Pertama saya mohon maaf kepada Bang Amed, Chika dan Mr. Kurt karena saya belum bisa menanggapi offline message rekan-rekan semua. Maklum selama 3 hari kemarin saya memang sedang puasa dari dunia maya.
Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mau membuang sedikit bandwith untuk memberikan komentar pada tulisan super singkat saya yang “menembus batas“. Sepertinya dua penggal kalimat saya lumayan “terbuka” atau bahasa kerennya multi interpretasi (benar atau tidak ya cara menulisnya?).
Sebenarnya dua kalimat tersebut hanyalah cara saya untuk pamitan mau kopdar
Ingin ‘ku tembus batas antara aksara dan suara
Ingin ‘ku paduasmarakan mata dan telinga
Berhubung saya tidak bisa membuat puisi maka kalimat tersebut super kacau. Maksud dari kalimat tersebut menurut versi saya pribadi adalah sebagai berikut:
-
AKSARA dalam hal ini saya gunakan untuk mewakili bahasa TULIS (walau sebenarnya aksara juga dipakai dalam bahasa lisan) sedangkan SUARA mewakili bahasa LISAN.
-
Memaduasmarakan mata dan telinga maksud saya ngobrol secara langsung, tidak hanya komunikasi lewat tulisan (blog) saja.
Jadi maksud saya adalah menembus batas antara dunia maya (yaitu bahasa tulis) dengan dunia nyata (bahasa lisan)
Maaf, sementara saya tiadakan tekhnologi tele conference ataupun chating dengan menggunakan webcam+mikrofon+speaker
Nah, jadi begitu maksud dua kalimat pendek saya
****************
Selama ini saya hanya bisa sekedar menyumbang komentar pada aksi kopdar yang dilakukan banyak rekan seperti Antobilanggirang, Mbok Venus, Arya, Chika, Bang Erander, Chiw dll (maaf bagi yang tidak tercantum…). Tetapi akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk merasakan bagaimana kopi yang ada daratnya itu. Kemarin saya berkesempatan ketemu langsung dengan Kang Roffi Grandiosa, teman yang selama ini hanya komunikasi lewat layar tipis di atas meja. Tidak hanya 1-2 jam, melainkan selama 3 hari (6 s.d. 8 Agustus) hehehehe…
Sebenarnya jarak tempat tinggal kami tidak begitu jauh, yaitu sekitar 3 – 4 jam (total perjalanan) tetapi karena kesibukan masing-masing (sok sibuk mode: ON) maka baru kemarin kami bisa melakukan kopdar. Kopdar ini diawali dengan rencana saya untuk liburan ke Belgia selama 3 hari. Saya sudah membeli tiket bus dan juga booking penginapan, tetapi ketika saya memberitahu Kang Roffi tentang rencana saya ke Belgia tsb eh malahan beliau menawarkan wisma Roffi. Akhirnya saya pun membatalkan pesanan penginapan tersebut dan memilih untuk menginap di tempat Kang Roffi, teman yang kebetulan memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama dengan saya yaitu 16 Juli.
Berhubung kemarin adalah kunjungan saya ke Ghent, maka Kang Roffi dan sang putra (Geraldy) pun menjemput saya di stasiun Ghent. Pada sore harinya saya langsung diantar Kang Roffi untuk mengetahui beberapa sisi wajah kota Ghent. Selama periode kopdar tsb banyak hal yang kami bicarakan (namanya juga 3 hari hehehe…), tetapi kebanyakan (90%) yang kami obrolkan adalah hal-hal tentang dunia nyata (bukan blog gitu lho).
Sekarang (setelah kopdar) saya sadari kalau saya tidak berhasil menembus batas karena ternyata tidak ada batas antara pertemanan-persahabatan-persaudaraan dunia maya (internet) maupun dunia nyata. Sekali teman-sahabat-saudara ya tetaplah teman-sahabat-saudara karena hubungan pertemanan, persahabatan dan persaudaraan memanglah tidak selayaknya terikat dan terbatasi oleh dimensi…dimensi ruang maupun dimensi waktu.
Maaf kalau tulisan saya aneh dan tidak enak dinikmati karena saya memang paling tidak bisa menulis hal-hal yang seperti ini. Untuk mempersingkat kalimat, silakan nikmati foto-foto kopdar kami (walaupun minder karena Kang Roffi tinggi banget, sepertinya di atas 180 cm):
Eh maaf, saya sudah terlanjur menyensor wajah saya hehehehe
Tapi saya punya foto pribadi hasil jalan-jalan di Belgia yang uncensored edition kok, silakan dinikmati:
Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan maaf kepada:
-
Kang Roffi: atas penyediaan tempat menginap untuk saya dan juga atas segala sambutan dan bantuan yang diberikan.
-
Mbak Desiani (istri Kang Roffi dan tentu saja sekaligus mama-nya Geraldy): atas segala masakan yang telah disediakan untuk memenuhi rongga-rongga kosong dalam lambung perut saya.
-
Geraldy: atas obrolan dan mainan selama oom di tempat Geraldy
-
Teman-teman saya yang sudah mau menemani saya menjelajahi 4 kota-3 propinsi di Belgia (Brussell, Ghent, Brugge dan Oostende). Ya saya memang sengaja untuk mengunjungi Belgia dengan hanya ditemani teman-teman saya berikut…sengaja ingin menikmati sebagai solo traveller
-
The NorthFace: sandal butut saya yang merelakan diri untuk senantiasa saya injak.
- The Choppers: kaca mata yang senantiasa melindungi saya
ketika melirik cewek-cewekdari panas dan silaunya sinar matahari. -
Jeans Pack beserta isinya (baju): tas punggung murahan yang melengkapi tampang turis saya hehehe…
-
***************************************










gyaaaaaaa….
)
sempat2nya ngomong matematika…
eh, petromaks nih
jarang2 petromaks di blog seleb
Yang enak itu .. sate ayam Ponorogo, bakso, tiramisu dll hehehe dan tulisan koq aneh sih mas? emang Alien ..
wakakakakakkk disensor potonya
ini orang masih aja nyembunyiin tampang aselinya
btw asik khan kopdar!?
terus, oleh-olehnya mana???
btw judulnya!!! kayak nama sinetron yang enggak banget!! eeewwww…
ga afdol kalo ga hettrik
saya termasuk yang tertipu juga…….
tapi masih gak keliatan juga……
raimu ndi?
walah… semua foto kok disensor gitu… napa sich?
takut banyak cowok yang naksir ya hahahaha
deKing ganteng juga ya diliat dari foto uncensored… wujud dari bayangan hitam
ada apa tuh, kok semua potonya disensor, pasti ada apa-apanya
nggak pede ya?

ato takut lebih gantengan saya?
kalimatnya buat gak ngerti… cm fotony menggambarkan…
wakakaka .. serasa selebritis kita, dipajang di blog orang. Ok deking your a very nice guy. Semoga karir ke depannya sukses ya!
terimakasih atas pesannya untuk geraldy. Minta doanya buat operasi gigi besok!
sedikit demi sedikit…
fenomena DeKing mulai terkuak..
sensornya kurang epektip Bang…
wah…ternyata Kang Rofi temen frenster sayah
masih muda, dan istrinya cantik…
aaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggggggggggggghhhhhhhhhhh
berat bener ngebukanya……………..
saya juga mo kopdar!
KOpdar sambil Rafting
sekalian Pamit
jayoez
Sebagai Peblog Indonesia, menulis memberitahukan informasi yang sangat berguna kepada khalayak sudah dilakukan. Penting bagi kita untuk berbuat sesuatu yang nyata di Negara Republik Indonesia ini!
wajahnya disensor ? ah…. benar-benar fenomena manusia biasa….
*tapi kata om roy suryo, sensornya bisa dilepas lho….*
jadi melongo ngelihat sandal!
keren euy!
dari MP sampe WP saya cari mukanya ga keliatan.. hehiiei
eh bajunya gaya anak ska bener tuh
o0o jadi deKing Clover toh
lucu juga… sendalnya
dimana belinya tutup muka ijo ituwwwww
Asyik punya. Makasih masih nengok blog saya yang sudah aktif lagi. Salam kenal juga.
Sensornya seperti itu, lucu.
Rasanya saya ingin kopdar juga…..
selama bertemu saya deking selalu memakai topeng.. jadi saya juga ga tau wajah dia yang asli… hahahaha
wah keren banget tuh kaca mata, boleh pinjem gak
buset… fotonya ngak mau ditau… ih….
ye.. bentar lagi pasti ketahuan.. hehehe…
ih itu foto guru atw anak muda…. sih..
sekalian hetrikz…
wow…. guru kayak murid…
lha , mukanya kenapa tho ?
Repeat Joe’s quote :
Deking Raja Semanggi, Wakakak!!!
wah jalan2 ke belgium naik sepeda dr utrech?
Bahasa merupakan sarana berekspresi yang paling universal. Karena itu dalam bahasa blog, setiap blogger bebas berekspresi sesuai dengan apa diyakininya benar, termasuk menulis kata serapan “multi interpretasi” yang semestinya “multiinterpretasi” (Wuih, kayak filsuf saja, he.he.he). Ok, salam kenal dari Kendal. Merdeka!
eh btw itu daun ganja ngak sih??
16 juli?
wah kita harus bikin komunitas 16 juli nih…
udah pantes nimang cucu…
*liat komen kecil*
wekz lirik comment chika
*batuk-batuk mode on*
ehm…..ehm…..ehm…..ehm…..
halah, kok pake sensor segala nih pak de? Ndak PD ya? Kekekekek……
Ndak pede apa ndak Depe Om? Wakakak..btw ceritanya kek sinetron aja Om..sip! Pake acara potong sensor segala lagi Om..wakakak.
maduh, kang deking kok ngomong tembus tembus sih. kalo yang bisa tembus itu karena gak pake wing….. pake wing dung biar gak gampang tembus…
mode sableng : onwalah pak, persi uncensorednya malah lebih parah *ra ketok blass ik*
tapi saya suka sama kaca matanya… kapan mau dihibahkan? hahaha………
hahaha, mana wajah aslinya tuh? Takut diserang fans ya …
*padahal mo tak kenalin cewek*
Pakai kacamata item aja piye ?
Btw, sayapun lebih suka pertemanan di dunia maya, tanpa “terlalu” terikat unggah ungguh …
PENGUMUMAN……..
DENGAN INI MENYATAKAN KALO -KECIL- UDA BALIK LOWHHHH
NITIP WORO-WORO YA PAK GURUUUUUUUUUUUUUU
selamat kembali kecil
*OOT mode ON*
buat yang mau lihat foto aseli deking, silakan klik ini…
hettrik sekalian!!!
eh lima puluh ding!
chika, kok linknya jadi gambar singa sih?
lion king ya?
wadau virus kopdar dah merajalela
met kopdar
@ anto
khan deKing = si raja rimba
selain itu si empunya blog berzodiac leo, jadi pas lah…
waaaa….asik euy kopdaran. tapi fotonya….*cekikikan*
ralat…ternyata si empuhnya blog berzodiac cancer
*duh komennya ga penting banget*
Ealah, ternyata pamitan mo kopdaran tho maksudnya menembus batas….
piye tho mas, ditutupin mulu mukanya?
terlalu rancak ya? hehehe….
btw, aku izin link blognya ya.
*berlalu*
[...] karena-Nya saya masih bisa menulis postingan ini. Kemudian untuk teman-teman blogger yang telah menembus batas dunia maya, sehingga sekarang kita sudah menjadi teman nyata bukan? Terima kasih atas [...]
halah mas gak usah dijelasin.. biarlah menjadi misteri kata2mu. Dijelasin malah ketebak.. aku suka bahasa yang menurut mas itu kacau… sastra itu konon, ya semaunya aja bahkan ada pendapat semakin tidak dimengerti yaa semakin bagus… itulah yang sering ku lihat di puisi2 kompas kata2nya aneh2. Sudah aneh2 gak ngerti lagi. sudah gak ngerti, dibilang itulah sastra yang bagus. buktinya bagus karena di muat di koran nasional…
aneh yaa orang2 sastra….
btw, fotonya semisteri orangnya
full sensor
*ketawa berat liat fotoya disensor*
Seru juga kopdarnya, di Belgium pulaa… !! :twisted
Lam kenal,
Super kacau? ga juga kok
[...] sebagian dari tulisan ini sudah nangkring di draft sejak kepulangan saya dari “menembus batas”. Tetapi karena satu dan lain hal, saya tidak segera mem-publish-nya. Tulisan ini hanya sedikit [...]