Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 19th, 2007

Bukan maksud saya untuk menyalahi pakem blog saya, lha saya memang tidak mempunyai pakem tertentu untuk blog saya ini kok 😛
Walaupun saya selama ini sering memakai matematika, itu sebenarnya hanyalah salah satu cara saya untuk menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan (*halah*). Untuk kali ini saya akan menulis tanpa pendekatan matematika. Anggap saja tulisan ini sebagai selingan sebelum tulisan matematika saya yang sudah nongkrong di draft keluar dari persembunyiannya 😈
Tulisan ini merupakan tulisan gado-gado yang memang saya tulis secara agak acak-acakan. Tetapi semoga penyajian yang kurang indah ini tetap menyisakan cita rasa (baca: pesan) yang masih bisa dinikmati.

 

********** Sepenggal kisah bubur**********

 

[?] Masak berapa takar hari ini mak?

[+] Sedikit dikurangi dari takaran kemarin?

[?] Kenapa mak?

[+] Karena kemarin tidak ada yang membeli bubur kita nak.

[-] oooo …..

Keesokan harinya …

[?] Apakah hari ini kita masak bubur dengan porsi yang lebih sedikit lagi mak?

[+] Iya anakku. Kenapa kamu bertanya begitu?

[?] Karena kemarin tetap masih belum ada pembeli juga mak. Benar kan mak?

[+] Engkau benar anakku. Mari bantu emakmu ini …

Keesokan harinya … lagi …

[?] Kenapa masih masak bubur mak? Bukankah kemarin juga masih belum ada yang membeli bubur kita?

[+] Itu kan kemarin nak. Kita belum tahu rejeki yang diberikan Alloh hari ini. Semoga saja hari ini kita dapat pembeli bubur …

[?] Tapi mak …

Sore harinya …

[+] Benar apa yang emak bilang tadi kan nak? Kita tidak akan pernah tahu rejeki yang akan Alloh berikan pada kita.

[?] iya mak … *tanpa berkata2 langsung memeluk emak*

 

Kenapa saya menuliskan dialog tsb? Silakan saja dinikmati dialog tsb, semoga ada pesan yang bisa diambil. Disimpan dulu ya pesannya …

serius … tulisan saya kali ini tidak jelas

Iklan

Read Full Post »