Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2007

Bukan maksud saya untuk menyalahi pakem blog saya, lha saya memang tidak mempunyai pakem tertentu untuk blog saya ini kok 😛
Walaupun saya selama ini sering memakai matematika, itu sebenarnya hanyalah salah satu cara saya untuk menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan (*halah*). Untuk kali ini saya akan menulis tanpa pendekatan matematika. Anggap saja tulisan ini sebagai selingan sebelum tulisan matematika saya yang sudah nongkrong di draft keluar dari persembunyiannya 😈
Tulisan ini merupakan tulisan gado-gado yang memang saya tulis secara agak acak-acakan. Tetapi semoga penyajian yang kurang indah ini tetap menyisakan cita rasa (baca: pesan) yang masih bisa dinikmati.

 

********** Sepenggal kisah bubur**********

 

[?] Masak berapa takar hari ini mak?

[+] Sedikit dikurangi dari takaran kemarin?

[?] Kenapa mak?

[+] Karena kemarin tidak ada yang membeli bubur kita nak.

[-] oooo …..

Keesokan harinya …

[?] Apakah hari ini kita masak bubur dengan porsi yang lebih sedikit lagi mak?

[+] Iya anakku. Kenapa kamu bertanya begitu?

[?] Karena kemarin tetap masih belum ada pembeli juga mak. Benar kan mak?

[+] Engkau benar anakku. Mari bantu emakmu ini …

Keesokan harinya … lagi …

[?] Kenapa masih masak bubur mak? Bukankah kemarin juga masih belum ada yang membeli bubur kita?

[+] Itu kan kemarin nak. Kita belum tahu rejeki yang diberikan Alloh hari ini. Semoga saja hari ini kita dapat pembeli bubur …

[?] Tapi mak …

Sore harinya …

[+] Benar apa yang emak bilang tadi kan nak? Kita tidak akan pernah tahu rejeki yang akan Alloh berikan pada kita.

[?] iya mak … *tanpa berkata2 langsung memeluk emak*

 

Kenapa saya menuliskan dialog tsb? Silakan saja dinikmati dialog tsb, semoga ada pesan yang bisa diambil. Disimpan dulu ya pesannya …

serius … tulisan saya kali ini tidak jelas

Read Full Post »

Ya …saya manusia biasa yang benar-benar biasa ini (mulai) kembali lagi. Tetapi seperti biasa, tulisan ini hanyalah sekedar kebiasaan yang biasa dan memang biasa-biasa saja adanya. Jadi saya harap rekan-rekan untuk bisa membiasakan diri dengan bahasa-bahasa dan pesan-pesan saya yang selalu biasa-biasa saja ini … 😉

****************************************

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

Hayo…jangan-jangan sudah banyak yang lupa dengan kalimat di atas? Ayo ngaku! Yupzx…kalimat di atas merupakan bunyi pasal 28 UUD 1945 yang saya kopi pais secara utuh dari sini. Lho, memang ada hubungannya antara pasal 28 UUD 1945 tsb dengan matematika? Hohoho…tentu saja ada, walau dipaksakan dengan amat sangat (seperti biasanya) :mrgreen:

seperti biasa, hanya ingin memaksakan kehendak pribadi hehehe

Read Full Post »

[Berdasarkan tambahan pengetahuan dari Saudara Grak, maka saya memperbaiki penggunaan istilah poligami dalam tulisan ini kecuali keterangan2 pada gambar tidak saya ubah karena hal tsb lumayan merepotkan. Terima kasih saya sampaikan kepada Saudara Grak atas tambahan pengetahuannya]

Tulisan ini tidak saya maksudkan untuk menyebarkan ajaran/aliran sesat deKing maupun membicarakan bagaimana memenuhi suatu kebutuhan dengan cara yang halal. Anggap saja tulisan saya ini hanya bercanda karena memang itulah maksud tulisan saya yang sesungguhnya. Ya…saya hanya sekadar meneruskan hobi dan tradisi saya untuk memaksakan unsur matematika dalam tulisan saya. Saya harap tidak akan ada anggapan bahwa saya memperolok tindakan poligami (yang diperbolehkan oleh agama saya…Islam) karena memang maksud tulisan saya hanya sekadar berbagi informasi informasi matematika dengan cara saya sendiri.

Apa itu polgami dalam matematika? Mari kita susuri bersama-sama…

poligami .. tidak…poligami…tidak…poligami

Read Full Post »