Mengenal (salah satu) Sejarah Huruf Jawa
Kamis, April 5, 2007 oleh deking
Beberapa hari ini aku teramat sangat jarang jalan-jalan di blog bahkan gubug sendiri pun jarang ditempati karena akhir-akhir ini kepala dipenuhi berbagai macam tugas, mulai dari tugas kuliah biasa sampai merancang semacam penelitian kecil yang pengambilan datanya harus dilaksanakan di Indonesia. Hari ini aku sempatkan jalan-jalan di blog karena Alhamdulillah tadi siang semua berkas penelitian sudah kukirim ke Indonesia dan sekarang tinggal menunggu hasil pengambilan data dikirimkan kesini. Sekarang mumpung ada waktu senggang 2 malam maka aku sempatkan untuk menulis, kalau tulisanku nanti error ya mohon dimaklumi karena otak benar-benar sedang semakin tumpul.
Waduch…kok jadi curhat begini sich?
Jump to “saya”:
Sekarang saya akan sedikit bercerita tentang salah satu budaya Jawa. Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah sedikit bercerita tentang budaya Jawa, yaitu penggunaan kata-kata untuk melambangkan bilangan: Candra dan Surya Sengkala. Sekarang saya masih akan bercerita tentang budaya Jawa yang masih ada kaitannya dengan tulis-menulis, yaitu tentang sejarah huruf Jawa atau kadang disebut huruf Hanacaraka dan juga makna filosofisnya. Mengingat panjangnya cerita tentang huruf Jawa ini maka saya akan menulis makna filosofis huruf Jawa di posting selanjutnya.
Ada berbagai macam versi tentang riwayat huruf Jawa tersebut, ada yang menyebutkan bahwa yang pertama mencetuskan (mau pakai kata menciptakan ataupun menemukan rasanya tidak pas) huruf Jawa tersebut adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo dari kerajaan Mataram di Yogyakarta tetapi ada juga yang menyebutkan kalau huruf Jawa sebenarnya dikenalkan oleh Aji Saka. Nah, tentang riwayat Aji Saka itu sendiri juga ada beberapa versi karena ada yang mengatakan bahwa Aji Saka sebenarnya adalah seorang ulama dari Mekkah (tidak tahu nama aslinya) dan ada juga yang menyatakan bahwa Aji Saka adalah ksatria asli Jawa.
Karena kebanyakan orang menyatakan bahwa Aji Saka-lah yang mengenalkan huruf Jawa pertama kali maka sekarang saya akan menceritakan salah satu versi sejarah munculnya huruf Jawa yang lumayan populer. Salah satu versi cerita menyatakan bahwa huruf Jawa tersebut sebenarnya menceritakan bagian dari sepenggal kisah perjalanan Aji Saka. Huruf Jawa tersebut menceritakan tentang kesetiaan dua orang pengikut Aji Saka.
Kira-kira secara garis besar ceritanya seperti ini (saya yakin ada banyak versi lainnya):
Aji Saka adalah seorang pengembara yang terkenal sebagai penakluk seorang raja penuh angkara murka, yaitu Prabu Dewata Cengkar. Dalam mengembara Aji Saka senantiasa diikuti dua orang pengikut setianya (maaf lupa namanya
). Ketika pengembaraan pada suatu tempat Aji Saka meninggalkan senjata pusakanya dan menyuruh salah seorang pengikutnya untuk menjaga senjata pusaka tersebut (ada versi lain yang menyatakan bahwa Aji Saka pergi mengembara dan senjata pusakanya ditinggalkan di keraton untuk dijaga salah seorang pengikutnya). Aji Saka menyuruh sang abdi untuk menjaga senjata pusaka baik-baik dan tidak boleh menyerahkan senjata pusaka tsb selain kepada Aji Saka sendiri.
Aji Saka kemudian melanjutkan pengembaraan bersama seorang abdi yang lain hingga pada suatu tempat Aji Saka meminta abdinya yang kedua untuk mengambil senjata pusakanya yang ditinggalkan. Pergilah abdi yang kedua untuk mengambil pusaka, tetapi abdi pertama tidak mau menyerahkan pusaka karena dia memegang teguh perintah Aji Saka (hanya boleh menyerahkan pusaka kepada Aji Saka). Di lain pihak, abdi yang kedua juga bersikeras untuk menunaikan tugas dari Aji Saka untuk mengambil pusaka. Karena kedua orang abdi berusaha menjalankan tugasnya masing-masing maka akhirnya terjadilah pertarungan yang cukup seimbang yang mengakibatkan kematian kedua orang utusan tsb.
Sehingga akhirnya kisah tersebut diabadikan dalam huruf Jawa sebagai berikut:
- Ha na ca ra ka –> Hana caraka = Ada utusan
- Da ta saw a la –> Data sawala = saling berselisih
- Pa dha ja ya nya –> Padha jayanya = sama kuatnya
- Ma ga ba tha nga –> Maga bathanga = sama-sama mati/ menjadi bathang (mayat)
Adapun huruf Jawa itu sendiri adalah sebagai berikut:
gambar diambil dari sini.
Demikian cerita singkat salah satu versi sejarah munculnya huruf Jawa.
Mengenai beberapa makna filosofis dari huruf Jawa tersebut silakan baca posting selanjutnya…



[...] 5th, 2007 by deking Setelah mengetahui sedikit tentang sejarah huruf Jawa maka mari kita sedikit mengupas beberapa makna filosofis dari huruf Jawa tersebut. Ada begitu banyak [...]
bagus mas.. melestarikan budaya…
waaa.. dengan kondisi yang katanya kacau bisa buat review tentang ini begini rupa *salut*
Eh…rupanya gitu ya asal karakter huruf Jawa itu? Asli, baru tahu saya…
jadi ingat waktu SD dulu , saya jago nulis pake huruf jawa . kalau sekarang waaah nggak ada yang nyanthol…??
jadi bernostalgia niih ceritanya..
saya paling bisa baca tulisan jawa cuma yang di makam2 itu….pasti bacanya sasana laya…ups…
wadow,,,
yang ku komment ternyata ada disini…
ups!
knapa selalu begini????????
pa guru ini berguna sekali saya copy ya, karena saya lagi mempelajari bahasa yang seperti ini untuk tugas sejarah. trims
tolong yang tau arti mimpi saya tentang huruf jowo menghubungi say
saya pernah mimpi di suruh orang tua agar saya menghafalkan huruf jowo dari depan dan dari belakang apa artinya
@Grandiosa:
Terima kasih Bung…hanya ini yang bisa saya lakukan
@jejakpena:
Ya seperti itulah salah satu sejarah huruf Jawa
@Junthit:
Nostalgia yuk…
@Anto:
Hehehe…iya banyak banget sasana laya yg ditulis dengan huruf jawa
@superkecil:
Kenapa?
@Jokotaroeb:
Silakan Kang…
@Hari:
Waduch…maaf sekali saya tidak tahu apa2 tentang mimpi. Mungkin ada rekan2 lain yg tahu?
kalo berhubungan dengan mimpi tanya madam Sahara aja…
lha kok nanya ke guru matematika ya ada paling dikasih rumus
aku mbiyen ora iso nulis nganggo huruf jowo nanging sak iki malah tambah ora ngerti.blas ora iso.masalahe aku mbiyen pegel banget karo pelajaran basa jowo opo meneh ditambah gurune ora nyeneng ake aku.wah pokok e mbiyen aku males bnget ngikuti palajaran basa jawo.nganti nilai rapor ku 5. edan tenan pokok e.masalahe pas ujian aku entok biji mung 3 lan saben ulangan entuk 5 utowo 6.pas enek nulis jowo aku ora isi.elok yo aku
mau tanya nih dari dulu penasaran.apa Ajisaka itu benar2 ada?dia hidup di tahun berapa? kalo sekarang ada hanacaraka yang merupakan kisah dari sejarah jaman dia, apa berarti dia memang benar2 ada? kalau memang ada hebat banget tuh orang, bisa menciptakan alfabet yang bisa berbentuk syair berdasarkan sebuah kejadian langsung. tolong dong dijawab.kalau bisa ke emailku yah. makasih
menarik juga mengenal lebih jauh tentang jawa, mengigantkan aja kalua gak salah nama dua pengikut ajisaka menurut kethoprak yang pernah saya lihat namanya DORA dan SEMBADA
saya adalah orang wonogiri, tapi sekarangsaya baru carai huruf jaewa
waaa… sregep nian bikin postingan tentang aksara jawa. nguri-uri kabudayan jawi, menika, mas. saya beruntung masih bisa nulis dan baca aksara jawa. didikan si bapak. hahaha… skarang dah banyak mas yang gak bisa nulis jawa ya. sayang sekali. padahal maknanya filosofis gitu.
ah, ya, salam kenal dulu.
Kalau arti setiap hurufnya apa ya? karena menurut beberapa orang sepuh yang saya tahu mereka bisa mengartikan. Jadi kita bisa tahu keadaan jaman dan siap-siap. Contohnya : ta, tata tentrem raharja, jamanya pak harto hidup semua murah. Kemudian sa, sangsara, jaman reformasi…begitu kali. Ada yang tahu??
Mas numpang tanya, mas ngerti rumus basa walikan dengan cara ngutak atik barisan tulisan jawa hanacaraka itu? dulu (entah sekarang?) untuk basa sandinya anak2 jogja seperti misalnya kata “mas” jadi “dab”, kata “ngombe” jadi “lotse”, dan sebagainya. Tolong bantuannya maturnuwun. tompuzo@yahoo.com (idearupa.blogspot.com)
mas saya pengen mengenal aksara secara filosofi dan secara visual ( karakter gambar ) trima kasih sebelumnya
Wah ok, banget bos,
Apa boleh saya posting ulang di blog saya?
Tolong boleh ya?
bener cerita yang sangat unik dan klasik. cerita dari mulut kemulut. kemungkinan besar, Sultan Agung Hanyokro kusumo lah yang membuat huruf jawa yang ada sekarang. karena sebelum masa pemerintahannya, amat banyak sekali prasasti kerajaan kerajaan diJawa yang bertuliskan huruf jawa kuno yang sangat mirip dengan huruf sangsekerta (India).
salam sejahtera buat kita semua…
ana baru ngumpulin data untuk riset tentang fenomena dagadu. However, bukan dagadu dalam bentuk kaos dengan desain dan bla bla blanya yang hendak ana teliti, melainkan fenomena pemakaian bahasa dagadu sebagai bahasa slank di kawasan DIY dan sekitarnya. data yang kubutuhin al: sejarah awal munculnya bahasa dagadu, penggagasnya, area pemakaian, karakteristik penggunanya dan lain-lain yang terkait.
minta bantuannya yah
tenkyu
Dimas Jk
wah senang msh ada yang peduli dngan kebudayaan jawa.memeng di zaman moderen ky gn dah jarang yang peduli dngn kebudayaan sendiri.
sebener nya ada fersi lain lain lagi yg mengatakan bahwa aksara jawa memiliki nilai sepiritul yg amat (…)bagi orang2 yg mendalami sepiritual jawa.tapi aku jg msh belum tau bngt soal nilai sepiritual nya soal nya mendapat kan cerita nya sangat sulit dan tdk sembarangan orang tau msalah ini.ada sih tau yaitu kakek aku tapi dia gak mau cerita.katanya sih blm waktu nya.maklum keluarga ku msh memegang teguh adat jawa kuno.mungkin karena nilai sepiritual nya itulah masalah ini sangat dirahasiakan.kalau dlm al quran makna bismilah….him masing2 huruf memiliki makna yang sangat luas.cukup segini dulu ya mas itung2 buat kenalan.he he he