak debat, saya jawab asal-asalan: supaya gampang menghitung tetesan infus, sekian cc per menit berarti sekian tetes per menit.
bener…. matematika sangat pentig di kehidupan sehari hari. saya pernah ngikut sebuah wawancara kerja (cuma ngikut, nggak ikut) ada seorang laki2 dengan penampilan menyakinkan keluar dari ruang dengan tertunduk lesu, katanya dia tidak bisa menjawab pertanyaan saat wawancara. pertanyaannya cuma 8 X 6 = ???. hihihi kasiah deh dia, gagal dapet kerja cuma gara3 metari pelajaran anak kelas 2/3 sd
Jadi buat apa hidup??
Matematika ilmu universal, semua membutuhkannya, tapi pusing juga sihh nggarap soal matematik yg berat2 bs bikin botak. aq aja anak kimia sering butuh matematik
buat apa sih…
buat ngitung uang korupsi, seakan2 gak korupsi..hehehe
Matematika, ilmu yg bikin aku sering bolos bimbel waktu sekolah dulu…
sekarang udah kerja juga dipake…
klo buat blogger: buat ngitung kenaikan traffic
ye bukannya udah diitung secara otomatis.. hehe.
ngapain capek2 ngitung
Secara nyata kadang tidak disadari begitu pentingnya matematika. Padahal sejak Allah menciptakan manusia penuh perhitungan. Sehingga matematika tidak akan bisa terlepas dalam kehidupan manusia. Coba pikir adakah suatu ilmu yang tidak memerlukan perhiutngan yang konon itu adalah matematika.
@ Semua:
Terima kasih semuanya…
Jadi terharu nih karena dari komentar teman2 semua menunjukkan respect terhaap Matematika yang saya cintai
Terima kaih semuanya..
MATEMATIKA
TERNYATAMEMANG PENTING DALAM KEHIDUPAN@ deKing
*baca judul post*
*lihat gambar*
*ngakak abis*
Ya ampun… Mas DeKing ini memang tukang garing atau gimana sih? Dari kemaren…
(udah ah, serius (u_u) )
Matematika? Pentingkah? Tergantung kebutuhan sih…
Pemilik warung paling cuma butuh aritmatika (tambah-kurang-kali-bagi), insinyur perlu diferensial-integral, dan orang BPPS perlu statistika. Jadi, kalau saya lihat sih semua itu tergantung tingkat kebutuhan calon pemakainya. Masa kita nyuruh penjaga warung belajar aljabar linier?
@ helgeduelbek
Ummm…. seni murni?
(e.g. seni rupa, seni tari, teater, dll.)
Eh, tapi mungkin perlu juga sih dikit2, untuk menentukan tarif manggung/pameran
@Sora9an:
Menurut saya itu juga pakai Matematika lho…
salah empat unsur (bukan cabang) dalam matematika adalah pattern, structure, spatial orientation and spatial visualization.
Nah seni tari misalnya, itu memakai pattern berupa gerak.
Seni rupa sering menggunakan spatial orientation dan spatial visualization kan?
Hehehe..jawaban ngeyel dr pencinta matematika
Matematika itu ngebantu biar otak kita ga lemot. Otak juga perlu dipaksa mikir biar ga tumpul. Orang yg jago matematika biasanya ilmu yg lainnya dia bisa, karena otaknya jalan, logikanya jalan, sering diasah. Dari teknik sampe ke psikologi butuh matematika (yah kecuali beberapa jurusan kayak sastra misalnya yg ga butuh). Kita juga butuh matematika bwt memahami alam. entah siapa yg ngomong kayak gini “Hanya dengan angka maka kita berarti sudah mengetahui hakikat sesuatu..”
[...] Mar 7th, 2007 by deking Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang matematika. [...]
@Heri Heriyadi:
Terima kasih Mas…
Psikologi memang butuh matematika, terutama di psikometrinya itu
Tentang sastra?
Bagaimana kalau tentang tembang Macapat (lagu Jawa)?Tembang macapat kan mempunyai “rumus” contohnya lagu Pucung: Baris pertama memiliki rumus 12-u.
Itu matematika bukan ya?
Ada begitu banyak matematika di alam
Mau jawab pertanyaan ini :
Jawabnya : Supaya tahu matematika…
Iya benar jawaban Mas Heri, matematika itu mengasah logika, menata otak agar berpikir logis, sistematis dan terstruktur. Itu yang bagiku sangat penting dari matematika.
Di psikologi sendiri matematika diperlukan dlm bidang psikometri dan konstruksi tes. Terutama yang berhubungan dengan statistika.
Saya pernah ditanya tentang kegunaan “sinus, cosinus, dsbnya itu (bab Trigonometri) oleh seorang pedagang bahan bangunan/material. Apa jawaban saya? Nanti saya kasih tahu. Sebelumnya beliau katakan bahwa, benar matematika itu diperlukan. Cuma beliau bingung dengan sinus atau cosinus itu.
Jawaban saya begini. Pak, sinus atau cosinus itu bisa dipakai untuk ngitung pasir atau batu bata. Begitu kata saya. Mendengar jawaban saya itu kira-kira apa komentarnya?
Tampak beliau itu berfikir, merenung, dahinya sedikit berkerut. Waktu itu saya hanya diam saja, melongo menyaksikan beliau tersebut. Tiba-tiba, ia berkata: “Ahaa…., saya tahu sekarang apa yang kamu maksudkan…..”
Nah, apa kira-kira yang dikatakan bapak tadi itu ke saya?
He-he-he
Matematika??? Wuiiih, penting bangeet…!! Gw udh ngerasain bgmn enaknya hidup dgn matematika, so gw ga bs ngebayangin gmn idup gw(kita) tanpa do’i.
Dari hal2 remeh spt bikin teka-teki, ngitung duit, dapet duit menang lomba matematika (bukan bwt nyombong lo)
, sampai ke syarat utk ngeraih teknologi (g bisa nge-blog deh,…g ada komputer soalnya, hehe)
Maen dan Bikin game pun terasa menyenangkan dg matematika.
Ahh..kebanyakan ngomong, gw jd lupa intinya……jadi…………..
JRENG!! JRENG!! JRENG!!
Yup!…. Matematika itu penting!
@Fertobhades:
*
Ya Pak, seperti komentar saya di atas (sebelum komentar Bapak).
Psikologi memang bisa dikatakan tidak bisa dipisahkan dengan psikometri.
@Al Jupri:
mmmmm..apa ya?
*sambil garuk2 kepala*
Saya bukan pedagang bahan bangunan sih jadi saya tidak bisa menebak apa yang dikatakan penjual bahan bangunan itu
(alasan saja, padahal tidak tahu hahahaha)
Kira2 apa ya? Bentar tak mikir dulu ya…
*tersenyum puas melihat Bapak Al Jupri sekali lagi melongo menyaksikan orang lain lagi bingung
@Brianari:
Asal jangan menggunakan matematika untuk membuat virus komputer yang merugikan…
Aku tak rela…pokoknya aku tak rela
*halah kok kayak pengamen saja, aku tak rela kalau…*
Untuk apa belajar matematika? hmmm … untuk apa ya? tergantung masing2 individu sih. Kalo yang cita2nya biasa2 aja, mungkin untuk memenuhi rapor aja biar bisa naik kelas. Tapi kalo yang punya cita2 jadi insinyur, tenaga teknical dll .. ya pasti perlu lah.
Jadi untuk apanya .. ya tergantung gitu deh .. eit, jangan ngeres loh ya bukan tergantung yang tergantung loh. Itu mah ga perlu pake matematika hwakakakak
cuman masalah stigma aja kok Om…
matematika itu menyenangkan (seharusnya!)
lha?!
jangan dijadikan pertanyaan kalo gitu!
buat apa sekolah?
hayo!!!
[...] Dulu aku pernah menulis tentang apa manfaat belajar matematika . Ada beberapa komentar yang menyebutkan kalau sastra murni tidak membutuhkan matematika, nah di [...]
maya kamu cantik
mati2ka juga sama jadi beli buku ini dong!? maya
Klo saya sangat suka dengan alasan yang no. 5
Kita bisa menggunakan logika matematika Untuk Berpikir logis.
Saya juga pengalaman, kemarin ada perusahaan yang mencari tenaga Programer. Mereka mengatakan “kami tidak melihat latar belakang Pendidikan kalian, kami hanya akan melihat Nilai mata kuliah Kalkulus, Fisika daan Lajabar Linier kalian. Sebab, orang-orang yang Pandai dalam Mata Kuliah tersebut berarti Logic-nya sanagt Baik dan berprospek menjadi Programer yang Handal”
mengapa belajar matematika?
ga usah angel angel…
tau dunk kalo hidup butuh duit?
kalo ga blajar matematika mana bisa ngitung duit?
tambah tambahan aja ndak bisa
apalagi kalo jadi pengusaha gedhe
duitnya kan banyak
masa’ ga bisa ngetung duit
ntar bisa diapusi (dibo’ongin.red)
trus kalo mau nabung di bank kan bisa memperkirakan investasinya dalam jangka waktu tertentu (kok bahasane angel yo?)… jadi bisa mengira-ngira bakal balik modal kapan bakal untung kapan… jadi biar bisa merencanakan sesuatu ke depannya (abot!!! abot!!!)
jujur siy… kalo dibilang “kenapa susah2 belajar matematika toh gunanya buat apa… integral, turunan… ah mbuh…! kaya’ gitu apa gunanya…” ryu SANGAT TIDAK SETUJU”
tau atom nuklir kan? usut punya usut ni atom berguna buat dunia kesehatan… (walopun yang nanya bukan anak IPA tapi toh masa’ orang ga butuh sehat????) belajar integral turunan dan laen2 yg aku ga ngerti jejudulnya sangat b’guna banget buat memperkirakan pada bobot brapa, pada saat kapan, pada gelombang berapa suatu atom boleh ipancarkan dalam rangka pengobatan.. misalnya aja yg sering ditemui… rontgen.. pasti padha tau dunk… panjang gelombangnya ga sembarangan kan???? trus atom Tc bole dimasukkan saat telah meluruh pada waktu tertentu baru bole dimasukkan, Tc punya waktu paruh di mana setiap waktu tertentu di akan berkurang menjadi setengahnya… gimana bisa mengira-ngira kalo ga pake MATEMATIKA??????
ah wis ah….
angel….
@Jose:
Siapa tuh Maya?Boleh kenalan?
@Layudhi dan Ryu:
Terima kasih..pokoknya saya senang banget karena ternyata begitu banyak orang yang pro dengan manfaat matematika dalam kehidupan.
Cuma lebih spesifik manfaat yang seperi apa tentu saja kembali ke kebutuhan masing2 orang.
Makasih ya
ceking karna Anda ceking ya?
=>o
#deKing undercover
hati2 kalo mbales komen, dibaca istrimu…bisa gawat, ga dapet jatah, hahaha
*puas sekali aku tertawa hari ini*
[...] ini memang ada kaitannya dengan tulisan saya yang ini dan yang itu tetapi ini bukanlah edisi terakhir dari Trilogi yang saya [...]
ada orang yang bawaan otaknya alergi sama angka-angka, kemampuan otaknya untuk mengolah angka-angka agak kurang. tapi bukan berarti orang ini bisa dibilang bodoh dan logikanya kurang bagus. karena logika yang bagus dapat juga diliat pada kecerdasan berbahasa seseorang. banyak pemimpin besar yang kemampuan matematika kurang, lalu apakah kita mencap logika mereka jelek.
pertanyaan untuk apa belajar matematika selalu muncul dari orang yang default otaknya susah memahami angka-angka sebagai bentuk respon akan ketidaksukaannya. karena suka tidak suka terhadap sesuatu adalah wajar maka, pertanyaan itu adalah juga wajar.
apakah matematika harus kita kuasai(paling tidak aritmatika)?
menurut saya bukan sesuatu yang wajib,karena seorang penjaga warung yang misalnya buta matematika toh dapat memakai kalkulator yang notabene kecepatan dan keakuratannya lebih pasti.
realitas hidup adalah heterogen. karena tiap orang mempunyai potensi berbeda maka pembuat kalkulator yang ahli matematika telah memainkan perannya terhadap penjaga warung tersebut.
Setuju mas…matematika itu sendiri memiliki begitu banyak cabang (logika, aritmatika dkk)
Menguasai matematika memang sering disalahtafsirkan dengan menguasai aritmatika…seorang tukang batu saja sebenarnya banyak menggunakan matematika dlm pekerjaannya..seperti geometri, konsep pythagoras bahkan yang paling pertama sebelum membangun biasanya seorang tukang batu juga melakukan estimasi kebutuhan material. Estimasi sendiri sebenarnya merupakan bagian dari matematika…
Mengenai penjaga warung…
walaupun dia menggunakan kalkulator untuk mengetahui hasil perhitungan tetapi itu tidak berarti dia tidak menguasai atau menggunakan aritmatika. Ketika dia menghitung total belanja pelanggan maka dia telah menggunakan konsep penjumlahan (yg notabene merupakan bagian dari aritmatika)… pun ketika dia menghitung berapa kembalian yang harus diberikan, di situ dia telah menggunakan konsep pengurangan.
Kalau mau sedikit serius…matematika itu dasarnya logika…
Kalau ngga mau serius…matematika ya ngapain juga sekolah…orang sekolah ngga menjamin masa depan atau dapat uang kok
saya juga sebenarnya bingung, kenapa saya belajar matematika?
padahal pembelajarannya sulit diaplikasikan dalam hal sehari-hari, seperti bab limit dan integral. apalagi geometri + semakin bingung karena membutuhkan khayalan tingkat tinggi
Matematika,,, aduh udah lama ga ketemu nih,, hehehe,,
di film seri Numb3rs tuh digambarin banget lho pentingnya matematika,,
nonton deh,,
bagaimana mengaplikasikan matematika dengan menyenengkan ?
Bagaimana menjadikan matematika sbagai pelajaran yang sangat menarik bagi banyak siswa ?
Matematika itu dasar kehidupan manusia, dan semua cabang ilmu pengetahuan pasti membutuhkan matematika.
Sejak manusia lahir secara tidak langsung sudah berurusan dengan metematika, bahkan yang dipedalaman sekalipun, hanya mereka tidak menyadari dan tahu bahwa itu berhubungan dengan matematika.
contoh : hamil berapa bulan? Berat kelahiran berapa kg ? panjang badan saat lahir berapa cm ? dll.
Nah bagi semua penggemar matematika mari terus menyenagi matematika. Selamat TUHAN YESUS KRISTUS memberkati.
Ass. JELAS Buaaaanget…… math. sangat diperlukan! entah dalam kehidupan dunia kerja or kehidupan sehari-hari….
terdapat banyak keajaiban dalam angka2 math. contohnya nich….cb dech htng perbandingan panjang muka n lebar muka, jarak 2 pi2 n lbr mulut, tnggi badan n tinggi dari pusar sampai ujung kaki U’ll get the same ratio GOD WILLING…..!!!
met mencoba……
yakin dech math i2 asyik…………….
Mathematics is a basic science. It is also can be general knowledge. Mathematics is like woman..beautiful because if you guys see the beautiful woman, you really want to conquer her heart. So if you can handle and solve mathematics,it’s means that you can conquer the woman (for guys)…
Mathematics is very important. I also get the sam e question when I choose mathematics as my major..what for?How do you get the job in Ind with your major. It’s not a small world you know…you can achieved what you want if you really delve into it..
Mathematics is also social knowledge. Religion can also be seen in mathematics sense…
Hehehehe sok keingris2an deh gw…
mas Deking.. saya punya anak sd kelas 3 sulit sekali menjelaskan matematika dasar…. beberapa kali ulangan jeblok. gimana cara mengatasinya mas… anggap saja konsultasi… heheh
Mas….makasih jawaban di email tapi sampean kirime nang email pundi… monggo krim teng email aktif zaldeeho@yahoo.com suwun…
Weleh, bagus juga. Karena saya juga sering menanyakan ini (padahal siswa ilmu alam).
Lalu sebagai penulis fungsinya apa, Pak? Saya ingin jadi penulis kisah-kisah (aneh). Apa ada fungsi dari trigonometri, difrensial, limit, integral, dkk dalam kehidupan seorang penulis?
Ketika SD saya tidak pernah menanyakan ini tetapi mulai SMP apalagi SMA saya mulai sangat sering menanyakan ini. Sebab menurut saya pelajaran-pelajarannya sudah “agak” melenceng dari matematika dasar yang pada dasarnya setahu saya tujuan pendidikan dasar adalah agar bisa baca, tulis, dan hitung.
Tolongin Gue dongg ,,, soalnya kalo soal hitungann kepala kuu radaaa erorrrr
bahkan aduhhhh,,,, udah gak pede kalo masalh matematika …………………………… x_x
Beginilah ciri khas tulisan seorang ahli matematika: runtut, logis, namun abstrak…
Matematika???butuh banget Lah…..kLo gak ada matematika, gimana ngitung coba???Heran banget aku sama yang gak suka matematika…padahal matematika tuh bagaikan hidup bagi kita…ha8
ya,,tapi bagiku beljar mtk susah banget???tapi ,demi kehidupan yang lebih baik..yaudahlah….di coba deh!hidup matematika…
Wah..menurut saya, matematika itu puenting banget dech buat hidup sehari-hari.. bener ga?
Jadi, AYO MARI KITA BELAJAR MATEMATIKA DENGAN SESUNGGUHNYA!!!!
-Lihat negara2 maju!! Mereka menguasai matematika dengan bener sehingga teknologinya pun luar biasa….
BRAVO MATEMATIKA INDONESIA!!!! (Naooooonnnn deuih nya??? he..he…..)
maTematik ?? PenTing Bwat LogiKa Doank Huauhauhauhua
matematika itu ratu sekaligus pelayan ilmu, jadi haruslah kita seperti matematika diperlukan banyak orang tetapi tetap santun melayani… oke…
memang sih aku juga suka yang sangat tuk belajar matematik, pasti kamu juga kan?
[...] fenomenal dengan 20 komentar di blog ini. Ternyata benar apa kata Pak deking, matematika memang erat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk menghitung uang hasil korupsi jajan dan menghitung harga iPhone. [...]
Ternyata dari matematika itu qta bisa boongin orang n ga bisa diboongin orang..hehehe. Ga percaya?? Tanya orang2 engineering yang udah karatan…
Duh ingat matematik rasanya trauma itu masih membekas. Gara2 aku ngga bisa matematik rasanya menjadi orang yg paling oon sedunia. Dan sedihnya gara2 guru matimatiknya yg ngga bisa nrangin dan aku sbg muruid yg jadi korban. dan itu membekas seumur hidup dan membatasi ruang lingkup kerja dan jadi minder diri. Jadi guru2…. cintailah pekerjaaanmu yg mulia itu. ( Gimana dgn gaji guru saat ini? banyak perbaikan?) soalnya jaman saya dulu guru2 itu harus ngobyek kiri kanan jadi mereka ngga punya energi lagi utk mengajar). Daku sih ngerti ajha problema mereka tapi akibatnya kita murid2 yg jadi korban. Tapi nnga taulah sekarang. Mudah2an semua sdh berubah.
Walau aku oon sama matimatik tapi kok seneng juga ngikutin diskusi kalian.mudah2an dapat ilham en abrakadabra aku jadi pinter matematik…..
Mo sharing,…
Ada ungkapan “mathematic is not a discovery, it’s an invention..”
Saya setuju banget. Alam tidak beroperasi berdasarkan hukum matematika. Matematika hanyalah salah satu cara berpikir yang membantu manusia memahami alam.
Contoh, teorinya 1 + 1 = 2. Aslinya, karena tidak pernah ada 2 benda yang sama persis, maka 1 + 1 tidak akan pernah = 2.
Tul gak?
Jadi ga matematika tidak sama dengan logika
memang pertanyaan itu sering banget muncul, bahkan sampai saat ini pun ada teman kantor yang pernah mengutarakan pertanyaan itu!
klo ada yang menyatakan belajar matematika sesuai kebutuhan aja misalkan mo jadi pedagang belajar aljabar aja, klo insinyur belajar geometrik. kyaknya kurang cocok aja ya. ga ada salahnya kok kita belajar geometrik, aritmatik dll walaupun kita hanya jadi pedagang! setidaknya nanti klo ditanya anak kita “Pak sin 30 berapa ya?” dengan PD kan kita bisa jawab ” satu nak”
*Gubrak!!!*
*tuhkan makanya belajar metematika….!!!*
Hahahaha…………………………….
Belajar matematika??????
Klo pejabat mungkn penting cz….buat ngitung uang korup, biar + banyak tuh harta!!!!
Banyak manfaat c….buat belanja aj musti bisa mate.
Mank banyak yg bilang ga penting, bosen, buat kusut otak.
Tap cb pikir deh…banyak guna koq…
matematika c sbnrx mexenangkn…. mgkn krn mitos “matematika mnyeramkan”, orang2 pd tkt dluan bljr matematika. manfaatx baxak seX, salah satunya kita g bakalan di boongin m org laen khususnya soal duit…..okeh
terkadang matematika sering salah diartikan. kebanyakan siswa menganggap bahwa matematika itu pelajaran yg mengerikan. gru yang ngajar pun menyeramkan.. mudah2an waktu aku ngajar banyak yang suka. coz aku kan guru yang murah senyum…he…hee
“Sori agak serius,matematika adalah setiap persoalan,kejadian,atau fenomena apapun yg bisa dituliskan kedalam angka dan simbol…..”jadi dia bukan hanya persoalan akademis,banyak sendi dalam kehidupan ini membutuhkan matematika,jadi kita harus belajar matematika,minimal dasarnya,paling tidak kita mengerti definisinya,lapangan penerapannya,bagaimana kelanjutannya dan yg paling penting kita tau batas pamahaman kita ada dimana,hingga untuk memahami lebih lanjut kita tau harus memulai dari man.Bahkan menurut saya,Iinilah kunci pertama menuju kemajuan,yang akan membuat orang2 amrika dan eropa pun minder ama kita….setuju ga.
mathik tu mapel yG biZa menghasilkan banyak duit…kata bu dosen lulusan matik tu ga bakal nganggur…bener ge sc???????????mungkin bener mungkin juga ga…….tapi bagaimanapun mathik slalu dibutuhin dimanapun kita berada….bahkan mungkin sampai kita ga hidup didunia ini….wich…….
3 X / (cos a) = ….. mil ?????
Matematika itu sulit, tapi penting dan pasti bisa dikuasai….
wah…. wah….
pertanyaan ane yang di atas gak ada yang bisa jawab ya???
aku cinta matematika sejak TK,
matematika adalah kebanggaanku waktu SD,
waktu SMP,rankingku anjlok karena aku ga ngerti cara ngajar guru matematik ku,
saat SMA, matematika adalah segalanya, dapet uang juga dari ikut lomba matematika, nile 10 matematika juga pernah, hampir 2X malah, tapi yang kedua ga dikasih sama ibu guru, katanya takut jadi bumerang,
sekarang aku kuliah di FMIPA-matematika karena dorongan guru matematika, sampe-sampe PMDK peternakan IPB aku lepas karena aku cinta matematika,
IP smester 1 ku ga bagus-bagus amat tapi aku seneng karena matematika dasar Dapet A (dan itu cuma 5 orang yang dapet)..
and now,i’m waiting 4 the third smester coz i’ll just studing maths
seneng banget jadi anak yang ga pernah berhasil ditakutin sama matematika
Belajar matematika buat apa ?
Waktu masih sekolah matematika merupakan mata pelajaran yang wajib. Jadi kalo ndak belajar matematika otomatis ndak bisa ngerjain soal dari guru kalo pas ulangan.
jadi intinya kalo saya dulu belajar matematika karena terpaksa, biardapat nilai bagus
mulai sadar kalo matematika ilmu yang penting baru setelah masuk kuliah. Ternyata dari matematika kita bisa berpikir secara logis dan sistematis
postingannya keren ….
saya seneng matik coz bljar matik menyenangkan n penuh tantangan gt
MA kin TEkun MAkin TIdak KAruan
matematika bagiku adalah masa depan ku coz aku yakin dengan belajar matematika kelak aku akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga untuk orang lain
matematika amat seru & menantang, apalagi geometrinya,
n kalo ngerjain soal2 matematika, serasa di medan perang.
kalo buat aku, matematika amat berguna, terutama logika matematika n geometri-nya, karena tanpa matematika,
dunia akan dipenuhi dengan ‘pecundang’.
Matematika=Itungan=Logic=Analisis=de el el.
Dgn matematika kita bisa ngeblog, itung2an bisi ngenet di warnet bisa tekor…:)
wkwkwkwk
>:)
hihihi
Sebuah simbol matematika menjadi pengkabur sebuah arti. Sebuah hakekat tidak akan mudah dipahami jika tak memahami.
Sebuah pesan:
Sekecil Apapun Perubahan, tetaplah peubahan…!
yang bikin pusing belajar matematika…. kita belum ngerti fungsinya apa….!!! konsep matematikanya seperti apa…!!!
langsung dikasih rumus trus kerjakan LKS… langsung pusing…
waktu SD saya tanya orang dewasa, kenapa 1+1=2 gak ada yang jawab… konsep penjumlahan aja jarang yang tau, apalagi konsep phi, logaritma, dll…
Matematika, seperti hidup. ketika akan menjawab soal matematika, ingat waktu sekolah? pasti ada diketahui, ditanya, dn dijawab!
ambil contoh, seandainya saya pengin jadi Dokter.
Diketahui: saya suka bila melihat dokter, saya pengin membantu orang yang sedang sakit biar sembuh, sya pengin mencari ridho Allah dengan jalan seperti dokter.
ditanya : apakh saya bisa jadi dokter?
Jawab!
mula-mula saya suka melihat dokter
lalu saya bercita-cit jadi dokter.
yang harus ditempuh, saya harus sekolah ambil jurusan kedokteran, mengikuti setiap perkuliahannya, magang/praktek sampai saya benar-benar diwisuda…
setelah wisuda saya benar-benar terjun kemasyarakat dan saya menjadi dokter….
sederhana. itulah pikiran logis, kita temui diilmu matemtika.
tanpa kita sadari.
matematika tuh…. bikin hidup serasa bener2 hidup…
nikmat dech belajar matematika tuh… meski kadang2 bikin kepala pusing, tp justru disitu seninya. Kalo otak kita cuman terbiasa ngolah input yg biasa2 aj/mudah, ya jadinya ya otak biasa aj. kalo terbiasa sama yg luar biasa, jadilah otak kita luar biasa
math is fun..:)
karena matematika adalah ibu dari ilmu pengetahuan.
kayaknya blog penggemar math ya
ehm, ternyata banyak ya yang suka matematika? trus kalo udah jago matematika, kita harus bisa menghitung amal dan dosa. banyakan mana tuh pahala kita sama dosa kita? kalo banyakan dosanya,buat apa jago matematika, ujung-ujungnya neraka..he..he
mari kita segera bertaubat…!
walah,,liat gambarnya langsung bikin ketawa..!!hahaha..kreatip banget..btw,,buatan ndiri ato ngopy ney..???
matematika???gampang-gampang susah..
tiap hari ngadepin matematika cz kuliahnya emank ngambil matematika murni..
lalu..buat apa??buanyyaaaaaaaakkkkk banget…
pernah dgr suatu pertanyaan dr sesama audiense ketika menghadiri suatu seminar ttg mtk..
“benarkah mtk itu ilmu yg sombong..??”
maklum sekali pertanyaan itu muncul..krn pd dasarnya matematika hadir dimana saja..
spt kata seorang scientic,,”aljabar adalah induk segala ilmu”..
matematika ada dimana saja..
lalu..benarkah sombong??
sang pembicara menjawab..
“bukan matematika yg sombong..tp orang yg bljr mtk itu sendiri..”
sepakat banget sama pak pembicara..
karena seluas apapun kita merasa telah mempelajari ilmu matematika..
sebenarnya hanya seperti baru mempelajari sebulir beras di ladang padi..
dari pada susah-susah mikirin matematika lebih baik njingkrung turu bae lah… , amber ora mumet…