Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2007

Aku kemarin ditanya temanku…”Sebenarnya konsep blogmu apa to? Kadang omong Matematika eh kadang malahan tentang Budaya Jawa?”.

         Kelihatannya itu hanya pertanyaan biasa sich tetapi pertanyaan tersebut sempat berputar-putar di ruang kepalaku selama beberapa saat. Sepertinya temanku itu mempertanyakan ketidakkonsistenanku dalam menulis di blog karena tulisan di blogku memang campur aduk tidak karuan, bahkan kategori tulisan di blogku juga masih bersifat sangat general.

perlukah kita mengkonsep blog?

Iklan

Read Full Post »

        Beberapa hari yang lalu di berbagai media ramai membicarakan suatu kejadian kebudayaan di IPDN, yaitu kematian seorang praja junior yang dihajar diajar para seniornya. Bahkan sampai sekarang masalah ini masih hangat dibicarakan oleh rekan-rekan blogger, sebut saja AgorsilokuKang KomborGrandiosa, Kang BihoWadehel, Erander, Layudhi, Mas Indra (maaf kalau ada rekan-rekan blogger yang belum tercantum).

        Tetapi saya tidak akan membahas kasus IPDN tsb karena sudah banyak rekan-rekan blogger yang menyampaikan keprihatinan atas kejadian tsb dengan sangat bagus. Saya hanya sedikit berpikir tentang prinsip kepemimpinan ala Jawa (maaf bukannya saya bermaksud untuk kesukuan tetapi berhubung saya orang Jawa maka saya tahunya hanya kebudayaan Jawa).

Lho apa hubungannya kasus IPDN tsb dengan prinsip kepemimpinan?

8 prinsip kepemimpinan gaya Jawa

Read Full Post »

Maaf bagi yang tidak mengetahui huruf Jawa tidak usah paranoid dulu ya karena inti tulisan ini bukan huruf Jawa itu sendiri, tetapi lebih ke masalah makna kehidupan. Anda tidak begitu membutuhkan kemampuan dan/atau pengetahuan tentang huruf Jawa kok, yang penting membacanya pelan dan jangan terpaku pada huruf Jawa-nya. Fokuslah pada penjelasannya.

 

(Informasi ini saya tambahkan untuk mengajak teman-teman yang tidak tahu huruf Jawa untuk tidak takut membaca )

 

Setelah mengetahui sedikit tentang sejarah huruf Jawa maka mari kita sedikit mengupas beberapa makna filosofis dari huruf Jawa tersebut. Ada begitu banyak makna secara filosofis dari huruf Jawa tersebut dan makna filososfis tsb bersifat cukup general alias tidak hanya untuk orang Jawa saja lho. Ada beberapa versi makna huruf Jawa tersebut, beberapa di antaranya adalah yang dikatakan Pakdhé Wikipedia di sini dan di sana, berhubung Pakdhé Wikipedia sudah bercerita dengan cukup jelas maka saya tidak akan menulis ulang pitutur Pakdhé tersebut.
Sekarang saya akan sedikit mengupas “tafsir” versi lain dari huruf Jawa tersebut. Ki Hadjar Dewantara tidak hanya mencetuskan konsep petuah tentang kepemimpinan yang sangat terkenal, beliau juga berhasil memberi penafsiran mengenai ajaran budi pekerti serta filosofi kehidupan yang sangat tinggi dan luhur yang terkandung dalam huruf Jawa .
Adapun makna yang dimaksud adalah sebagai berikut:
(1) HA NA CA RA KA:

 

hana1.jpg
Ha: Hurip = hidup
Na: Legeno = telanjang
Ca: Cipta = pemikiran, ide ataupun kreatifitas
Ra: Rasa = perasaan, qalbu, suara hati atau hati nurani
Ka: Karya = bekerja atau pekerjaan.

 

(2) DA TA SA WA LA

 

hana2.jpg

 

DA TA SA WA LA (versi pertama):
Da: Dodo = dada
Ta: Toto = atur
Sa: Saka = tiang penyangga
Wa: Weruh = melihat
La: lakuning Urip = (makna) kehidupan.

 

DA TA SA WA LA (versi kedua):
Da-Ta (digabung): dzat = dzat
Sa: Satunggal = satu, Esa
Wa: Wigati = baik
La: Ala = buruk

 

(3) PA DHA JA YA NYA:

 

hana3.jpg
PA DHA JA YA NYA =Sama kuatnya (tidak diartikan per huruf).

 

(4) MA GA BA THA NGA :

 

hana4.jpg
Ma: Sukma = sukma, ruh, nyawa
Ga: Raga = badan, jasmani
Ba-Tha: bathang = mayat
Nga: Lungo = pergi

 

Tetapi selanjutnya dengan sedikit ngawur saya pribadi akan berusaha menyelami dan menjabarkan tafsir huruf Jawa versi Ki Hadjar tersebut sesuai dengan kemampuan saya. Kalau banyak kesalahan ya mohon dimaklumi karena saya bukanlah seorang filusuf, saya hanya ingin mengenal lebih jauh huruf Jawa (walaupun secara ngawur dengan cara sendiri).

 

cerita ngawur dari manusia biasa

Read Full Post »

        Beberapa hari ini aku teramat sangat jarang jalan-jalan di blog bahkan gubug sendiri pun jarang ditempati karena akhir-akhir ini kepala dipenuhi berbagai macam tugas, mulai dari tugas kuliah biasa sampai merancang semacam penelitian kecil yang pengambilan datanya harus dilaksanakan di Indonesia. Hari ini aku sempatkan jalan-jalan di blog karena Alhamdulillah tadi siang semua berkas penelitian sudah kukirim ke Indonesia dan sekarang tinggal menunggu hasil pengambilan data dikirimkan kesini. Sekarang mumpung ada waktu senggang 2 malam maka aku sempatkan untuk menulis, kalau tulisanku nanti error ya mohon dimaklumi karena otak benar-benar sedang semakin tumpul.

Waduch…kok jadi curhat begini sich?

Jump to “saya”:

saya mau bercerita nich

Read Full Post »

Bagi yang sudah pernah membaca tulisan ini ada sedikit tambahan pada bagian akhir tulisan (keterangan poin 1)…

Selamat membaca sekali lagi 😀 ——– matur nuwun-terima kasih-thanks-bedankt

Tulisanku edisi lalu bercerita tentang cara sedikit modern untuk membuat skrinsyut, yaitu dengan software SnagIt. Nah sekarang aku akan sedikit bercerita (sebatas kemampuanku) tentang saudara mudanya SnagIt, yaitu Camtasia Studio 4. Sebenarnya SnagIt 8 yang aku ceritakan kemarin juga memiliki mode Video Capture, tetapi fiture-nya masih sangat terbatas sehingga untuk dapat meng-capture video dengan hasil lebih bagus maka sebaiknya menggunakan Camtasia Studio 4. Dengan menggunakan Camtasia Studio 4 kita bisa meng-capture semua tampilan di layar monitor komputer kita (gambar diam maupun gambar bergerak), misalkan kita menggerak-gerakkan kursor kita maka nanti hasil capture juga akan menampilkan pergerakan kursor.
Apa perlunya sich meng-capture video?

panjang lho ceritanya

Read Full Post »

« Newer Posts