<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>manusia biasa</title>
	<atom:link href="http://deking.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://deking.wordpress.com</link>
	<description>yang benar-benar biasa...</description>
	<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 01:07:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Palindrom: Matematika dan Keadilan &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2008/02/23/palindrom-matematika-dan-keadilan/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2008/02/23/palindrom-matematika-dan-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 00:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[ *****Pengantar yang tidak penting *****
Saya tidak akan memberikan penjelasan kenapa saya tidak pernah muncul lebih dari satu bulan ini. Bukan apa-apa sich, saya hanya merasa kalau hal ini tidak penting. Saya tidak mau GR dan berbaik sangka kalau rekan-rekan mengharapkan kehadiran saya (lagi) hehehehe
Ini hanyalah tulisan acak dan tanpa arah karena saya hanya mengumpulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><b> *****Pengantar yang tidak penting *****</b></p>
<p align="justify"><i>Saya tidak akan memberikan penjelasan kenapa saya tidak pernah muncul lebih dari satu bulan ini. Bukan apa-apa sich, saya hanya merasa kalau hal ini tidak penting. Saya tidak mau GR dan berbaik sangka kalau rekan-rekan mengharapkan kehadiran saya (lagi) hehehehe</i><br />
Ini hanyalah tulisan acak dan tanpa arah karena saya hanya mengumpulkan kepingan-kepingan yang bahkan tidak bisa disusun membentuk suatu puzzle yang indah. Saya hanya ingin sedikit menyampaikan (beberapa) keterkaitan antara matematika dan keadilan menurut saya (ingat, ini subyektif lho ya). Tetapi secara jujur keadilan yang saya maksud di sini bersifat sangat sempit karena saya mendefinisikan adil jika sama, padahal adil sebenarnya lebih bersifat proporsional kan? Tetapi tidak apa-apa, toch tulisan saya ini lebih menekankan pada berbagi informasi tentang matematika yang saya kemas dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
</p>
<p align="center"><b>  *****Pengantar yang semoga penting *****</b></p>
<p align="justify">Masih ingat dengan Bapak Pembangunan Nasional kita? <i>Maaf, kalau saya dianggap membawa-bawa dan membicarakan orang yang sudah meninggal.  </i>Seperti kita ketahui kalau Soeharto, mantan presiden RI, telah meninggal pada (kira-kira) jam 01.10 (siang) tanggal 27 Januari 2008. Kata teman saya, <a href="http://almascatie.wordpress.com" target="_blank">Almascatie</a>, sangat banyak blogger yang membahas tentang Soeharto begitu Soeharto meninggal dan bahkan ada blogger yang membahas waktu kematian Soeharto. Sebenarnya apa yang saya sebutkan di pengantar ini sudah pernah saya sampaikan pada Almascatie, tetapi saya sengaja tidak menuliskannya di blog pada saat booming berita tentang Soeharto. <i>*pura-puranya anti mainstream hehehe*</i><br />
Begini pendapat saya tentang waktu kematian Soeharto:<br />
Jam meninggalnya Soeharto saya anggap benar-benar pukul 13.10 yang akan saya tulis dengan 01.10 (PM). Keistimewaan dari 01.10 adalah bilangan jam tersebut akan tetap dibaca sama walaupun orientasi membaca kita diubah dari kiri ke kanan maupun dari kanan ke kiri. Bentuk seperti ini (memiliki hasil yang sama walaupun arah membaca diubah) disebut palindrom, dan tentang palindrom kata sudah pernah ditulis oleh Bapak Yari NK <a href="http://spektrumku.wordpress.com/2007/07/28/palindrom/" target="_blank">di sini</a>. Palindrom bagi saya merupakan suatu perwujudan dari kesimetrisan karena jika kita &#8220;melipat&#8221; bentuk palindrom maka kita bisa menangkupkan dua unsur yang sama dari kedua belah pihak (sisi kanan dan kiri). Contoh 12344321, setelah kita tangkupkan maka 1 di bagian kiri akan bertemu dengan 1 di bagian kanan &#8230; dan begitu juga seterusnya. Jika banyak unsur dari palindrom itu ganjil, maka kita anggap unsur yang di tengah sebagai sumbu lipat. Dan kesimetrisan itu sendiri bagi saya melambangkan keadilan (secara sempit).</p>
<p align="justify">Nach &#8230; jadi 01.10 yang merupakan bentuk palindrom tersebut bagi saya melambangkan suatu keadilan. Lihatlah &#8230; ternyata waktu meninggalnya Soeharto melambangkan suatu keadilan, yang artinya (menurut saya) Soeharto tetap harus diadili atas segala apa yang telah beliau lakukan.  Tentu saja  beliau telah berjasa besar pada bangsa ini, tetapi bukan berarti kesalahan beliau lantas dilupakan kan?<br />
Lho, kok jadi membahas Soeharto? Wah maaf ternyata saya jadi <i>ngelantur</i> begini, padahal maksud tulisan saya ini sebenarnya kan ingin berbagi informasi tentang palindrom bilangan hehehe &#8230;
</p>
<p align="justify"><!--Maaf tulisan ini agak lumayan panjang--></p>
<p align="center"><b>*****Palindrom bilangan  *****</b></p>
<div align="justify"> Palindrom bilangan di sini tidak hanya sebatas menuliskan bilangan sehingga membentuk suatu palindrom, tetapi bagaimana melakukan operasi bilangan-bilangan sehingga membentuk bilangan palindrom. Bilangan yang paling mudah untuk digunakan membentuk palindrom adalah pasangan bilangan yang semua angkanya adalah 1.</div>
<p>Contoh:</p>
<ul>
<li>11 x 11 = 121</li>
<li>111 x 111 = 12321</li>
<li>111111 x 111111 = 12345654321</li>
</ul>
<p align="justify">Lalu kenapa 1111111111111 x 1111111111111 tidak bisa menghasilkan bilangan palindrom, tetapi justru menghasilkan 1234567901234320987654321?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Ternyata tidak semua pasangan bilangan yang tersusun dari angka 1 bisa menghasilkan bilangan palindrom. Syarat dari pasangan bilangan dengan semua angka 1 bisa membentuk bilangan palindrom adalah jika banyaknya digit angka  dari bilangan tersebut kurang dari 11. Kenapa?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Pasangan bilangan yang tersusun dari angka 1 (dan banyak angka kurang dari 11) bisa membentuk bilangan palindrom karena jika kita melakukan algoritma perkalian secara bersusun maka semua penjumlahan bilangan-bilangannya tidak akan melewati 10 sehingga hal tersebut tidak akan merubah pola yang ada (pengecualian untuk pasangan 1111111111). Sedangkan untuk pasangan bilangan yang memiliki banyak angka lebih dari 10 maka pada beberapa bagian tertentu terdapat penjumlahan digit yang hasilnya melebihi 10 sehingga hal tersebut akan merusak pola yang ada.  Untuk lebih jelasnya silakan dilihat gambar berikut berikut:</p>
<p align="justify"> <a href="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom-01.jpg" title="palindrom-01.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom-01.jpg" title="palindrom-01.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom-01.jpg" alt="palindrom-01.jpg" /></a></div>
<p align="justify"> <a href="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom2.jpg" title="palindrom2.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom2.jpg" title="palindrom2.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom2.jpg" alt="palindrom2.jpg" /></a></div>
<p>Semoga gambar di atas bisa memperjelas kenapa hanya ada 10 pasangan bilangan  yang tersusun dari angka 1 yang bisa menghasilkan bilangan palindrom.</p>
<p>Tidak hanya pasangan bilangan kembar saja yang bisa menghasilkan bilangan  palindrom. Berikut adalah contoh bilangan palindrom yang terbentuk dari operasi bilangan yang tidak kembar:</p>
<ul>
<li>1 x 11 x 111 x 1111 = 1356531</li>
<li>5 x 7 x 11 x 13 = 5005</li>
<li><img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=11%5E%7B2%7D+%2B+12%5E%7B2%7D+%2B+13%5E%7B2%7D+%2B+14%5E%7B2%7D+%2B+15%5E%7B2%7D+%2B+16%5E%7B2%7D+%3D+1111&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='11^{2} + 12^{2} + 13^{2} + 14^{2} + 15^{2} + 16^{2} = 1111' title='11^{2} + 12^{2} + 13^{2} + 14^{2} + 15^{2} + 16^{2} = 1111' class='latex' /></li>
</ul>
<p align="justify">Sepertinya tulisan ini sudah lumayan panjang tetapi sebagai penutup tulisan ini saya ingin menceritakan pendapat saya tentang tanggal meninggalnya Soeharto (tadi jam meninggal kan sudah saya jadikan pembuka). Soeharto meninggal pada tanggal 27 Januari 2008 yang bisa kita tuliskan dengan 27012008. Mari kita bagi 27012008 menjadi dua bagian yang sama banyak angka yang sama, yaitu 4 - 4 sehingga kita memperoleh 2701 vs 2008. Selanjutnya mari kita jumlahkan angka-angka pada kedua belah pihak, 2+7+0+1=10 dan 2+0+0+8=10. Eh ternyata kedua bagian memberikan hasil penjumlahan angka yang sama, yaitu 10. Kiri adalah 10 dan kanan adalah 10 &#8230; hmmmm sepertinya hal ini juga bisa menggambarkan konsep keadilan.<br />
Jadi apakah hal tersebut menunjukkan kalau Soeharto harus diadili atas segala kesalahan yang sudah diperbuatnya atau justru sebaliknya,  hal tersebut menunjukkan kalau semua jasa Soeharto telah menyeimbangkan segala kesalahannya? Tetapi kalau saya sich lebih suka menganut hukum aksi-reaksi dimana di balik setiap perbuatan pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung.<br />
<i>Eh maaf kalau tulisan ini terlalu panjang hehehe </i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/457/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/457/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=457&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2008/02/23/palindrom-matematika-dan-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">palindrom-01.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2008/02/palindrom2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">palindrom2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dia dan Enam-Nya &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2008/01/11/dia-dan-enam-nya/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2008/01/11/dia-dan-enam-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 20:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2008/01/11/dia-dan-enam-nya/</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
&#8220;Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam  enam masa &#8230; &#8221; (Surat Al A&#8217;raf ayat 54 dan Surat Yunus ayat 3). [Sumber]
*************************
 &#8220;And on the seventh day God ended his work which he had made; and he rested on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><font color="blue">&#8230; </font></b><b><font color="blue">إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ</font></b></p>
<p align="justify">&#8220;Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah men<font color="#ff00ff"><b>cipta</b></font>kan langit dan bumi dalam  <b><font color="#ff0000">enam</font></b> masa &#8230; &#8221; (<i>Surat Al A&#8217;raf ayat 54 dan Surat Yunus ayat 3</i>). [<a href="http://quran.islamdotnet.com/hasil.php?surat=010&amp;carisurat=Cari" target="_blank">Sumber</a>]</p>
<p align="center"><font color="#ff0000">*************************</font></p>
<p align="justify"> <span class="sup"></span><b><font color="#0000ff"><i>&#8220;And on the seventh day God ended his work which he had made; and he rested on the seventh day from all his work which he had made.&#8221; </i></font></b>[<a href="http://www.biblegateway.com/passage/?book_id=1&amp;chapter=2&amp;version=9" target="_blank">Sumber</a>]</p>
<div align="justify">&#8220;Dan pada hari ke<b><font color="#ff0000">tujuh</font></b> Tuhan <b><font color="#ff0000">menghentikan</font></b> proses pen<b><font color="#ff00ff">cipta</font></b>an yang dilakukan-Nya; dan Dia pun beristirahat pada hari ketujuh tersebut&#8221; (<i>Genesis 2: sebagai penerus detail penciptaan alam semesta yang termuat dalam Genesis 1</i>)</div>
<div align="justify"><i>[sedikit ada perubahan (pengurangan) dalam penerjemahan ... semoga tidak mengubah makna</i>]</div>
<div align="justify">
<p align="center"><font color="#ff0000">*************************</font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><i><b>Setelah tercipta alam semesta Sanghyang                        Widhi Wasa kemudian menciptakan isinya.<br />
&#8230;<br />
Proses pen</b></i></font><b><font color="#ff00ff">cipta</font></b><i><b><font color="#0000ff">an                        manusia adalah sari-sari dari Panca Maha Bhuta dan Sad Rasa                        yaitu zat dengan </font><font color="#ff0000">enam</font> <font color="#0000ff">jenis rasa, manis, pahit, asin, asam,                        pedas, sepat. Unsur-unsur ini terpadu dengan unsur-unsur                        lain yaitu Cita. Budi. Ahangkara. Dasendria. Panca Tanmatra                        dan Panca Maha Bhuta.</font> </b></i><br />
<i>(maaf kurang tahu dari kitab suci bagian mana)  </i>[<a href="http://www.babadbali.com/canangsari/pa-penciptaan-alam.htm" target="_blank">Sumber</a>]
</p>
<p align="center"> <font color="#ff0000">*************************</font></p>
<p align="justify"> <span id="more-455"></span></p>
<p align="justify">Saya rasa rekan-rekan sudah paham kalau ketiga bagian di atas merupakan &#8220;perwakilan&#8221; dari tiga (empat?) agama yang berbeda, yaitu Islam, Kristen (dan Protestan?) dan Hindu (<i>maaf jika ada kesalahan penyebutan</i>). Kenapa saya mengutip ketiga hal menarik di atas? Dari dua kutipan awal dari Al Qur&#8217;an dan Bible, semuanya menyiratkan tentang proses penciptaan alam semesta. Sedangkan pada kutipan terakhir (dari agama Hindu), sedikit banyak memiliki persamaan dengan dua kutipan sebelumnya &#8230; yaitu tentang proses penciptaan. Tetapi pada kutipan terakhir secara spesifik membahas tentang proses penciptaan manusia (<i>yang tentu saja tidak bisa kita lepaskan dari proses penciptaan alam semesta - dan isinya</i>).<br />
Lalu apa yang menarik dari ketiga kutipan di atas? Dari ketiga kutipan di atas, saya tertarik pada dua kesamaan yang ada, yaitu:</p>
<ul>
<li>Menjelaskan (<i>walau secara tersirat</i>) tentang proses pen<font color="#ff00ff"><b>cipta</b></font>an alam semesta.</li>
<li>Memuat bilangan <font color="#ff0000"><b>ENAM</b></font>.</li>
<p>[<i>Khusus kutipan kedua mungkin kita tidak menemukan bilangan <font color="#ff0000"><b>ENAM</b></font> (secara tersurat), tetapi dari kalimat " Dan pada hari ke<font color="#ff0000">tujuh</font><font color="#ff0000"> </font>Tuhan </i><i><font color="#ff0000">menghentikan</font></i><i> proses penciptaan yang dilakukan-Nya" maka secara tersirat bisa kita temukan kalau alam semesta ini diciptakan selama <font color="#ff0000"><b>enam</b></font> hari</i>]</ul>
<p>Tetapi seperti sudah tersirat dalam judul tulisan saya ini, saat ini saya hanya akan menyoroti kesamaan yang kedua yaitu bilangan <font color="#ff0000"><b>ENAM</b></font>. Kenapa Tuhan menciptakan alam semesta (dan seisinya) dalam waktu <font color="#ff0000"><b>enam</b></font> hari (masa)? Lalu kenapa Tuhan menciptakan manusia dari <b><font color="#ff0000">enam</font></b> rasa? Hehehe &#8230; jujur saja kalau pertanyaannya seperti itu, saya benar-benar tidak bisa menjawab. Saya (mungkin kita) tidak akan pernah (benar-benar) tahu alasan dan tujuan segala hal yang &#8220;dilakukan&#8221; Tuhan.<br />
Lalu kenapa saya begitu menyoroti bilangan <b><font color="#ff0000">ENAM</font></b>?  Ternyata bilangan <b><font color="#ff0000">enam</font></b> itu merupakan bilangan yang (lumayan) istimewa karena bilangan <b><font color="#ff0000">enam</font></b> merupakan salah satu anggota himpunan <i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Perfect_number" target="_blank">perfect number</a>s</i> alias bilangan-bilangan (yang ) sempurna. Apa yang dimaksud dengan <i>perfect number(s)</i>? Marilah kita awali perkenalan dengan <i>perfect number</i> ini dengan sedikit mengingat yang namanya faktor alias pembentuk. Bilangan <b><font color="#ff0000">enam</font></b> bisa dibentuk dari perkalian pasangan-pasangan bilangan berikut: 1 dan 6 serta 2 dan 3 (kita abaikan bilangan negatif). Jadi, faktor dari <b><font color="#ff0000">6</font></b> adalah {1,2,3,6}. OK sekarang mari kita lanjutkan untuk mengenal  <i>perfect number(s).</i></p>
<p><font color="#ff0000"><i>Perfect number(s) adalah bilangan yang jika semua faktor-faktornya (selain dirinya sendiri) dijumlahkan maka akan menghasilkan bilangan itu sendiri.</i> </font> <b></b></p>
<p><b>Contoh:</b></p>
<ul>
<li>6:</li>
<p>6 &#8211;&gt; Faktor: {1,2,3,6} sehingga faktor enam selain dirinya sendiri adalah {1,2,3} 1+2+3 = 6 &#8211;&gt; 6 adalah <i>perfect number</i></p>
<li>28:</li>
<p>28 &#8211;&gt; Faktor: {1,2,4,7,14,28} sehingga faktor 28 selain dirinya sendiri adalah {1,2,4,7,14} 1+2+4+7+14 = 28 &#8211;&gt; 28 adalah <i>perfect number</i></ul>
<p>Nah, sudah tahu keistimewaan <b><font color="#ff0000">enam</font></b> kan? Ya ternyata bilangan <b><font color="#ff0000">enam</font></b> bukanlah sembarang bilangan, bilangan <b><font color="#ff0000">enam</font></b> merupakan salah satu bilangan yang sempurna. Ya .. Sang Maha Sempurna telah menciptakan alam yang sempurna (<i>untuk ukuran makhluk</i>) dalam waktu yang sempurna (<i>untuk ukuran makhluk</i>) juga.</p>
<p>Dan &#8230; yakinlah bahwa di setiap firman Tuhan pasti terkandung berjuta ilmu &#8230; jika kita mau membuka pintu pikir kita sebagai penyeimbang pintu dzikir. Dan marilah kita isi kesempurnaan ciptaan Sang Maha Sempurna ini dengan sesempurna yang bisa kita lakukan sebagai seorang hamba.</p>
<p>Salam dari yang jauh dari kesempurnaan (<i>walau hanya sempurna untuk ukuran makhluk</i>) &lt;&#8211;&gt; makanya sering hiatus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>deKing - manusia biasa yang benar-benar biasa &#8230;</p>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/455/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/455/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=455&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2008/01/11/dia-dan-enam-nya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Road to &#8220;Sangkan Paraning Dumadi&#8221;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2008/01/07/road-to-sangkan-paraning-dumadi/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2008/01/07/road-to-sangkan-paraning-dumadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 03:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2008/01/07/road-to-sangkan-paraning-dumadi/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kenapa Tuhan menunjukkan masa lalu kepada kita melalui bintang-bintang-Nya di angkasa?&#8221;
Pertanyaan tsb bukanlah pertanyaan yang muncul dari dalam diri saya. Pertanyaan tsb adalah pertanyaan yang dilontarkan teman saya ketika kami berdua berjalan kaki menjelajahi pekat, senyap dan dinginnya malam hanya untuk menuntaskan ambisi menginjakkan kaki di puncak tertinggi (342 meter DPL) yang ada di negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="justify"><font color="#ff0000"><b>&#8220;Kenapa Tuhan menunjukkan masa lalu kepada kita melalui bintang-bintang-Nya di angkasa?&#8221;</b></font><span id="more-453"></span><br />
Pertanyaan tsb bukanlah pertanyaan yang muncul dari dalam diri saya. Pertanyaan tsb adalah pertanyaan yang dilontarkan teman saya ketika kami berdua berjalan kaki menjelajahi pekat, senyap dan dinginnya malam hanya untuk menuntaskan ambisi menginjakkan kaki di puncak tertinggi (342 meter DPL) yang ada di negara tempat saya tinggal saat ini dan juga <i>drielandenpunt</i> alias perbatasan tiga negara.<br />
Jujur saja saya &#8220;terpesona&#8221; dengan pertanyaan tsb karena selama ini sepertinya saya hanya terpaku pada pijar cahaya bintang di tengah pekatnya malam, tanpa pernah melintas dalam benak saya asal waktu cahaya bintang itu. Ya &#8230; cahaya bintang yang kita lihat pada suatu waktu bukanlah cahaya yang dipancarkan sang bintang pada saat kita memandangnya. Kalau dalam istilah penyiaran mungkin bisa kita katakan kalau cahaya bintang tsb hanyalah merupakan &#8220;siaran tunda&#8221;. Lalu seberapa lama selang waktu antara &#8220;penyiaran&#8221; dan &#8220;penerimaan&#8221; cahaya bintang tsb? <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alpha_Centauri" target="_blank"><i>Alpha Centauri</i></a>, gugus bintang yang memiliki jarak 4,4 <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_cahaya" target="_blank">tahun cahaya</a> dengan sistem tata surya kita merupakan gugus bintang yang paling dekat dengan bumi. Jadi cahaya yang dipancarkan oleh Alpha Centauri akan kita lihat dari bumi kita ini sekitar 4,4 tahun kemudian.</div>
<div align="center">**************</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"><font color="#0000ff">Mari kembali ke pertanyaan teman saya,  </font><font color="#0000ff">&#8220;Kenapa Tuhan menunjukkan masa lalu kepada kita melalui bintang-bintang-Nya di angkasa?&#8221;</font></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Saat ini saya ingin menjawab pertanyaan tsb untuk diri saya sendiri dan apa yang akan saya tuliskan di sini semata-mata pendapat saya pribadi yang tentu saja sangat bersifat subyektif dan cacat logika <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </div>
<div align="justify">Dari, oleh dan untuk saya pribadi, saya anggap kalau penampakan bintang di langit (beserta segala keterlambatan pancaran cahayanya) merupakan &#8220;jalan menuju Tuhan&#8221;. Tentu saja langit yang begitu luas beserta segala bintang di dalamnya menunjukkan ke-Maha-an Tuhan sebagai Sang Pencipta, tetapi bukan sekadar ke-Maha Pencipta-an Tuhan yang saya maksud saat ini. Kalau &#8220;hanya&#8221; sekedar merenungi Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta maka kita tidak usah repot-repot melihat bintang di langit, tetapi cukup dengan melihat jari tangan kita saja maka kita akan tahu betapa hebatnya Tuhan sebagai pencipta.</div>
<div align="justify"> Yang saya maksud dengan &#8220;jalan menuju Tuhan&#8221; disini merujuk pada dua posisi Tuhan, yaitu Tuhan sebagai asal, Sang Pencipta, dan sekaligus sebagai tujuan, Sang Pemilik. Jadi, penampakan bintang di langit akan bisa mengajak kita untuk melihat ke &#8220;belakang&#8221; menuju (titik) &#8220;awal&#8221; kita dan juga sekaligus melihat ke &#8220;depan&#8221; menuju &#8220;pintu tujuan&#8221; kita &#8230; dan itulah yang saya maksud dengan <font color="#0000ff"><i>&#8220;sangkan paraning dumadi&#8221;</i></font>. Apa itu <font color="#0000ff"><i>&#8220;sangkan paraning dumadi&#8221;</i></font>?</div>
<div align="justify"></div>
<div align="center"></div>
<div align="center"><font color="#0000ff"><b>**********</b></font></div>
<div align="center"><font color="#0000ff"><b><i>sangkan paraning dumadi</i></b></font></div>
<p align="justify">Maaf &#8230; penggunaan <font color="#0000ff"><i>&#8220;sangkan paraning dumadi&#8221; </i></font>tidak saya maksudkan untuk ke-suku-an. Mungkin  rekan-rekan dari (suku) Jawa sudah akrab dengan istilah tsb. <i><font color="#0000ff">&#8220;Sangkan paraning dumadi&#8221;</font></i> secara simpelnya adalah &#8220;(tempat) berasal dan kembalinya segala makhluk&#8221; alias &#8220;<i>the origin and the destination of all</i> <i>creatures</i>&#8220;. Ya&#8230;<i><font color="#0000ff">&#8220;sangkan paraning dumadi&#8221;</font></i>  merupakan rangkaian kata yang digunakan oleh sesepuh Jawa untuk merujuk pada sosok Tuhan sebagai pencipta (a.k.a asal) dan pemilik (a.k.a tujuan) segala makhluk-Nya. Maaf&#8230;dengan segala keterbatasan dan kelancangan saya, saya menganggap kalau <i><font color="#0000ff">&#8220;sangkan paraning dumadi&#8221;</font></i> tsb sebenarnya memiliki konsep dan makna yang sama dengan <i><font color="#0000ff">&#8220;innalillahi wa inna ilaihi roji&#8217;un&#8221;</font></i>  dalam agama Islam (maaf saya juga tidak bermaksud untuk ke-agama-an). <font color="#0000ff"><i>&#8220;Innalillahi wa inna ilaihi roji&#8217;un&#8221;</i></font> (juga) berarti sesungguhnya segala makhluk itu milik Alloh dan akan kembali kepada Alloh.</p>
<p align="center"><font color="#ff0000"><b>*****antara bintang dan <i>sangkan paraning dumadi</i>*****</b></font></p>
<p align="justify"><i><font color="#0000ff"></font></i>Lalu apakah hubungan antara bintang di angkasa dengan <i><font color="#0000ff">&#8220;sangkan paraning dumadi&#8221;</font></i>?<br />
Begini&#8230;<br />
Seperti di awal sudah saya sebutkan bahwa cahaya bintang yang kita lihat saat ini sebenarnya berasal dari masa lalu. <b>Masa lalu</b> &#8230; itu kuncinya<br />
Jika kita merunut <font color="#0000ff"><b>masa lalu</b></font> maka pada ujungnya kita akan menuju suatu hulu yang bernama <b><font color="#0000ff">awal</font></b> &#8230; suatu <b><font color="#0000ff">penciptaan</font></b>. Jadi dalam hal ini bintang merupakan simbol dari <font color="#0000ff"><i>&#8220;sangkan&#8221;</i></font> alias awal&#8230; (<b>maaf, bukan berarti saya menganggap Tuhan=bintang</b>).</p>
<div align="justify"></div>
</p>
<p align="justify">Lalu dimana posisi <font color="#0000ff"><i>&#8220;paran&#8221;</i></font>?<br />
Ah terkesan agak memaksakan mungkin, tetapi bagi rekan-rekan yang sudah membaca <a href="http://deking.wordpress.com/2007/08/29/menuju-horison/" target="_blank">tulisan saya yang ini</a> maka mungkin bisa memahami apa arti langit bagi saya. Bagi saya (seperti tersirat di <a href="http://deking.wordpress.com/2007/08/29/menuju-horison/" target="_blank">tulisan saya terseb</a>ut), langit menunjukkan suatu kondisi serba ideal yang ingin saya capai. Jadi bagi saya langit  merupakan <font color="#0000ff"><i>&#8220;paran&#8221;</i></font> &#8230; langit merupakan tujuan yang ingin saya capai.</p>
<div align="justify"></div>
</p>
<p align="justify">Sudah&#8230;itu saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
Pokoknya™ bagi saya bintang sebagai simbol <font color="#0000ff"><i>&#8220;sangkan&#8221; </i></font>yang berada di tengah luasnya langit sebagai suatu <i><font color="#0000ff">&#8220;paran&#8221; </font></i>merupakan perpaduan  yang menciptakan &#8220;jalan menuju Tuhan&#8221;.
</p>
<p align="center">************************</p>
<p align="justify"><i>Tulisan ini lahir dengan susah payah &#8230; melawan segala rasa malas dan lemas</i></p>
<p align="justify"><i>Tulisan ini lahir atas paksaan diri sendiri untuk kembali menulis</i></p>
<p align="justify">Jadi ya begini akibatnya &#8230; i<strike>si dan juga</strike> <i>ending</i> tulisan yang terasa menggantung, hambar dan samar &#8230;</p>
<p align="justify">Maaf  ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/453/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/453/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=453&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2008/01/07/road-to-sangkan-paraning-dumadi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata Matematika pun &#8220;mengharamkan&#8221; judi &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/12/18/ternyata-matematika-pun-mengharamkan-judi/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/12/18/ternyata-matematika-pun-mengharamkan-judi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 21:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/12/18/ternyata-matematika-pun-mengharamkan-judi/</guid>
		<description><![CDATA[Mohon jangan dianggap serius tulisan saya ini. Apalagi bagi Anda yang mengharamkan kalau suatu bilangan itu memiliki makna &#8220;istimewa&#8221; (misal bilangan 13 yang melambangkan kesialan, bilangan 4 yang melambangkan kematian dll). Tulisan ini semata-mata saya tujukan untuk bermain-main dengan matematika saja. Dan &#8230; tulisan saya ini benar-benar tulisan ringan. Serius lho &#8230;    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><em><font color="#0000ff">Mohon jangan dianggap serius tulisan saya ini. Apalagi bagi Anda yang mengharamkan kalau suatu bilangan itu memiliki makna &#8220;istimewa&#8221; (misal bilangan 13 yang melambangkan kesialan, bilangan 4 yang melambangkan kematian dll). Tulisan ini semata-mata saya tujukan untuk bermain-main dengan matematika saja. </font><font color="#ff0000"><strong>Dan &#8230; tulisan saya ini benar-benar tulisan ringan. Serius</strong> <strong>lho</strong> &#8230;</font>  </em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"> Saya masih ingat ketika saya masih tinggal di &#8220;kost&#8221; lama saya yang memiliki tradisi main poker (dengan taruhan sejumlah uang) tiap akhir pekan, yang kata teman saya permainan tsb ditujukan untuk menambah keakraban sesama penghuni &#8220;kost&#8221;.  Waktu itu saya benar-benar diselamatkan dari kebangkrutan (karena judi) oleh tuntunan dalam agama saya. Ya waktu itu <a href="http://deking.wordpress.com/2007/03/11/aku-bersyukur-judi-diharamkan/" target="_blank">saya benar-benar bersyukur judi diharamkan</a> dalam agama yang saya anut.<br />
Kali ini saya akan kembali membual tentang judi. Tetapi judi yang saya maksud dalam tulisan ini adalah (hanyalah?) judi dengan menggunakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_Remi" target="_blank">kartu remi</a>, seperangkat kartu yang memiliki empat macam bentuk (<img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cheartsuit+%2C+%5Cdiamondsuit+%2C+%5Cspadesuit+%2C+%5Cclubsuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\heartsuit , \diamondsuit , \spadesuit , \clubsuit ' title='\heartsuit , \diamondsuit , \spadesuit , \clubsuit ' class='latex' />). Seperti saya sebutkan di atas kalau tuntunan agama saya mengharamkan yang namanya judi. Tetapi, saya ternyata agak kaget ketika mengetahui dan menyadari kalau ternyata matematika juga ikut-ikutan mengharamkan judi. Lalu bagaimana matematika bisa mengharamkan judi tsb?
</p>
<p align="justify"><span id="more-452"></span></p>
<p align="justify">OK marilah kita telusuri bersama-sama satu perangkat kartu remi tsb dan sekadar catatan, dalam permainan ini <font color="#0000ff"><strong>saya abaikan adanya dua kartu joker.</strong></font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"> Secara normal (setahu saya), permainan remi hanya menggunakan <u><font color="#ff0000"><strong>1</strong></font></u> perangkat kartu saja.</p>
</li>
<li> Dalam satu perangkat kartu remi terdapat <strong><u><font color="#ff0000">2</font></u></strong> warna, yaitu hitam dan merah.</li>
<li> Untuk masing-masing warna tersebut terdapat <strong><u><font color="#ff0000">26</font></u></strong> kartu  (26  merah terdiri dari <img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cheartsuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\heartsuit ' title='\heartsuit ' class='latex' /> dan <img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cdiamondsuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\diamondsuit ' title='\diamondsuit ' class='latex' /> sedangkan 26 hitam terdiri dari <img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cspadesuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\spadesuit ' title='\spadesuit ' class='latex' /> dan <img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cclubsuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\clubsuit ' title='\clubsuit ' class='latex' />)</li>
<li> Masing-masing bentuk (<img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cheartsuit+%2C+%5Cdiamondsuit+%2C+%5Cspadesuit+%2C+%5Cclubsuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\heartsuit , \diamondsuit , \spadesuit , \clubsuit ' title='\heartsuit , \diamondsuit , \spadesuit , \clubsuit ' class='latex' />)terdiri dari <strong><u><font color="#ff0000">13</font></u></strong> kartu (2-10, <em><strike>de</strike>King, Queen, Jack dan As</em>)</li>
<li> Dalam satu perangkat kartu remi terdapat <strong><u><font color="#ff0000">12</font></u></strong> kartu bergambar wajah, yaitu masing-masing bentuk ada 3 wajah (<em><strike>de</strike>King, Queen, Jack</em>) sehingga total wajah ada 4&#215;3 alias 12.</li>
<li> Total kartu ada <u><strong><font color="#ff0000">52</font></strong></u>, yaitu 4&#215;13.</li>
</ul>
<p align="justify">Jadi dalam satu permainan remi kita memiliki 6 bilangan istimewa, yaitu <u><font color="#ff0000"><strong>1</strong></font></u>, <strong><u><font color="#ff0000">2</font></u></strong>, <u><strong><font color="#ff0000">26</font></strong></u>, <strong><u><font color="#ff0000">13</font></u></strong>, <strong><u><font color="#ff0000">12</font></u></strong> dan <strong><font color="#ff0000">52</font></strong>. Nach dengan modal keenam bilangan tsb, matematika akhirnya mampu &#8220;mengharamkan&#8221; permainan judi (remi). Mari kita lihat bagaimana cara matematika &#8220;mengharamkan&#8221; judi. Selanjutnya kita akan melakukan beberapa operasi aritmetika dengan melibatkan bilangan-bilangan  dan juga beberapa angka dari <u><font color="#ff0000"><strong>1</strong></font></u>, <strong><u><font color="#ff0000">2</font></u></strong>, <u><strong><font color="#ff0000">26</font></strong></u>, <strong><u><font color="#ff0000">13</font></u></strong>, <strong><u><font color="#ff0000">12</font></u></strong> dan <strong><font color="#ff0000">52</font></strong><font color="#000000">. </font></p>
<ul>
<li>1+2+26+13+(12&#215;52) = &#8230;?</li>
<li>{1226/(-1+3)}-1+2+52=&#8230;?</li>
<li> (1&#215;2x26&#215;13)-1-2-5-2=&#8230;?</li>
<li>-1+(226&#215;1x3)+1-(2&#215;5)-2=&#8230;?</li>
<li>(1&#215;2)+2+613-1+(25&#215;2)=&#8230;?</li>
<li>(1&#215;22)+613+1+ $latex2^{5}$ -2=&#8230;?</li>
</ul>
<p align="justify">Silakan dihitung, berapa hasil dari operasi-operasi di atas. Kalau sudah, silakan dilanjutkan membacanya tetapi kalau belum selesai menghitung juga tidak dilarang untuk melanjutkan membacanya kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> <br />
Semua operasi di atas <font color="#000000">memberikan hasil bilangan <strong><u><font color="#ff0000">666</font></u></strong>. Benar tidak? Kalau tidak, berarti kalkulator-nya ngantuk. Eh &#8230; lalu apa hubungannya bilangan <u><strong><font color="#ff0000">666</font></strong></u> tsb dengan &#8220;pengharaman&#8221; judi? Mungkin banyak di antara kita yang tahu kalau bilangan </font><font color="#000000"><u><strong><font color="#ff0000">666</font></strong></u></font><font color="#ff0000"> </font><font color="#000000">sering digunakan untuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Number_of_the_Beast" target="_blank">melambangkan setan</a> <strike>atau <font color="#ff0000"><strong><a href="http://qzink666.wordpress.com/tentang/" target="_blank">Qzink</a></strong></font>.</strike> Nach, itulah alasan kenapa saya katakan kalau matematika &#8220;mengharamkan&#8221; judi. Bukankah yang namanya haram itu akrab dan dekat dengan yang namanya setan </font><font color="#000000"><strike>atau <font color="#ff0000"><strong><a href="http://qzink666.wordpress.com/tentang/" target="_blank">Qzink</a></strong></font></strike></font><font color="#000000">?</font></p>
<p align="justify"> <em> Tuch kan, apa saya bilang tadi &#8230;<br />
Jangan anggap serius tulisan saya ini, apalagi sampai mempercayai kalau bilangan 666 melambangkan <a href="http://qzink666.wordpress.com/" target="_blank"><font color="#ff0000"><strike><strong>Qzink</strong></strike></font></a> setan. Sekali lagi, tulisan ini hanya sekedar memginformasikan kalau matematika bisa digunakan untuk bermain-main dan bersenang-senang. BTW lalu bagaimana dengan bentuk perjudian yang lain? Tidak peduli seperti apa bentuknya, <strong><font color="#ff0000">pokoknya™ yang namanya judi itu haram </font></strong><font color="#000000">(bagi umat muslim)!!!</font></em>
</p>
<p align="justify"><font color="#ff0000"><u><strong>PS:</strong></u></font></p>
<p align="justify">Bagi rekan-rekan yang ingin tahu bagaimana cara saya membuat lambang-lambang <img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%5Cheartsuit+%2C+%5Cdiamondsuit+%2C+%5Cspadesuit+%2C+%5Cclubsuit+&amp;bg=ffffff&amp;fg=000000&amp;s=0' alt='\heartsuit , \diamondsuit , \spadesuit , \clubsuit ' title='\heartsuit , \diamondsuit , \spadesuit , \clubsuit ' class='latex' /> , saya persilakan untuk membaca tulisan saya tentang <a href="http://deking.wordpress.com/2007/07/23/menulis-karakter-asyik-dengan-latex/" target="_blank">LaTeX</a>.</p>
<p align="justify">Oh ya lupa &#8230; salam damai untuk <font color="#ff0000"><strong>Qzink</strong></font>. Sorry bro, namanya saya catut tanpa ijin <strike>dan saya kaitkan dengan setan</strike>. PEACE Bro <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/452/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/452/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=452&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/12/18/ternyata-matematika-pun-mengharamkan-judi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transformasi &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/12/14/transformasi/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/12/14/transformasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 20:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/12/14/transformasi/</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan &#8230; mungkin itu adalah kata yang senantiasa melekat pada diri manusia karena manusia adalah sosok yang senantiasa berubah dan berkembang, entah dilandasi oleh keinginan ataupun kebutuhan. Hal itulah yang menyebabkan  piramida Maslow mengalami perubahan puncaknya dari self actualitation menjadi self transcendence. Terjadinya perubahan (kebutuhan) tersebut sebenarnya merupakan suatu akibat dari terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Perubahan &#8230; mungkin itu adalah kata yang senantiasa melekat pada diri manusia karena manusia adalah sosok yang senantiasa berubah dan berkembang, entah dilandasi oleh <a href="http://deking.wordpress.com/2007/03/24/dimanakah-batas-antara-ketidakpuasan-dan-ketidaksyukuran-itu/" target="_blank">keinginan ataupun kebutuhan</a>. Hal itulah yang menyebabkan  <a href="http://fertobhades.wordpress.com/2007/12/11/aman-portal-dan-paranoid/" target="_blank">piramida Maslow mengalami perubahan</a> puncaknya dari <em>self actualitation</em> menjadi <em>self transcendence.</em> Terjadinya perubahan (kebutuhan) tersebut sebenarnya merupakan suatu akibat dari terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia pada suatu level.</p>
<p align="justify"><span id="more-447"></span></p>
<p align="justify"> Sebagai salah satu unsur yang ada dalam kehidupan, matematika juga memuat perubahan. Perubahan dalam matematika lebih sering dikenal dengan nama transformasi. Ada empat macam transformasi dasar dalam matematika, yaitu translasi (pergeseran), rotasi (perputaran), refleksi (pencerminan), dan dilatasi (perbesaran).</p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><strong>Translasi (pergeseran)</strong></p>
</li>
<p align="justify">Secara gampangnya translasi merupakan suatu perubahan posisi yang diperoleh dengan cara menggeser.</p>
<li>
<p align="justify"><strong>Rotasi (perputaran)</strong></p>
</li>
<p align="justify">Perubahan posisi dalam rotasi diperoleh dengan cara memutar obyek  dengan  mengacu pada  pusat perputaran tertentu. Rotasi berbeda dengan translasi karena perubahan posisi pada translasi tidak mengacu pada suatu titik tertentu. Keistimewaan dari rotasi adalah jarak antara titik pusat dengan masing-masing bagian dari obyek yang diputar akan selalu tetap, seberapa jauh pun obyek itu diputar.</p>
<li>
<p align="justify"><strong>Refleksi (pencerminan)</strong></p>
</li>
<p align="justify">Refleksi merupakan perubahan yang dilakukan dengan mencerminkan suatu obyek terhadap suatu garis (untuk dua dimensi) atau bidang (untuk tiga dimensi). Refleksi biasanya tidak hanya perubahan posisi, tetapi juga diiringi dengan perubahan bentuk.</p>
<li><strong>Dilatasi (perbesaran)</strong></li>
<p align="justify">Seperti halnya refleksi yang tidak hanya terpaku pada perubahan posisi, dilatasi menghasilkan suatu perubahan ukuran selain perubahan posisi. Dilatasi diperoleh dengan mengalikan suatu obyek dengan faktor pengali tertentu (bisa memperbesar ataupun memperkecil).</p>
</ol>
<p align="justify">Untuk memperjelas penjelasan di atas, saya sertakan juga contoh-contoh gambar dari transformasi tersebut (<em>silakan diklik untuk memperjelas</em>).</p>
<p align="justify"> <a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/translasi.jpg" title="translasi.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/translasi.jpg?w=229&h=154" alt="translasi.jpg" height="154" width="229" /></a><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/rotasi.jpg" title="rotasi.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/rotasi.jpg?w=218&h=155" alt="rotasi.jpg" height="155" width="218" /></a></p>
<p align="justify">  <a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/refleksi.jpg" title="refleksi.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/refleksi.jpg?w=231&h=169" alt="refleksi.jpg" height="169" width="231" /></a><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/dilatasi.jpg" title="dilatasi.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/dilatasi.jpg?w=221&h=167" alt="dilatasi.jpg" height="167" width="221" /></a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="center"><font color="#ff0000"><strong>******** Transformasi dalam kehidupan********</strong></font></p>
<p align="justify">Seperti biasa, saya ingin mengaitkan konsep matematika tersebut ke dalam kehidupan. <font color="#0000ff">Tetapi maaf, untuk saat ini saya hanya akan mengaitkan konsep transformasi ke dalam kehidupan saya sendiri</font> &#8230; saya tidak akan melakukan maupun merekomendasikan upaya generalisasi. Sekali lagi ini untuk kehidupan saya pribadi &#8230;</p>
<ol>
<li><strong> Translasi</strong></li>
<p>Untuk translasi ini saya tidak akan berpanjang lebar. Sederhana saja, saya ingin bergeser menuju kedewasaan. Saya merasa kalau sampai saat ini saya belumlah menjadi sosok manusia yang dewasa.</p>
<li><strong> Rotasi</strong></li>
<p align="justify">Rotasi di sini bukan tentang roda kehidupan yang konon kabarnya senantiasa berputar kadang di atas kadang di bawah.sama sekali bukan karena maaf saya pribadi kurang setuju dengan ungkapan tsb, menurut saya kehidupan itu lebih mirip dengan grafik &#8220;equation of time&#8221; (lampiran terakhir dari thesis saya hehehe) yang mirip dengan grafik fungsi sinus tetapi tidak simetris. Lalu apa yang saya maksud dengan rotasi?<br />
Salah satu poin penting dari rotasi adalah adanya jarak yang selalu tetap, yaitu jarak terhadap suatu poin tertentu.  Jadi dengan ber-rotasi saya ingin tetap menjadi manusia yang <strong>konsisten</strong> pada hal-hal <strong>tertentu</strong> (mungkin tentang prinsip atau lainnya).</p>
<li><strong> Refleksi</strong></li>
<p align="justify">Seperti saya sebutkan di atas bahwa refleksi tidak hanya menghasilkan perubahan posisi, tetapi juga sering diiringi dengan perubahan bentuk. Oleh karena itulah sekarang saya ingin mengalami perubahan rupa (saya sengaja menganalogikan secara kasar antara bentuk dan rupa). Saya merasa selama ini saya sangat jarang &#8220;bercermin&#8221;, saya tidak menyadari betapa usaha saya untuk mempercantik <strike>mempertampan</strike> diri saya gagal total dan malahan hanya berujung pada banyaknya coreng moreng di wajah saya. Kenapa usaha saya tsb gagal? Jawabannya sederhana, yaitu cermin. Selama ini saya jarang sekali memakai &#8220;cermin&#8221; ketika saya &#8220;bersolek&#8221;, saya tidak tahu bagian mana dari wajah saya yang perlu &#8220;diperbaiki&#8221;. Hal tsb mengakibatkan saya tetap membiarkan bagian buruk wajah saya dan malahan saya membuat buruk bagian baik wajah saya. Oleh karena itu saya sangat berharap di masa-masa mendatang saya lebih mampu dan mau untuk menggunakan cermin.</p>
<li><strong> Dilatasi</strong></li>
<p align="justify">Dilatasi selalu diiringi perubahan ukuran (entah memperbesar maupun memperkecil). Oleh karena itulah saya berharap saya juga bisa men-transformasi diri saya secara dilatatif. Saya ingin meningkatkan (anggap meningkatkan sama dengan memperbesar) segala kebaikan yang saya miliki (seandainya saya memiliki kebaikan). Di lain sisi saya juga ingin memperkecil alias mengurangi segala kekurangan yang tentu saja saya miliki.</p>
</ol>
<p align="justify"> Demikianlah harapan-harapan saya di masa mendatang, semoga saja hal tsb masih bisa dianggap memenuhi kriteria <a href="http://sawali.wordpress.com/2007/12/11/refleksi-narcis-menjelang-akhir-tahun/" target="_blank">PR resolusi</a> yang diberikan oleh guru saya, <a href="http://sawali.wordpress.com/" target="_blank">Pak Sawali</a>. Saya akui resolusi saya masih terlalu general alias sangat luas dan kurang spesifik. Tetapi, ijinkan saya untuk memiliki resolusi yg luas karena bagi saya hal tsb akan lebih fleksibel, walau saya akui ke-luas-an resolusi saya tsb akan berakibat pada upaya yang mungkin kurang terarah.<br />
Mengenai jumlah (<em>sebenarnya secara matematika bukan jumlah, melainkan cacah alias &#8220;banyaknya&#8221;</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ) yang hanya empat itu bukan saya ikut-ikutan <a href="http://unclegoop.wordpress.com/2007/12/13/delapan/" target="_blank">Uncle Goop</a> apalagi bermaksud tidak menghormati Pak Sawali yang telah memberikan PR ini. BUKAN! Saya hanya menulis 4 resolusi bukan 8 karena menurut saya ada hubungan yang erat antara 4 (resolusi yg saya tulis), 8 (banyak resolusi yang &#8220;seharusnya&#8221;) dan 12 (bulan saya menulis resolusi). Hubungan tsb adalah 4= 12(mod <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> atau bisa juga 4+8=12 hehehe&#8230;<br />
Ehm agak serius sedikit, alasan saya hanya menulis 4 butir adalah karena saya merasa tidak bisa mencantumkan secara detail dan banyak semua resolusi saya. Resolusi bagi saya sepertinya lebih berdasar pada keinginan saya <strong>semata</strong>, tanpa adanya kesadaran akan (kemungkinan) <strong>kebutuhan saya yang sesungguhnya</strong>. Ya tentu saja saya tidak akan pernah tahu apa yang benar-benar saya butuhkan. Sehingga tidak mungkin saya mengakomodir semua resolusi saya (yang berawal dari keinginan semata tsb) dalam bentuk rangkaian kata karena keinginan saya sangat banyak dan sulit untuk memilih 8 di antara mereka.</p>
<p align="justify">Lalu kenapa saya tidak menuliskan resolusi saya berkaitan dengan ibadah, persembahan untuk orang tua dll? Terlalu lama jika saya harus menunggu tahun depan untuk memenuhi hal tsb (maaf ini pendapat saya dan saya juga tidak bermaksud menyalahkan teman-teman yang menuliskan poin-poin tsb), tetapi sebenarnya poin-poin detail tsb (agama dan orang tua) bisa jg dimasukkan ke resolusi-resolusi general saya kan?<br />
Oh ya maaf saya juga tidak bisa meneruskan PR ini ke delapan saudara saya karena saya merasa kesulitan untuk memilih 8 dari sekian banyak saudara saya.<br />
Kepada Pak Sawali, saya sudah mengerjakan PR lho. Dapat nilai berapa Pak? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"> <strong> Khusus kepada <a href="http://almascatie.wordpress.com" target="_blank">Almascatie</a>:</strong><br />
Maaf dulu saya menolak PR semacam ini dari Almascatie. Bukan apa-apa, tetapi secara jujur dulu saya benar-benar tidak ada ide tentang hal ini. Lha ide tulisan ini juga saya dapatkan ketika sedang tiduran sambil melamun, d<strike>an memang pada awalnya saya juga tidak berencana mengerjakan PR dari Pak Sawali.</strike> Karena Sebenarnya secara jujur saya tidak bisa dan tidak terbiasa untuk membuat tulisan-tulisan yang sedang trend, sama seperti <a href="http://unclegoop.wordpress.com/" target="_blank">Uncle Goop</a> yang cukup menikmati hal-hal aktual dari sumber-sumber lain. Selama ini saya lebih nyaman untuk membuat tulisan dengan gaya saya sendiri.</p>
<p align="justify"><strong>Tambahan:</strong><br />
<em>Ada beberapa teman yang &#8220;protes&#8221; karena saya tidak menanggapi komentar-komentar pada beberapa tulisan terdahulu. Saya benar-benar mohon maaf atas hal itu. Jujur saja saya masih agak lumayan sibuk, tetapi saya benar-benar akan berusaha kembali seperti dulu yaitu menanggapi komentar-komentar dari rekan-rekan. Insya Alloh postingan yang ini menjadi tonggak kembalinya tanggapan komentar dari saya &#8230; </em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/447/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/447/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=447&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/12/14/transformasi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/translasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">translasi.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/rotasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rotasi.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/refleksi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">refleksi.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/dilatasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dilatasi.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebijaksanaan Socrates (kisah dalam dua bahasa) &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/12/11/kebijaksanaan-socrates-kisah-dalam-dua-bahasa/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/12/11/kebijaksanaan-socrates-kisah-dalam-dua-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 14:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/12/11/kebijaksanaan-socrates-kisah-dalam-dua-bahasa/</guid>
		<description><![CDATA[Masih bukan matematika! Setelah kemarin sedikit menyinggung tentang Descartes maka sekarang saya ingin menuliskan sedikit kisah Socrates&#8230;
Tulisan saya kali ini hanyalah realisasi obsesi lama saya untuk memperkenalkan budaya daerah saya. Setelah dulu saya mengenalkan bagaimana wajah cantik tempat saya dilahirkan, yaitu disini dan disini, maka sekarang ijinkan saya untuk mengenalkan bahasa yang dulu saya pakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><em>Masih bukan matematika! Setelah kemarin sedikit menyinggung tentang Descartes maka sekarang saya ingin menuliskan sedikit kisah Socrates&#8230;</em><br />
Tulisan saya kali ini hanyalah realisasi obsesi lama saya untuk memperkenalkan budaya daerah saya. Setelah dulu saya mengenalkan bagaimana wajah cantik tempat saya dilahirkan, yaitu <a href="http://deking.wordpress.com/2007/05/27/tamasya-ke-banjarnegara-part-1/" target="_blank">disini</a> dan <a href="http://deking.wordpress.com/2007/05/27/tamasya-ke-banjarnegara-part-2/" target="_blank">disini</a>, maka sekarang ijinkan saya untuk mengenalkan bahasa yang dulu saya pakai untuk komunikasi sehari-hari <strong>dengan teman sebaya saya</strong>. Kenapa saya pertebal &#8220;dengan teman sebaya&#8221;? Karena saya menggunakan &#8220;kasta&#8221; yang berbeda-beda dalam berkomunikasi, saya menggunakan bahasa Jawa <em>kromo</em> untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang lebih tua dari saya sedangkan untuk teman sebaya saya menggunakan bahasa Jawa <em>ngoko</em>. Lalu kenapa kali ini saya memilih untuk menulis dengan bahasa Jawa <em>ngoko</em> yang tingkat kesopanan-nya kurang? Karena (menurut saya) perbedaan bahasa <em>ngapak</em> daerah saya dengan bahasa alus gaya <em>wetan</em> (Yogya-Solo dkk) terletak pada bahasa <em>ngoko</em>-nya. Pada tingkat <em>kromo</em> bisa dikatakan tidak ada perbedaan antara bahasa <em>ngapa</em>k dengan bahasa alus gaya <em>wetan</em>. Selain itu tulisan dengan bahasa Jawa <em>kromo</em> sudah sering ditayangkan oleh <a href="http://nudee.wordpress.com/" target="_blank">Pak Dee</a> sang pakar bahasa Jawa, contohnya di tulisan yang <a href="http://nudee.wordpress.com/2007/11/30/1461-dina-kepungkur/" target="_blank">ini</a>.<br />
Tetapi supaya tidak terkesan kosong dan hampa, tulisan versi Jawa saya kali ini akan <strong>berkisah tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Socrates" target="_blank">Socrates</a> sang bijaksana</strong>. Jangan khawatir bagi rekan-rekan yang tidak memahami bahasa Jawa karena saya juga menyediakan versi bahasa Indonesia dari tulisan saya ini . <strong>Bagi yang kurang ber<a href="http://deking.wordpress.com/2007/12/08/hasrat/" target="_blank">hasrat</a> untuk mengetahui bahasa daerah saya maka saya persilakan untuk langsung membaca yang versi bahasa Indonesia</strong>
</p>
<p align="justify"><span id="more-446"></span></p>
<p align="center"><font color="#ff0000"><strong>****</strong></font><font color="#0000ff"><strong>Kisah Socrates versi bahasa Jawa ngapak Banjarnegara</strong></font><font color="#ff0000"><strong>****</strong></font></p>
<p align="justify">Nang jaman Yunani kuno, Socrates kuwi jan kondhang temenan merga kepinterané sing mantep. Cerita nang ngisor iki kuwi ngisahna salah sawijiné kebijaksanaané Socrates<br />
Ing salah sawijiné dina, ana wong (sing jané ora patia akrab karo Socrates) ketemu karo Mbah Socrates nang ndalan.<br />
Wong kuwe langsung ngomong karo Socrates, &#8220;Hei Kang Crates, nyong duwé kabar tentang kancané njenengan lho. Kira-kira njenengan wis ngerti durung tentang kabar kuwe ya? Tak ceritani ya Kang?&#8221;<br />
Socrates langsung semaur, &#8220;Mengko dhimin Kang. Sedurungé njenengan crita tentang kancaku, nyong pengin njenengan lulus tes cilik2an. Tes iki tak jenengi Tes Telu(ng) Saringan (hehehe maksa banget ya terjemahané)&#8221;<br />
&#8220;Halah apa kuwe kok ana tes telu(ng) saringan barangan?&#8221;, wong mau langsung njawali.<br />
&#8220;Kaya kiyé Kang, sedurunge njenengan cerita kayané luwih kepénak nék dhéwék nyanté sedhéla sekaliyan nyaring apa sing arep njenengan ceritakna mau. Merga kuwi, tes iki tak jenengi tes SARINGAN&#8221;</p>
<p align="justify"><u><strong><font color="#ff0000">Saringan pertama: KEBENERAN</font></strong></u><br />
&#8220;Apa njenengan yakin temenan nék apa sing arep njenengan ceritakna kuwi bener? Yakin gola gokin apa ora?&#8221;, Socrates takon karo wong mau.<br />
Wong mau langsung semaur, &#8220;Jané sich ora Kang. Nyong mung krunga krungu baén babagan iki&#8221;<br />
Socrates nyambung maning, &#8220;Nach njenengan jebulé ora yakin temenan cerita mau jané bener apa nglombo. OK lah, ora papa mungkin njenengan isih bisa lolos saringan kaping loro&#8221;</p>
<p align="justify"><u><font color="#0000ff"><strong>Saringan kaping loro: KABECIKAN</strong></font></u><br />
&#8220;Nyong tak takon maning. Jané sing arep njenengan ceritakna mau kuwé hal sing apik apa ala?&#8221;, Socrates tambah nggetem le takon.<br />
Wong mau tambah bingung tapi ya tetep semaur baé, &#8220;Jané ya ora Kang. Kabar sing nyong krungu mau jané hal kurang apik.&#8221;<br />
Socrates saya nggetem nggoné omong, &#8220;Wéladhalah! Njenengan arep cerita hal kurang apik tentang kancaku tapi njenengan dhéwék ora yakin tur mantep kabar kuwé temenan apa mung lomboan. OK-lah, ora papa. Sapa ngerti njenengan lolos saringan terakhir.&#8221;<br />
&#8220;Nyong isih duwé saringan terakhir kiyé Kang, ya sapa ngerti njenengan lolos. Nek lolos ya mengko nyong diceritani kabar mau. Tapi nék ora lolos ya ngapura baén, mendhingan njenengan ora usah cerita kabar mau.&#8221;</p>
<p align="justify"><strong><u><font color="#ff0000">Saringan kaping telu: MAMPANGAT (MANFAAT):</font></u></strong><br />
Socrates nyambung maning, &#8220;Iki saringan terakhir ya kang. Apa sing arep njenengan ceritakna mau ana manfaaté nggo nyong?&#8221;<br />
Wong mau gagéyan njawab, &#8220;Ora Kang. Babar pisan cerita iki ora mampangat kanggo Kang Crates&#8221;<br />
Akhiré Socrates ngunjal ambegan &#8230; pfyuhhhh&#8230;pfyuhhhh&#8230;<br />
&#8220;Kaya kiyé ya Kang, nyong njaluk ngapura sedurungé. Nuwun séwu, lha <font color="#ff0000"><strong>ngapa njenengan arep nyeritakna kabaré kancaku nék kabar mau kuwé ora genah bener orané, ora apik kabaré tur ora ana mampangaté?</strong></font>&#8220;<br />
Nach hal-hal sing katoné sepélé kaya kuwi mau sing nggawé Socrates dadi saya bijaksana.<br />
Nach sedulur kabéh, ora ana salahé ngecék dhisit kabar-kabar sing ora-ora sa&#8217;durungé dhéwék njukut kesimpulan. Lewih apik maning mantapna kebeneran kabar sak durungé dhéwék NGRUNGOKNA kabar mau.
</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="center"> <font color="#0000ff"><strong>****</strong></font><font color="#ff0000"><strong>Kisah Socrates versi bahasa <font color="#ff0000">nasional Bahasa Indonesia</font></strong></font><font color="#0000ff"><strong>****</strong></font></p>
<p align="justify">Socrates merupakan tokoh dari jaman Yunani kuno yang dikenal akan kebijaksanaannya. Kisah berikut merupakan salah satu cerita akan kebijaksanaan Socrates…<br />
Pada suatu hari, Socrates bertemu dengan seorang yang sebenarnya tidak begitu akrab dengannya. Tanpa <a href="http://unclegoop.wordpress.com/2007/12/10/angin/" target="_blank">angin</a> tanpa hujan tiba-tiba orang tersebut langsung mengajak ngobrol Socrates, …<br />
“Wahai Socrates, tahukah engkau tentang kabar si X temanmu? Biarkan aku ceritakan kepadamu tentang kabar itu”, orang tsb langsung mengawali percakapan dengan Socrates.<br />
Socrates dengan tenang langsung menanggapi obrolan orang tsb dengan pertanyaan balik, “Sebentar wahai saudaraku. Sebelum engkau memberitahuku kabar temanku, ijinkan aku untuk mengajukan pertanyaan kepadamu. Aku sebut hal ini dengan nama ujian tiga saringan, jika engkau bisa melewati ketiga saringan tsb maka aku bersedia mendengar ceritamu”<br />
“Ujian tiga saringan? Seperti apakah ujian tsb wahai Socrates?”, dengan penuh bingung orang tsb pun bertanya.<br />
Sambil tersenyum, Socrates pun melanjutkan pembicaraannya “Baiklah, mari kita mulai saja dengan pertanyaan pertama …”<br />
<u><strong><font color="#0000ff">UJI KEBENARAN:</font></strong></u><br />
“Pertanyaanku yang pertama adalah apakah engkau benar-benar yakin dan percaya dengan kebenaran berita yang ingin engkau sampaikan itu?”, Socrates pun mulai mengajukan pertanyaan pertamanya.<br />
Dengan cepat dan masih penuh bingung orang tsb menjawab, “Tidak wahai Socrates. Sama sekali aku tidak tahu kabar yang aku ketahui ini benar atau tidak karena aku hanya mendengarkannya dari mulut ke mulut”<br />
“Waduch … ternyata engkau sendiri tidak yakin akan kebenaran berita tsb. Lalu kenapa engkau ingin memberitahukan padaku suatu berita yang belum pasti? Tapi tidak apa wahai saudaraku, aku masih ada dua pertanyaan lagi yang mungkin bisa membuatku  mau mendengar berita tsb.”, dengan bijaksana Socrates meneruskan pembicaraannya.</p>
<p align="justify"> <u><strong><font color="#ff0000">UJI KEBAIKAN:</font></strong></u><br />
“Sekarang mari kita coba pertanyaan kedua wahai saudaraku. Apakah berita yang kamu bawa itu mengandung nilai-nilai kebaikan?”, Socrates melanjutkan pertanyaan yang selanjutnya.<br />
“Maaf Socrates, untuk kali ini aku hanya membawa kabar yang kurang baik tentang kawanmu.”, dengan wajah penuh penyesalan orang tsb memberikan jawabannya.<br />
“Mmmm… saudaraku, ternyata engkau ingin memberitahukan padaku tentang berita kurang baik akan kawanku yang engkau sendiri tidak yakin benar akan kebenaran berita tsb.  Tapi tidak apa-apa wahai saudaraku karena kadang sesuatu yang kurang baik dan tidak jelas pun masih memberikan manfaat untuk kita.”</p>
<p align="justify"> <u><strong><font color="#0000ff">UJI KEBERMANFAATAN:</font></strong></u><br />
“Nach, kebermanfaatan itulah yang menjadi pertanyaan terakhirku. Apakah berita yang engkau bawa memberikan manfaat untukku wahai saudaraku?”, Socrates pun mengajukan pertanyaan terakhirnya.<br />
Setelah sedikit berpikir, orang tsb pun memberikan jawaban “Mmmmmm … menurutku berita yang aku bawa ini tidak akan memberikan manfaat apapun untukmu wahai Socrates.”<br />
“Begini wahai saudaraku. Sebelumnya aku mohon maaf jika aku untuk saat ini tidak bersedia mendengarkan kabar yang engkau bawa. Untuk apa aku mendengarkan beritar kurang baik tentang temanku jika berita tsb tidak akan memberikan manfaat apapun untukku, apalagi kebenaran dari berita tsb juga tidak jelas.”, Socrates pun menutup pembicaraan dan langsung pergi …<br />
Semoga kisah singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menerima dan memberikan reaksi akan suatu berita. <strong>Sudahkah kita mempertimbangkan dan mengkaji kebenaran, kebaikan dan kebermanfaatan dari suatu berita? </strong>Dengan menerapkan ketiga saringan tsb, mungkin kita <a href="http://sawali.wordpress.com/2007/12/09/tak-perlu-bersikap-reaktif/" target="_blank">tidak terlalu reaktif</a> dalam menyikapi suatu kabar. Termasuk dalam menyikapi suatu blog yang sepertinya lumayan memancing reaksi beraneka ragam.
</p>
<p align="center"><strong>**********************</strong></p>
<p align="justify">Tulisan ini tidak saya maksudkan untuk suku-isme. Sama sekali tidak!!!<br />
Saya hanya berusaha untuk memperkenalkan (dan semoga bisa melestarikan) salah satu budaya bangsa, ya hanya budaya bahasa inilah yang bisa saya kuasai dan pertahankan sampai detik ini.
</p>
<p align="justify">Oh ya, kisah Socrates ini saya dapatkan dari milis tetapi sedikit banyak sudah saya lakukan perubahan cerita tanpa merubah makna</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/446/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/446/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=446&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/12/11/kebijaksanaan-socrates-kisah-dalam-dua-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasrat &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/12/08/hasrat/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/12/08/hasrat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 04:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/12/08/hasrat/</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya ini saat yang tidak tepat bagi saya sendiri untuk ber-matematika, jadi mari kita mengobrol santai  
&#160;
Kali ini saya ingin sedikit berbicara tentang hasrat, tetapi saya akan mengawalinya dengan sedikit menyentuh passion. Sebenarnya saya bingung istilah yang tepat untuk passion (mungkin ada rekan-rekan yang tahu?), tetapi mbah Wiki di sini menyebutkan kalau sedikit-banyak passion [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;">Sepertinya ini saat yang tidak tepat </span><strike>bagi saya sendiri</strike><span style="font-style:italic;"> untuk ber-matematika, jadi mari kita mengobrol santai</span> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini saya ingin sedikit berbicara tentang hasrat, tetapi saya akan mengawalinya dengan sedikit menyentuh <span style="font-style:italic;">passion</span>. Sebenarnya saya bingung istilah yang tepat untuk <span style="font-style:italic;">passion</span> (mungkin ada rekan-rekan yang tahu?), tetapi mbah Wiki <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Passions_of_the_Soul" target="_blank">di sini</a> menyebutkan kalau sedikit-banyak <span style="font-style:italic;">passion</span> bisa diekuivalenkan dengan emosi. Walaupun begitu, tetap ada perbedaan antara <span style="font-style:italic;">passion</span> dan emosi yaitu passion lebih berkesan pasif (dari sudut pandang subyek) karena penyebab <span style="font-style:italic;">passion</span> adalah pihak luar (eksternal) sedangkan emosi lebih bersifat aktif karena penyebab emosi ada di dalam diri subyek (internal). <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Descartes" target="_blank">Descartes,</a> di bukunya yang berjudul <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Passions_of_the_Soul" target="_blank"><strong><span style="font-style:italic;">Passions of the Sou</span>l</strong></a> (<em>Les passions de l&#8217;âme</em>), menyebutkan bahwa ada enam <span style="font-style:italic;">passion</span> dasar yang dimiliki manusia yaitu <strong><font color="#00ff00">kekaguman</font>, <font color="#ff99cc">cinta</font>, <font color="#ff0000">kebencian</font>, <font color="#0000ff">hasrat</font>, <font color="#00ccff">kebahagiaan</font> </strong>dan<strong> <font color="#000000">kesedihan</font></strong>. Tetapi untuk kali ini perkenankan saya untuk hanya memilih hasrat sebagai topik membual.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-445"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu hasrat? Secara sederhana hasrat adalah keinginan tetapi hasrat bukan hanya sekedar keinginan untuk meraih hal-hal &#8220;baik&#8221; yang belum kita miliki tetapi juga mencakup keinginan untuk mempertahankan segala &#8220;kebaikan&#8221; yang sudah kita miliki. Hasrat merupakan  motivator pertama bagi jiwa untuk melakukan suatu tindakan. Betapa pentingnya arti hasrat bagi tindakan membuat Descartes menyatakan bahwa <strong>hasrat juga  merupakan jembatan antara <span style="font-style:italic;">passion</span> yang lain dan tindakan nyata kita</strong>. Jadi hasrat sangat berpengaruh dalam perubahan kondisi potensial menjadi kondisi faktual. Segala potensi akan sia-sia tanpa adanya hasrat untuk mewujudkannya menjadi suatu aksi. Eh lalu bagaimana dengan peringatan rutin Bang Napi (tokoh di salah satu TV swasta), &#8220;<em>Waspadalah! Karena kejahatan tidak muncul hanya karena adanya niat, tetapi juga kesempatan</em>&#8220;? Bisakah kita samakan niat yang dimaksud Bang Napi tsb dengan hasrat? Seandainya iya maka itu berarti suatu aksi (dalam hal ini kejahatan) bisa muncul tanpa adanya hasrat (yaitu niat), melainkan cukup dengan kesempatan. Benarkah hal tsb? Menurut saya jawabannya adalah TIDAK!! Menurut saya niat berbeda dengan hasrat itu sendiri karena niat sudah merupakan perwujudan dari hasrat, ya &#8230; niat merupakan suatu bentuk reaksi dari aksi yang bernama hasrat atau dengan kata lain niat adalah turunan dari fungsi hasrat *<em>halah matematikanya tetap muncul</em>*. Pada awalnya kita sudah memiliki suatu hasrat yang terlebih dahulu kita &#8220;terjemahkan&#8221; menjadi aksi abstrak berupa niat sebelum pada akhirnya (mungkin) kita lakukan finalisasi dalam bentuk aksi yang konkrit alias perbuatan nyata. Lalu bagaimana dengan kejahatan karena kesempatan? Tidak jauh beda dengan &#8220;versi&#8221; niat &#8230; kesempatan yang melandasi suatu kejahatan bukan berarti tidak ada niat di dalamnya &#8230; apalagi hasrat. Di dalam kesempatan tsb ada hasrat dan juga niat, hanya saja hasrat dan niat tsb datangnya lebih terlambat dari kejahatan yang diawali dengan niat. <font color="#ff0000"><strong>Bagaimanapun juga hasrat akan menemani hidup kita &#8230; dia akan selalu mengiringi kita. Waspadalah&#8230;waspadalah!!!</strong></font></p>
<p style="text-align:justify;">Oh ya &#8230; di bagian akhir buku <em>Passions of the Soul</em>, Descartes menyatakan bahwa <font color="#0000ff"><strong>&#8220;<em>it is on the passions alone that all the good and evil of this life depends</em>&#8220;</strong></font>. Jadi passion sangat bertanggung jawab atas lahirnya tindakan yang dalam hal ini hanya merupakan suatu akibat. Jadi bagaimana kawan? Menjadi malaikat atau iblis hanya tergantung pada KEMAUAN dan KEMAMPUAN untuk mengendalikan hasrat (<strong>ingat bahwa hasrat-lah yang menjembatani adanya perwujudan passion dalam bentuk tindakan</strong>).</p>
<p align="center"><strong>*****************************************</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> Tulisan ini saya persembahkan untuk seorang <a href="http://" title="orang aneh yang menyedihkan ... ">sahabat</a> saya yang jelek dan aneh, panggil saja dia <strong><font color="#0000ff">Bunga</font></strong> <strike><strong>Bangkai</strong></strike> (padahal dia laki-laki hahahaha <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ). Sahabat saya tsb pernah berbagi kisah kehidupannya pada saya dan dari kisah beliau tsb saya juga semakin banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan. Beruntunglah dia yang mempunyai sahabat seperti saya yang akhirnya mau memenuhi <strike>rengekannya</strike> permintaannya akan sebuah tulisan khusus berkaitan dengan penderitaan yang sedang dialaminya. Berhubung sahabat saya tsb sedang banyak pikiran, maka saya pilih pendekatan non matematika untuk tulisan ini &#8230;<br />
Betapa beruntungnya rekan-rekan semua yang tidak kenal sahabat saya tsb *iri mode ON*, rugi sekali memiliki kawan seperti dia hehehehe<br />
Hehehehehe <em>peace</em> bro &#8230;<br />
Sekali lagi bro,  &#8220;<em>it is on <strike>the</strike> (your) passions alone that all the good and evil of <strike>this</strike> (your) life depends</em>&#8220;.<br />
<em> So just make your decision and be ready for all its consequences</em>&#8230; <em>No regret nor cry!!!!!!!! </em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/445/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/445/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=445&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/12/08/hasrat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Implikasi-biimplikasi kehidupan &#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/12/05/implikasi-biimplikasi-kehidupan/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/12/05/implikasi-biimplikasi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 15:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/12/05/implikasi-biimplikasi-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[ Salam semuanya &#8230;
Perkenankanlah saya untuk kembali menulis lagi dan sekarang saya ingin kembali membual tentang matematika dan kehidupan, yang sepertinya tulisan saya saat ini bisa saja dikaitkan dengan tulisan saya yang ini.

Bagi rekan rekan yang pernah kenal dengan logika (apalagi rekan-rekan yang bergelut bidang komputer) tentu akrab dengan yang namanya implikasi (jika - maka) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"> Salam semuanya &#8230;<br />
Perkenankanlah saya untuk kembali menulis lagi dan sekarang saya ingin kembali membual tentang matematika dan kehidupan, yang sepertinya tulisan saya saat ini bisa saja dikaitkan dengan tulisan saya yang <a href="http://deking.wordpress.com/2007/11/16/matematika-yang-demokratis-pancasila-atau-demokrasi-pancasila-yang-matematis/" target="_blank">ini</a>.</p>
<p align="justify"><span id="more-440"></span><br />
Bagi rekan rekan yang pernah kenal dengan logika (apalagi rekan-rekan yang bergelut bidang komputer) tentu akrab dengan yang namanya implikasi (jika - maka) dan biimplikasi (jika dan hanya jika). Tetapi tidak ada salahnya jika saya (seperti biasa) mengajak rekan-rekan untuk mengingat kembali tentang implikasi dan biimplikasi.
</p>
<p align="center"><font color="#0000ff"><strong>******Implikasi dan biimplikasi******</strong></font></p>
<p align="justify"><em>[Bagian ini bisa dilewati bagi yang masih ingat tentang implikasi dan biimplikasi]</em></p>
<p align="justify"><font color="#ff0000"><strong>Implikasi </strong></font></p>
<p align="justify">Implikasi diwujudkan dengan pernyataan &#8220;jika-maka&#8221; atau juga &#8220;<em>if-then</em>&#8220;.<br />
Implikasi adalah suatu pernyataan logika yang <strong>hanya akan bernilai salah</strong> ketika sebab (atau antiseden) bernilai benar <strong>DAN</strong> akibat (atau konsekuen) bernilai salah (ingat ada kata &#8220;DAN&#8221; lho ya). Untuk lebih jelasnya kita lihat tabel kebenaran berikut:
</p>
<p align="center"> <a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/implikasi.jpg" title="implikasi.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/implikasi.jpg" alt="implikasi.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Tetapi kita harus ingat kalau &#8220;jika A maka B&#8221; tidak sama dengan &#8220;jika B maka A&#8221; karena alur implikasi hanyalah berjalan satu arah saja.</p>
<p align="justify"><strong>Contoh:</strong></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><em>&#8220;Jika lampu merah menyala maka kendaraan bermotor akan berhenti&#8221;</em></font><br />
Hal berikut tidak akan sama (secara umum) dengan pernyataan tersebut di atas:<br />
<font color="#0000ff"><em>&#8220;Jika kendaraan bermotor berhenti maka lampu merah menyala&#8221;</em></font><br />
Lha coba kalau kendaraan berhenti karena ban-nya kempes, apa lantas lampu merahnya menyala? Saya rasa tidak, jika hal tsb terjadi maka saya rasa hanya kebetulan belaka <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />
</p>
<p align="justify"><font color="#ff0000"><strong>Biimplikasi</strong></font></p>
<p align="justify">Biimplikasi diwujudkan dengan istilah &#8220;jika dan hanya jika&#8221; atau &#8220;<em>iff</em>&#8221; alias &#8220;<em>if and only if</em>&#8220;. Secara gampangnya biimplikasi adalah sepasang implikasi dari arah yang berlawanan, jadi untuk biimplikasi nilai kebenaran tidak akan berubah walau kita mengubah arahnya. Biimplikasi akan bernilai benar selama kedua &#8220;pihak&#8221; memiliki nilai kebenaran yang sama (sama-sama benar atau sama-sama salah).<br />
Tabel kebenaran:
</p>
<p align="center"><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/biimplikasi.jpg" title="biimplikasi.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/biimplikasi.jpg" alt="biimplikasi.jpg" /></a></p>
<p align="justify"> Berbeda dengan implikasi yang hanya berjalan satu arah, biimplikasi memiliki alur perjalanan dua arah sehingga akan berlaku &#8220;A jika dan hanya jika B&#8221; bernilai sama dengan &#8220;B jika dan hanya jika A&#8221;.</p>
<p align="center"><font color="#0000ff"><strong>***** Implikasi-biimplikasi dalam kehidupan*****</strong></font></p>
<p align="justify">OK, sekarang saya akan mengaitkan konsep implikasi dan biimplikasi tersebut dalam konteks kehidupan (bernegara?). Seperti saya sebutkan di awal tulisan ini, mungkin tulisan saya kali ini bisa dikaitkan dengan tulisan saya tentang <a href="http://deking.wordpress.com/2007/11/16/matematika-yang-demokratis-pancasila-atau-demokrasi-pancasila-yang-matematis/" target="_blank">matematika dan berserikat,</a> tapi sebenarnya tulisan ini bersifat general kok.<br />
Seperti biasa hal terpenting dalam bualan saya selama ini adalah definisi karena saya mencoba menggabungkan dua domain yang berbeda (yaitu matematika dan kehidupan), jadi pendefinisian merupakan hal utama sebelum pembahasan lebih lanjut. Kali ini saya akan mendefinisikan makna nilai kebenaran dari implikasi (maupun biimplikasi).</p>
<p align="justify"><font color="#800080"><strong>Implikasi dalam kehidupan: </strong></font><br />
Untuk saat ini saya mendefinisikan <font color="#ff0000">&#8220;benar&#8221;</font> pada <strong>P</strong> (yaitu bagian sebab alias antiseden) sebagai <font color="#ff0000">&#8220;memberi perintah&#8221;</font>  dan <font color="#0000ff">&#8220;benar&#8221;</font> pada <strong>Q</strong> (yaitu akibat atau konsekuen) sebagai <font color="#0000ff">&#8220;menjalankan perintah&#8221;. </font><font color="#000000">Untuk nilai &#8220;salah&#8221; saya definisikan sebaliknya. Dan berikut tabel kebenaran dari implikasi versi baru (silakan kalau mau diklik supaya terlihat lebih jelas, gratis kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ):</font>
</p>
<p align="justify"> <a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/new-table-1.jpg" title="new-table-1.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/new-table01.jpg" title="new-table01.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/new-table01.jpg" alt="new-table01.jpg" height="85" width="487" /></a></p>
<p align="justify">Dalam kehidupan (apalagi dalam berserikat) kita tentu tidak akan lepas dari suatu proses pemberian DAN penerimaan keputusan atau perintah atau pendapat atau lainnya (<em>tetapi dalam tabel baru saya sengaja memilih &#8220;perintah&#8221;</em> <em>yang secara sepihak bisa saya anggap mirip dengan &#8220;keinginan&#8221;</em>). Apa maksud tabel kebenaran tsb?<br />
Sebagai contoh mari kita lihat pada bagian data di baris kedua. Seperti bisa kita lihat pada tabel kebenaran kalau pada baris kedua implikasi bernilai salah karena bagian &#8220;sebab&#8221; bernilai &#8220;benar&#8221; DAN bagian &#8220;akibat&#8221; bernilai &#8220;salah&#8221;. Apa artinya jika kita kaitkan dalam kehidupan nyata?<br />
<strong> Artinya adalah kita akan divonis salah alias melanggar peraturan jika kita tidak melaksanakan perintah para &#8220;atasan&#8221; !!!</strong><br />
Selain itu, seperti sudah saya sebutkan di awal bahwa implikasi hanya &#8220;berjalan&#8221; satu arah dan begitu juga jika kita kaitkan dengan kehidupan nyata dimana &#8220;bawahan&#8221; tidak bisa memberi perintah (atau menuntut pemenuhan keinginannya) kepada &#8220;atasan&#8221;. Dan jika boleh saya mengaitkannya dengan kehidupan bernegara (kita), sepertinya sampai saat ini rakyat juga masih berada di pihak &#8220;bawahan&#8221; yang selalu diinjak-injak dan disuruh untuk memenuhi kebutuhan para &#8220;atasan&#8221; dan akan selalu berada pada posisi rugi jika tidak menuruti &#8220;perintah&#8221; para &#8220;atasan&#8221;. Lalu dimanakah letak nilai-nilai demokrasi yang konon kabarnya <strong>&#8220;pemerintahan itu dari, oleh dan UNTUK rakyat&#8221;</strong>?.</p>
<p align="justify"><font color="#800080"><strong>Biimplikasi dalam kehidupan:</strong></font><br />
Untuk biimplikasi saya rasa lebih sederhana dalam mengaitkannya ke konteks kehidupan keseharian kita. Seperti telah kita ketahui bersama kalau biimplikasi hanya akan bernilai benar jika kedua belah &#8220;pihak&#8221; memiliki nilai kebenaran yang sama, jadi biimplikasi dalam kehidupan akan tercapai ketika kedua belah pihak memiliki &#8220;kekuatan&#8221; yang sama. Dalam hal ini tidak masalah jika tetap ada pihak yang memimpin-mengatur dan pihak yang dipimpin-diatur, tetapi yang lebih penting adalah adanya kekuatan dan hak dari pihak yang diatur-dipimpin untuk memberikan penolakan atas keputusan pihak pemimpin-pengatur. Kalau dalam pelajaran PMP atau PPKn <strike>yang sepertinya selalu hanya sebatas teori saja tanpa ada pengamalan yang nyata</strike> hal ini disebut sebagai MUFAKAT, sama-sama setuju dan sama-sama untung maupun rugi.<br />
Oleh karena itu inilah saatnya kita merubah keadaan, sekarang mari kita wujudkan adanya biimplikasi dalam kehidupan  kita ini. Mari kita jadikan diri kita sebagai pihak yang memiliki <em>bargaining position</em> dan <em>bargaining power</em> yang kuat supaya kita tidak hanya menurut apa perintah &#8220;atasan&#8221; saja. Salah satu cara pertama dari upaya tsb adalah mari kita tingkatkan dan tunjukkan kualitas diri kita, dengan kualitas diri yang bagus tentu (harapannya) kita akan semakin dianggap dan diakui.<br />
<font color="#0000ff"><em>Belajar yang rajin ya nak. Ngeblog boleh tapi jangan lupa kerjakan tugas sekolah, kuliah, <a href="http://aryaperdhana.wordpress.com/" target="_blank">skr</a><a href="http://antobilang.wordpress.com/" target="_blank">ipsi</a>, <a href="http://asruldinazis.wordpress.com/" target="_blank">TA</a>, <a href="http://deking.wordpress.com/" target="_blank"><strike>thesis</strike></a></em>- *sambil lirik Arul, Arya, Anto <strike>dan</strike> <strike>diri sendiri</strike>*</font><br />
Memang sich, ada kenyataan pahit yang harus kita hadapi di negara kita ini karena di negara kita sepertinya kebijakan lebih berpihak pada &#8220;kulit&#8221; yang berupa status. Di negara kita ini sepertinya lembar-lembar ijazah masih jauh lebih berharga dari kecakapan pikiran dan tenaga, bahkan yang lebih parah negara kita juga lebih menghargai wajah-wajah asing (baca: expatriat) yang pada kenyataannya seringkali kemampuan mereka tidak lebih baik dari kemampuan putra bangsa. <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/03/kamu-expatriat-aku-expert/" target="_blank">Lha koneksi hilang gara-gara wireless tidak dinyalakan kok malahan menyalahkan network</a> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Tetapi sulit itu bukan berarti tidak mungkin kan?</strong> *<em>meminjam perkataan <a href="http://smellsliketeenspirit.wordpress.com/" target="_blank">Alex</a></em>*
</p>
<p align="justify"><em>Omong-omong</em> biimplikasi dalan konteks kenegaraan seperti apa ya? Sepertinya hal ini lebih mudah dicapai, jika wakil-wakil kita di DPR sana benar-benar mewakili aspirasi kita maka dijamin akan terwujudlah biimplikasi dalam kehidupan kenegaraan kita. Lalu bagaimana caranya? Jangan-jangan seperti yang dikatakan Slank &#8230; &#8220;100 tahun lagi mungkin&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">*<em>scroll up</em>*<br />
Busyet &#8230; mentang-mentang lama tidak nulis, sekalinya datang langsung panjang begini.<br />
*cuek*</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/440/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/440/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=440&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/12/05/implikasi-biimplikasi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/implikasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">implikasi.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/biimplikasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">biimplikasi.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/12/new-table01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">new-table01.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulisan gado-gado: antara bubur, pohon pisang dan semangat [Tulisan santai ala deKing]</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/11/19/tulisan-gado-gado-antara-bubur-pohon-pisang-dan-semangat-tulisan-santai-ala-deking/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/11/19/tulisan-gado-gado-antara-bubur-pohon-pisang-dan-semangat-tulisan-santai-ala-deking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 21:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat tidak mutu...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/11/19/tulisan-gado-gado-antara-bubur-pohon-pisang-dan-semangat-tulisan-santai-ala-deking/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan maksud saya untuk menyalahi pakem blog saya, lha saya memang tidak mempunyai pakem tertentu untuk blog saya ini kok 
Walaupun saya selama ini sering memakai matematika, itu sebenarnya hanyalah salah satu cara saya untuk menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan (*halah*). Untuk kali ini saya akan menulis tanpa pendekatan matematika. Anggap saja tulisan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Bukan maksud saya untuk menyalahi pakem blog saya, lha saya memang tidak mempunyai pakem tertentu untuk blog saya ini kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Walaupun saya selama ini sering memakai matematika, itu sebenarnya hanyalah <strong>salah satu</strong> cara saya untuk menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan (*halah*). Untuk kali ini saya akan menulis tanpa pendekatan matematika. Anggap saja tulisan ini sebagai selingan sebelum tulisan matematika saya yang sudah nongkrong di draft keluar dari persembunyiannya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /><br />
Tulisan ini merupakan tulisan gado-gado yang memang saya tulis secara agak acak-acakan. Tetapi semoga penyajian yang kurang indah ini tetap menyisakan cita rasa (baca: pesan) yang masih bisa dinikmati.
</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="center"><font color="#ff0000"><strong>********** Sepenggal kisah bubur**********</strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<blockquote>
<p align="justify"><em>[?] Masak berapa takar hari ini mak?</em></p>
<p align="justify"><em>[+] Sedikit dikurangi dari takaran kemarin?</em></p>
<p align="justify"><em>[?] Kenapa mak?</em></p>
<p align="justify"><em>[+] Karena kemarin tidak ada yang membeli bubur kita nak.</em></p>
<p align="justify"><em>[-] oooo …..</em></p>
<p align="justify"><strong><em>Keesokan harinya …</em></strong></p>
<p align="justify"><em>[?] Apakah hari ini kita masak bubur dengan porsi yang lebih sedikit lagi mak?</em></p>
<p align="justify"><em>[+] Iya anakku. Kenapa kamu bertanya begitu?</em></p>
<p align="justify"><em>[?] Karena kemarin tetap masih belum ada pembeli juga mak. Benar kan mak?</em></p>
<p align="justify"><em>[+] Engkau benar anakku. Mari bantu emakmu ini …</em></p>
<p align="justify"><strong><em>Keesokan harinya … lagi …</em></strong></p>
<p align="justify"><em>[?] Kenapa masih masak bubur mak? Bukankah kemarin juga masih belum ada yang membeli bubur kita?</em></p>
<p align="justify"><em>[+] Itu kan kemarin nak. Kita belum tahu rejeki yang diberikan Alloh hari ini. Semoga saja hari ini kita dapat pembeli bubur …</em></p>
<p align="justify"><em>[?] Tapi mak …</em></p>
<p align="justify"><strong><em>Sore harinya …</em></strong></p>
<p align="justify"><em>[+] Benar apa yang emak bilang tadi kan nak? Kita tidak akan pernah tahu rejeki yang akan Alloh berikan pada kita.</em></p>
<p align="justify"><em>[?] iya mak … *tanpa berkata2 langsung memeluk emak*</em></p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kenapa saya menuliskan dialog tsb? Silakan saja dinikmati dialog tsb, semoga ada pesan yang bisa diambil. Disimpan dulu ya pesannya &#8230;</p>
<p align="justify"><span id="more-439"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="center"><strong><font color="#ff0000">*******Semangat pohon pisang*******</font></strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ada yang tidak tahu buah pisang? Semoga saja tahu semua &#8230;<br />
Ada yang tahu pohon pisang? Mungkin ada yang tidak tahu seperti apa dan bagaimana sesungguhnya pohon pisang itu &#8230;
</p>
<p align="justify">Saya merupakan salah satu orang yang lumayan tertarik dengan yang namanya pohon pisang. Kenapa? Pertama tentu saja karena asas kebermanfaatannya. Sama seperti halnya pohon kelapa, hampir semua bagian &#8220;tubuh&#8221; pohon pisang bisa dimanfaatkan. Tapi ada hal lain yang membuat pohon pisang bagi saya memiliki posisi yang lebih tinggi daripada pohon kelapa. Bagi yang benar-benar kenal dengan pohon pisang maka akan tahu kalau pohon pisang itu lumayan susah dimatikan (beda dengan pohon kelapa). Jika kita menebas batang pohon pisang maka dia akan tetap hidup dan selalu tumbuh. Bahkan ketika kita  batang pohonnya kita hancurkan sekali pun, pohon pisang tetap akan bangkit dan tumbuh lagi. Pohon pisang akan tetap tumbuh lagi selama &#8220;umbi&#8221;-nya tidak hancur. Yupzx &#8230; pohon pisang memiliki semangat juang yang sangat tinggi. Jangan anggap remeh tubuh pohon pisang yang lunak (tidak sekeras pohon kelapa). Lihatlah yang ada di dalam tubuh lemah tsb!!! Ada selaksa semangat terkandung dalam tubuh lemah itu.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"> Maaf tidak ada bagian penutup dari tulisan ini karena tulisan ini memang tidak berpenutup &#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>PS:</strong></p>
<ol>
<li>Bagian dialog tentang kisah bubur di awal tulisan ini saya cuplik dari komentar saya sendiri di blog <a href="http://unclegoop.wordpress.com/2007/11/15/diantara-kepalan-cotto-dan-butiran-bakso/#comment-269" target="_blank">Paman Goop</a>. Dan apa yang ada dalam dialog tsb benar-benar kisah nyata yang dialami langsung oleh seorang deking a.k.a manusia biasa. Ya&#8230;deKing merupakan anak dari seorang ibu yang tinggal di desa dan pernah menjual bubur (di bawah pohon di halaman rumah) selama tiga hari tanpa pembeli.</li>
<li>Silakan dicari sendiri keterkaitan antara kisah bubur dan pohon pisang tsb.</li>
</ol>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><strong>[Dedicated to my emak, as a (belated) birthday present. It should have been written on 15 November]</strong></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/439/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/439/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=439&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/11/19/tulisan-gado-gado-antara-bubur-pohon-pisang-dan-semangat-tulisan-santai-ala-deking/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matematika yang demokratis (Pancasila) atau demokrasi (Pancasila) yang matematis?</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/11/16/matematika-yang-demokratis-pancasila-atau-demokrasi-pancasila-yang-matematis/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/11/16/matematika-yang-demokratis-pancasila-atau-demokrasi-pancasila-yang-matematis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 23:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/11/16/matematika-yang-demokratis-pancasila-atau-demokrasi-pancasila-yang-matematis/</guid>
		<description><![CDATA[Ya &#8230;saya manusia biasa yang benar-benar biasa ini (mulai) kembali lagi. Tetapi seperti biasa, tulisan ini hanyalah sekedar kebiasaan yang biasa dan memang biasa-biasa saja adanya. Jadi saya harap rekan-rekan untuk bisa membiasakan diri dengan bahasa-bahasa dan pesan-pesan saya yang selalu biasa-biasa saja ini &#8230;   
 ****************************************

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><em>Ya &#8230;saya <strong>manusia biasa</strong> yang benar-benar <strong>biasa</strong> ini (mulai) kembali lagi. Tetapi seperti <strong>biasa</strong>, tulisan ini hanyalah sekedar ke<strong>biasa</strong>an yang <strong>biasa</strong> dan memang <strong>biasa-biasa </strong>saja adanya. Jadi saya harap rekan-rekan untuk bisa mem<strong>biasa</strong>kan diri dengan bahasa-bahasa dan pesan-pesan saya yang selalu biasa-biasa saja ini &#8230; </em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center"> ****************************************</p>
<blockquote>
<p align="justify"><font color="#ff0000"><strong>Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan</strong> <strong>sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.</strong></font></p>
</blockquote>
<p align="justify">Hayo&#8230;jangan-jangan sudah banyak yang lupa dengan kalimat di atas? Ayo ngaku! Yupzx&#8230;kalimat di atas merupakan bunyi pasal 28 UUD 1945 yang saya kopi pais secara utuh dari <a href="http://www.perdaonline.org/" target="_blank">sini</a>. Lho, memang ada hubungannya antara pasal 28 UUD 1945 tsb dengan matematika? Hohoho&#8230;tentu saja ada, walau <font color="#ff0000"><strong>dipaksakan dengan amat sangat</strong></font> (seperti <strong>biasa</strong>nya) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><span id="more-438"></span></p>
<p align="justify">Begini&#8230;langsung saja ya&#8230; Apa yang saya maksudkan dengan matematika dan demokrasi adalah berkaitan dengan konsep modulo dalam matematika. Maaf, mungkin sebaiknya saya awali dengan mengingatkan kembali apa yang dimaksud dengan modulo. Saya lebih akan memakai contoh untuk mengingatkan apa yang dimaksud dengan modulo. Dan saya harap pemakaian contoh tsb akan mempermudah kita untuk mengingat kembali apa itu modulo.</p>
<p align="center"> <font color="#0000ff"><strong>***Mari kita mengingat lagi sahabat lama yang bernama modulo***</strong></font></p>
<p align="justify">Modulo sangat berkaitan dengan konsep pembagian karena secara gampangnya modulo bisa kita katakan sebagai <strong>&#8220;sisa pembagian&#8221;</strong>. Jadi semua bilangan dalam suatu modulo akan merupakan bilangan bulat. <strong> Contoh:</strong> Kita akan memakai modulo 5 sehingga bilangan-bilangan yang diijinkan untuk &#8220;masuk&#8221; di modulo 5 adalah {0,1,2,3,4}. Kenapa 5 sendiri dilarang &#8220;masuk&#8221; anggota kumpulan bilangan tsb? Jawabannya cukup simpel karena 5 itu habis dibagi 5, jadi 5:5 akan memberikan sisa pembagian 0. Jadi berapa pun bilangan (di modulo 10 yang kita kenal) akan berakhir menjadi di antara bilangan 0 atau 1 atau 2 atau 3 atau 4&#8230;tidak ada pilihan lain pokoknya. Sudah ingat belum? Kalau masih belum ingat dengan modulo maka mari kita lihat contoh-contoh berikut.</p>
<p align="justify"> <strong><em> Akan menjadi berapakah 16 di modulo 5?</em></strong></p>
<p align="justify">Pertama kita bagi 16 dengan 5, yaitu 3 dengan sisa 1, nach 1 itulah yang kita pakai. Jadi 16 ekuivalen dengan 1 (mod 5). Cara yang sama tsb juga kita terapkan pada bilangan2 lain, misal 17 &#8211;&gt; 2(mod 5); 33 &#8211;&gt; 3 (mod 5); 64 &#8211;&gt; 4 (mod 5); 40 &#8211;&gt; 0 (mod 5); 19087654032106 &#8211;&gt; 1 (mod 5); 9999223324433554507 &#8211;&gt; 2 (mod 5) dan lain-lain. Semoga contoh-contoh tsb cukup untuk mengingatkan kita semua pada makhluk bernama modulo itu. Kalau begitu, marilah kita bersama-sama melanjutkan acara kali ini.</p>
<p align="center"> <font color="#ff0000"><strong>****Ketika matematika berdemokrasi ****</strong></font></p>
<p align="justify"> Apakah kaitan antara modulo dan pasal 28 UUD 1945? Jawaban saya sederhana saja, yaitu yang pertama adalah &#8220;berserikat dan berkumpul&#8221; dan yang kedua adalah &#8220;diatur dengan undang-undang&#8221;. Mari kita amati satu per satu.</p>
<ol>
<li> Berserikat dan berkumpul
<p align="justify"> Yupzx&#8230;berdasarkan urutan pada bunyi pasal 28 UUD 1945 tsb maka adanya suatu &#8220;serikat dan perkumpulan&#8221; merupakan kemiripan (keterkaitan?) pertama antara modulo dan pasal 28 UUD 1945.</p>
<ul>
<li>Pasal 28 UUD 1945</li>
<p align="justify">Jika pada pasal 28 UUD 1945 yang dimaksud dengan &#8220;berserikat dan berkumpul&#8221; adalah (mungkin sebagai contoh) adanya berbagai macam bentuk dan ukuran organisasi, baik dari tingkat Karang Taruna sampai dengan yang namanya partai politik <strike>yang sering mengobral janji tanpa bukti</strike>. Biasanya berdirinya suatu organisasi berangkat dari adanya kesamaan visi dan misi yang kemudian di-jlentréhkan a.k.a dijabarkan menjadi bentuk program-program dkk. Inti dari organisasi adalah berserikat dan berkumpul (yang secara idealnya) dengan bertujuan untuk memperjuangkan misi yang sama tsb.</p>
<li>Modulo</li>
<p>Lalu bagaimana dengan modulo? Tidak berbeda jauh kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Inti dari modulo juga adanya suatu perserikatan dimana bilangan-bilangan yang memiliki &#8220;karakter&#8221; sejenis akan dikelompokkan dalam satu serikat yang sama. Misalnya bilangan 21, 26 dan 1006 akan dikelompokkan dalam satu oraganisasi yang bernama 1 (mod 5). Begitu juga bilangan-bilangan 33, 48 dan 99903 juga tetap akan dikelompokkan dalam organisasi yang lain, yaitu partai 3 (mod 5). Lalu apa sebenarnya kesamaan visi dan misi dalam konteks bilangan tsb yang melandasi berdirinya suatu &#8220;partai&#8221; atau &#8220;organisasi&#8221; bernama **(mod 5)? Kesamaan &#8220;visi dan misi&#8221; yang dimiliki oleh 21, 26 dan 1006 adalah semuanya sama-sama memiliki sisa 1 jika dibagi dengan 5. Begitu juga 33, 48 dan 99903 yang memiliki &#8220;visi dan misi&#8221; berupa sama-sama bersisa 3 jika dibagi dengan 5.</p>
</ul>
</li>
<li>Diatur dengan undang-undang.
<p align="justify">Kesamaan yang kedua antara pasal 28 UUD 1945 dengan matematika adalah adanya suatu pengaturan oleh undang-undang.</p>
<ul>
<li> Pasal 28 UUD 1945</li>
<p align="justify">Kata-kata &#8220;diatur dengan undang-undang&#8221; dalam konteks ini sepertinya lumayan jelas. Sama-sama kita ketahui kalau kebebasan dalam berserikat dan berkumpul pun tetap harus bisa dipertanggungjawabkan terutama kepada negara (pemerintah?), semua tetap ada aturannya. Sepertinya tidak peduli dengan pertanggungjawaban kepada rakyat&#8230;pokoknya selama negara (pemerintah?) OK ya tidak apa-apa &#8230; Berorganisasi itu:<br />
Jangan memuat suatu upaya subversif terhadap <strike>pejabat pemerintah</strike> (bangsa dan) negara<br />
Jangan melakukan tindakan korupsi <strike>kalau tidak bagi-bagi </strike><br />
Jangan ngelantur&#8230;upppsss kalau &#8220;jangan&#8221; yang ini untuk saya yang sudah ngelantur.</p>
<li>Modulo</li>
<p align="justify">Mengenai &#8220;diatur dengan undang-undang&#8221; dalam modulo secara tidak langsung sudah kita bahas di awal ketika kita sama-sama mengingat kembali tentang modulo. Undang-undang dalam modulo itu berupa pemilihan bilangan sebagai basis modulo. &#8220;Undang-undang&#8221; pada contoh yang sudah kita pakai adalah &#8220;undang-undang&#8221; 5. Dan peraturan dari undang-undang tsb adalah semua bilangan harus dibagi 5 dan sisa pembagian harus masuk menjadi anggota salah satu &#8220;partai&#8221;&#8230; that&#8217;s the rule!!</p>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Tapi &#8230;</p>
<p align="justify"> Bagaimanapun juga tetap ada perbedaan antara pasal 28 UUD 1945 dengan sistem modulo tsb, yaitu tentang keberadaan &#8220;kebebasan&#8221;. Dalam pasal 28 UUD 1945, berserikat dan berkumpul tsb merupakan suatu kebebasan bagi setiap warga negara (dengan diatur undang-undang). Sedangkan pada sistem modulo semua &#8220;warga negara&#8221; diwajibkan untuk berserikat dan berkumpul karena pada sistem modulo tsb setiap bilangan (di modulo lain) pasti akan memiliki pasangan di modulo 5 (misalnya).</p>
<p><strong>Apakah kewajiban untuk berserikat</strong> <strike>dalam modulo</strike> <strong>itu jelek?</strong> Tidak &#8230;</p>
<p align="justify">Sebagai contoh adalah sistem modulo seperti yang sudah kita bahas.</p>
<p align="justify">Sistem modulo tertentu banyak membantu pemecahan masalah (khususnya dalam mencari solusi dari polinomial) yang tidak bisa diselesaikan dalam sistem modulo yang lain. <strong>Jadi penerapan modulo itu memudahkan dalam mengatur.</strong></p>
<p align="justify">Lalu bagaimana dengan konteks demokrasi di dunia nyata?</p>
<p align="justify">Dengan menganalogikan secara kasar terhadap modulo maka kira-kira dalam konteks kehidupan demokrasi yang nyata juga tidak akan jauh berbeda karena dengan adanya organisasi dan partai maka (secara idealnya) diharapkan kepentingan dan kebutuhan warga negara lebih bisa diorganisir dan diakomodir. Walau tidak bisa dipungkiri juga kalau <strike>kedok</strike> demokrasi tsb akan berakhir pada suatu bentuk penjajahan gaya baru. Tapi namanya juga usaha &#8230; masak mau kalah sebelum bertanding sich?</p>
<p align="justify">Jadi &#8230;.</p>
<p align="justify">Jika bilangan-bilangan pun memiliki &#8220;kesadaran&#8221; <strike>walau dalam keterpaksaan</strike> untuk bergabung bersama mewujudkan &#8220;visi-visi&#8221; mereka dalam bentuk modulo. Masak kita sebagai penemu bilangan malahan kalah sama bilangan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Bagaimana pun juga kita semua memiliki misi dan visi demi kebaikan bangsa dan negara kita tercinta ini, jadi marilah kita wujudkan bangsa dan negara yang lebih baik. Akankah &#8220;diam&#8221; itu tetap menjadi emas?Jika diam mengandung sejuta makna, maka makna apa sajakah yang terkandung dalam diam kita itu?Akankah kita kubur dalam-dalam semua &#8220;makna&#8221; yang terpendam dalam diam kita itu? Tapi jika memang diam itu benar-benar emas, maka bagaimanapun juga kita harus siap bertanggung jawab dan menerima resiko akan emas-emas itu.</p>
<p align="justify">Jika memang tidak suka, katakanlah tidak!!</p>
<p align="justify"><strong>PS:</strong></p>
<p align="justify">Tidak ada niat untuk kampanye lho.</p>
<p align="justify">Lha partai blog saja belum dibentuk, masak saya sudah jadi juru kampanye <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Tulisan ini adalah lahir secara prematur dari rahim pikiran yang lemah. Tulisan ini hanya lahir karena perasaan tidak tahan untuk lahir kembali dan melihat terangnya dunia ini</p>
<p align="justify">Maaf kalau tulisan tetap carut marut. Maklum otak juga sedang dan semakin carut marut karena banyaknya kesibukan didalamnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/438/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/438/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=438&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/11/16/matematika-yang-demokratis-pancasila-atau-demokrasi-pancasila-yang-matematis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti penting poligami bagi Matematika&#8230;</title>
		<link>http://deking.wordpress.com/2007/11/02/arti-penting-poligami-poliandri-bagi-matematika/</link>
		<comments>http://deking.wordpress.com/2007/11/02/arti-penting-poligami-poliandri-bagi-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 19:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deking.wordpress.com/2007/11/02/arti-penting-poligami-poliandri-bagi-matematika/</guid>
		<description><![CDATA[[Berdasarkan tambahan pengetahuan dari Saudara Grak, maka saya memperbaiki penggunaan istilah poligami dalam tulisan ini kecuali keterangan2 pada gambar tidak saya ubah karena hal tsb lumayan merepotkan. Terima kasih saya sampaikan kepada Saudara Grak atas tambahan pengetahuannya]
Tulisan ini tidak saya maksudkan untuk menyebarkan ajaran/aliran sesat deKing maupun membicarakan bagaimana memenuhi suatu kebutuhan dengan cara yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><em>[Berdasarkan <a href="http://deking.wordpress.com/2007/11/02/arti-penting-poligami-poliandri-bagi-matematika/#comment-5060" target="_blank">tambahan pengetahuan</a> dari Saudara <a href="http://penggerak.wordpress.com/" target="_blank">Grak</a>, maka saya memperbaiki penggunaan istilah poligami dalam tulisan ini kecuali keterangan2 pada gambar tidak saya ubah karena hal tsb lumayan merepotkan. Terima kasih saya sampaikan kepada Saudara Grak atas tambahan pengetahuannya]</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini tidak saya maksudkan untuk menyebarkan <a href="http://danalingga.wordpress.com/2007/10/21/pak-deking-itu-ternyata/" target="_blank">ajaran/aliran <strike>sesat</strike> deKing</a> maupun membicarakan bagaimana <a href="http://regsa.wordpress.com/2007/10/31/tak-kan-ada-yang-abadi/#more-83" target="_blank">memenuhi suatu kebutuhan dengan cara yang halal</a>. Anggap saja tulisan saya ini hanya bercanda karena memang itulah maksud tulisan saya yang sesungguhnya. Ya&#8230;saya hanya sekadar meneruskan hobi dan tradisi saya untuk memaksakan unsur matematika dalam tulisan saya. Saya harap tidak akan ada anggapan bahwa saya memperolok tindakan poligami (yang diperbolehkan oleh agama saya&#8230;Islam) karena memang maksud tulisan saya hanya sekadar berbagi informasi informasi matematika dengan cara saya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"> <font color="#ff0000"><strong> Apa itu polgami dalam matematika? Mari kita susuri bersama-sama&#8230;</strong></font></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-428"></span></p>
<p align="center"><font color="#ff0000"><strong><font color="#0000ff">******</font></strong></font><font color="#ff0000"><strong><font color="#0000ff">Matematika-nya dulu ya &#8230;</font> </strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> <strong> </strong></font><font color="#ff0000"><strong><font color="#0000ff">******</font></strong></font></p>
<p align="justify"><u><strong> Fungsi dan macamnya&#8230;</strong></u><br />
Definisi fungsi dalam matematika adalah suatu pemetaan yang memasangkan setiap anggota domain (daerah asal) dengan tepat satu pasangan di kodomain (daerah kawan).<br />
Fungsi itu sendiri dikelompokkan menjadi 3, yaitu:</p>
<ol>
<li>Fungsi injektif</li>
<p>Yaitu fungsi dimana untuk setiap anggota daerah kawan yang berbeda, selalu dihasilkan oleh pre image yang berbeda pula di daerah asal. Untuk lebih jelasnya silakan amati gambar berikut:</p>
<p><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/injektif-beneran.jpg" title="injektif-beneran.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/injektif-beneran.jpg?w=283&h=150" alt="injektif-beneran.jpg" height="150" width="283" /></a><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/injektif.jpg" title="injektif.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/injektif.jpg?w=295&h=146" alt="injektif.jpg" height="146" width="295" /></a></p>
<li>Fungsi surjektif</li>
<p>Setiap anggota kodomain selalu memiliki pre image di daerah asal atau istilah gampangnya tidak ada anggota daerah kawan yang menjomblo. Lagi-lagi mari kita perhatikan gambar yang ada:</p>
<p><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/surjektif.jpg" title="surjektif.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/surjektif.jpg" alt="surjektif.jpg" /></a><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-surjektif.jpg" title="non-surjektif.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-surjektif.jpg" alt="non-surjektif.jpg" height="158" width="358" /></a></p>
<li> Fungsi bijektif</li>
<p>Merupakan perpaduan antara injektif dan surjektif, yaitu pemetaan satu-satu antara anggota daerah asal dan daerah kawan. Ada gambar lagi lho &#8230;</p>
<p><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/bijektif1.jpg" title="bijektif1.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/bijektif1.jpg" alt="bijektif1.jpg" height="150" width="306" /></a><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-bijektif.jpg" title="non-bijektif.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-bijektif.jpg" alt="non-bijektif.jpg" height="151" width="326" /></a><a href="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-bijektif-2.jpg" title="non-bijektif-2.jpg"><img src="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-bijektif-2.jpg" alt="non-bijektif-2.jpg" height="149" width="328" /></a></ol>
</p>
<p align="center"><font color="#ff0000"><strong>***********************</strong></font></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa kaitannya dengan <strike></strike>poligami?</p>
<p align="center"><font color="#0000ff"><strong>***********</strong></font><font color="#0000ff"><strong>Poligami dalam matematika ***********</strong></font></p>
<p style="text-align:justify;"> Sekali lagi saya tegaskan bahwa tujuan tulisan saya ini hanyalah sekadar berbagi sedikit pengetahuan matematika dengan cara saya sendiri. Nah kali ini saya sengaja memilih topik panas poligami untuk menjelaskan tentang fungsi surjektif.<br />
Seperti definisi di atas, fungsi surjektif adalah fungsi dimana setiap anggota kodomain selalu mempunyai pasangan (pre image) di domain &#8230; alias secara gampangnya tidak ada anggota kodomain yang menjomblo. Nach, sekarang saya akan mengaitkan fungsi surjektif dengan poliandri. Sebenarnya pengaitan antara fungsi poliandri sudah terlihat pada gambar-gambar di atas.</p>
<p style="text-align:justify;"> Domain dalam hal ini saya definisikan sebagai kumpulan laki-laki, sedangkan kodomain merupakan kumpulan dari para wanita. Kenapa saya mendefinisikan domain sebagai kumpulan laki-laki? Ya karena fungsi (dalam matematika) selalu berangkat dari domain menuju kodomain, dan (mungkin) kita sama-sama sudah tahu bahwa (konon kabarnya) wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki (ah&#8230;saya tidak akan mempermasalahkan interpretasi dari kalimat tsb). Jadi jelas, kalau laki-laki merupakan awal. Selain itu saya punya alasan lain, yaitu (sepertinya secara mayoritas) pihak laki-laki merupakan pihak inspirator dengan melakukan tindakan awal berupa lamaran (maupun &#8220;lamaran&#8221;) atas pihak wanita.<br />
Nach dari gambar fungsi surjektif jelas sekali terlihat bahwa kadang kala fungsi surjektif menuntut adanya poliandri, yaitu ada beberapa &#8220;wanita&#8221; (di kodomain) yang memiliki lebih dari satu &#8220;suami&#8221; (di domain). Jadi bisa kita sadari betapa pentingnya poliandri bagi matematika. Seandainya poliandri tidak diijinkan, maka pada kasus kedua tidak akan bisa terwujud suatu keluarga yang sakinah yang berupa fungsi surjektif.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
<strong> Ehmm&#8230;.ehm&#8230;.</strong><br />
Sebagai laki-laki seringkali saya merasakan adanya ego yang cukup kuat, oleh karena itu ijinkan saya untuk membahas fungsi surjektif sebagai suatu fungsi poligini (walau saya pribadi insya Alloh tidak berniat untuk berpoligami &#8230; karena tidak ada yang mau untuk saya poligami kekekeke). Sebenarnya sangat bisa fungsi surjektif saya pandang dari sudut pandang poligami. Mari kita lihat bersama-sama&#8230;<br />
Hal penting pertama tentu saja definisi. Untuk kali ini saya definisikan domain sebagai kumpulan wanita dan kodomain sebagai kumpulan laki-laki. Lho&#8230;kok terbalik? Berarti ini suatu pengingkaran fakta kalau wanita (konon kabarnya) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Sabar dulu ya&#8230;<br />
Terus terang kali ini saya mengeliminir hal itu, alias saya tidak menganggap faktor urutan beserta hukum sebab akibat akan penciptaan laki-laki dan wanita. Saya kali ini hanya akan menyoroti faktor inspirator dan eksekutor terjadinya suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan. Berhubung wanita ada di domain, maka dalam kasus poligami ini berarti bahwa laki-laki merupakan pihak yang dikejar-kejar alias dilamar alias didambakan *ehm&#8230;ehm&#8230;*<br />
Jadi jika ditinjau dari sudut pandang poligini, maka fungsi surjektif merupakan suatu fungsi dimana ada laki-laki (di kodomain) yang sangat dibutuhkan dan didambakan oleh beberapa wanita untuk melakukan poligami  supaya semua lelaki di kodomain tidak ada yang menjomblo.
</p>
<p style="text-align:justify;"><font color="#0000ff"><strong>Lalu bagaimana dengan monogami????? </strong></font></p>
<p align="justify">Bagi yang berencana monogami (insya Alloh termasuk saya pribadi), jangan khawatir karena tetap ada kaitan antara monogami dengan fungsi (matematika). Jika kita kaitkan dengan konsep fungsi maka monogami dimiliki oleh fungsi injektif dan bijektif (bisa dilihat pada gambar). Tetapi untuk fungsi injektif (secara umum), ada suatu resiko yang harus siap dihadapi oleh beberapa anggota kodomain karena ada anggota kodomain yang terpaksa menjomblo.</p>
<p align="center"><font color="#ff0000">********************* </font></p>
<p><u><strong>Kesimpulan</strong></u></p>
<p align="justify"> Tidak ada kesimpulan kok, saya hanya ingin menyampaikan bahwa poligami (poligini maupun poliandri) memiliki arti yang penting dalam matematika hehehe&#8230;<br />
Yaitu bagi rekan-rekan pelajar yang mungkin bingung antara fungsi surjektif dan fungsi injektif, maka dipersilakan untuk memikirkan bahwa fungsi surjektif adalah suatu fungsi yang tidak memperbolehkan adanya jomblo di pihak kodomain, yaitu dengan cara melakukan poligami. Sedangkan fungsi injektif adalah fungsi yang mengharuskan monogami, walau resikonya ada anggota kodomain yang menganggur <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />
</p>
<p align="justify">Anggap saja tulisan saya ini sebagai salah satu <a href="http://deking.wordpress.com/2007/03/18/peringatan-dini-tidak-usah-memaksakan-diri-untuk-membaca-ini-ya/" target="_blank">cara untuk membantu mempermudah dalam mengingat konsep</a> fungsi&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Semoga tulisan ini bermanfaat walaupun hanya bermanfaat bagi provider koneksi internet, yaitu karena tulisan ini telah membuat rekan-rekan membuang-buang benwit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Uppppsss&#8230;ada yang lupa. Walau saya mengaitkan tulisan saya dengan poligami dan monogami (yang notabene ada dalam ranah pernikahan), saya harap rekan-rekan tidak beranggapan kalau saya sudah kebelet menikah. Santai saja&#8230;saya masih menikmati <a href="http://deking.wordpress.com/2007/03/04/kenapa-tidak-kawin/" target="_blank">status saya</a> saat ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/deking.wordpress.com/428/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/deking.wordpress.com/428/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deking.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deking.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deking.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deking.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deking.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deking.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deking.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deking.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deking.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deking.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deking.wordpress.com&blog=702757&post=428&subd=deking&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deking.wordpress.com/2007/11/02/arti-penting-poligami-poliandri-bagi-matematika/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/deking-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deKing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/injektif-beneran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">injektif-beneran.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/injektif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">injektif.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/surjektif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">surjektif.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/non-surjektif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">non-surjektif.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/11/bijektif1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bijektif1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deking.files.wordpress.com/2007/11