Ternyata tidak betah juga meninggalkan WP lama-lama….
Tulisan saya ini masih berkaitan dengan tulisan terdahulu saya tentang kesibukan saya yang telah memaksa saya untuk menjauhi WP selama hampir satu minggu. Sebenarnya selama waktu satu minggu yang lalu secara fisik saya punya banyak waktu luang karena kegiatan luar sudah berkurang drastis, tetapi secara pikiran kesibukan saya sedang mencapai peak season sehingga otak saya benar-benar sulit diajak kompromi untuk sejenak selingkuh.
Selama satu minggu kabur dari WP ternyata begitu banyak berita yang saya lewatkan, tetapi bukan itu hanya itu saya sesalkan. Hal lain yang saya sesalkan adalah saya merasa saya telah meninggalkan teman-teman, sahabat-sahabat bahkan saudara-saudara mayaku-para blogger- sekalian. Di kesendirianku (jauh dari keluarga), komunikasi melalui blog setiap harinya membuat saya tetap merasa banyak teman dan keluarga yang menamani saya.
Hari ini… di sela-sela traffic jam di ruang otak saya, saya sedikit mencoba merenung dan mengevaluasi diri sendiri khususnya selama satu minggu yang lalu. Saya berpikir bahwa semua kegiatan yang menumpuk adalah karena kegagalan diri sendiri mengelola waktu. Seandainya saya bisa mengatur waktu dengan baik niscaya saya tetap bisa melaksanakan kegiatan pokok dan juga nge-blog secara bersamaan. Dulu di saat saya memiliki sedikit waktu luang saya malahan santai-santai karena dengan PD dan yakinnya saya berprinsip “masih ada hari esok”, walaupun saya sepenuhnya sadar bahwa saya tidak tahu apakah Tuhan memberi cukup usia untuk menikmati hari esok.
Waktu….
Sebenarnya secara sadar saya sepenuhnya menyadari akan arti penting waktu. Ada dua hal yang sebenarnya meyakinkan saya akan hal itu:
1. Fakta dalam agama yang saya anut (Islam).
Dalam surat Al ‘Ashr, Alloh mengingatkan manusia akan arti pentingnya waktu.
(1) Demi masa
(2) Sesungguhnya manusia ada dalam kerugian
(3) …
2. Fakta ilmiah
Dalam Fisika, waktu merupakan salah satu di antara 6 besaran pokok yang ada. Secara ngawur dan sepihak saya pribadi menyatakan untuk diri sendiri bahwa penempatan waktu sebagai salah satu besaran pokok (bukan besaran turunan) secara tidak langsung menunjukkan arti penting waktu.
3. Fakta Sosial
Di masyarakat barat terdapat ungkapan terkenal berkaitan dengan waktu, “time is monkey money”
Tetapi kenapa kesadaran saya akan arti pentingnya waktu (berdasarkan dua fakta tsb) tetap tidak pernah bisa membuat saya untuk mengelola waktu dengan baik, bahkan cenderung menyia-nyiakan waktu? Mungkin semua itu karena:
- Sepertinya kesadaran saya tsb hanya sebatas kesadaran teoritis saja. Saya tidak pernah mau dan mampu untuk mem-praktekkan semua teori yang saya sadari tsb.
- Atau mungkin juga saya terjebak oleh bentuk dan gerakan arloji yang saya pakai? Saya selalu memakai arloji analog berbentuk lingkaran. Tidak seperti penggaris sebagai alat ukur panjang yang memiliki ujung pada kedua sisinya (sehingga saya berpikir bahwa panjang ada batasnya), arloji saya memiliki bentuk lingkaran dan juga pergerakan jarum jam yang selalu berputar tanpa henti. Pergerakan jarum yang tanpa henti itulah yang mungkin secara tidak sadar telah mengarahkan pikiran saya untuk berasumsi bahwa waktu juga akan senantiasa berputar…tanpa henti juga. Walaupun jelas tertera bilangan 12 yang mungkin sesungguhnya sebagai titik start dan finish pergerakan jarum, tetapi pergerkan yang selalu diulang (atau diteruskan?) itulah yang mungkin membuat saya hampir selalu berpikir “ah….masih ada hari esok”.
Finally, saya teringat terus perkataan teman saya (Hallo Mbak Meli…), “Jangan biarkan waktu menguasaimu, kamulah yang seharusnya mengendalikan waktu”. Ternyata selama ini saya masih belum bisa menguasai waktu…saya selalu dikuasai waktu.
SAYA INGIN BERUBAH!!!!! (Kayak Ksatria Baja Hitam saja hehehehe)


Pertamaxxx…
masih sibuk mas?
Hahaha… Oom Biho cepet bener?
Baru saja dipublish hehehehe…
Iya nich Oom, masih sibuk sekali. Tetapi saya akan berusaha tetap meluangkan waktu untuk WP.
berati dah kecanduan blog tuh..
hah kalo udah ngeblog jadi lupa waktu
bukannya ngurusin siswa malah sibuk nyari banner yang hilang mungkinkah ini yang disebut gejala kena Demam Blog Dengue
ya udah,,, mending pekerjaannya diganti aja…
blogs nomer 1,
yang laen… belakangan..
ha..ha..
Hia! Pak Guru balik lagi. Horai!
Kalao sudah sukses me-manage waktu nya, bagi2 tipsnya ya, Pak?
Yang penting bapak tetep smangat hehe
maturnuwun sudah “MEMPERINGATKAN” saya…
semoga bisa mengambiL saripati tuLisan Anda Pak Guru (eh Dab…nuwun sewu jikaLau ndak sopan…)
sekaLi Lagi matur nuwun…
pareng
wah balik maning – balik maning…
guru satu ini memang guru yang tidak bisa gagu ama turu… heheh
memang kita bisa menguasai waktu??
Lah… saya sekarang malah dikuasai Blog itu mas Guru…. Kalau ndak ngeblog, kepala migrain
he..he..he…
@Anang:

Sepertinya iya nich Mas
@KAngguru:
Nyari banner yang hilang kan sama saja belajar Kang hehehe
@Mas Harry:
Semoga suatu saat blog bisa menghasilkan uang hehehe
@Desti utami:
Saya ini sejak dulu terkenal sebagai orang payah dalam masalah managemen waktu. Atau Mbak Desti punya resep rahasia yg bisa dibagi?
@Arezk:
Ah Mas Arezk mbok jangan begitu…
Santai saja dab…
@Santribuntet:
Pak Kurt bisa saja, saya ini rasanya gak bisa berpisah lama dengan saudara2 semua
@Junthit:
Bukan menguasai mas, tetapi mengendalikan/memanage
@Faiq:
Kita menderita syndrome yang sama Pak
Tapi, bagaimana kita bisa dikuasai “waktu”, kenapa dia bisa menguasai kita?. Siapa sebenarnya “waktu” itu, kenapa dia “ada”… kalau itu turunan fisika, lalu “siapa” ibunya?…
walah kok ngeyel ya, biar nanti kalau aku ketemu “sama” waktu, nanti kubilang, jangan ganggu Mas Deking. Beliau sedang sibuk belajar, lagi banyak tugas …
Bener-bener mengena, apalagi bagi saya yang lebih banyak mnghabiskan waktu dengan nongkrong di waroeng kopi, ah bener-bener sulit mngaturnya, btw, ungkapan waktu anda dan bentuk arloji sangat asik juga
saya mungkin gak sehebat itu bisa “menguasai” waktu
cuma belajar bisa me-manage waktu…
Saya menguasai waktu, bukan dikuasai waktu. Buktinya, kalau Sabtu atau Minggu saya banyak mempergunakan waktu untuk tidur. Hahaha…
setuju kang kombor!!
ups tp memang nanti kita hrs mempertanggungjawabkan ttg waktu utk apa kita habiskan. sebaiknya memang waktu kita gunakan utk hal2 yg bermanfaat.
kaya’ kata babe…..
hwwwww………………..
demi masa
sesungguhnya manusia berada dalam kerugian…..
jgn sering2 OL kalo ga penting bangettttt
heheh
-
kaya’nya ada yang tersinggung de
saya juga ingin berubah! ayo katakan bersama2:
“Mari kita berubah!”
hihihi.. ga penting komennya..
sama sibuknya nih
@Agorsiloku:
Saya tahunya waktu = arloji hehehe…
@Peyek:
Kapan nongkrong2 lagi Mas Peyek? Ikut donk…
@Novri:
Di tulisan saya juga bukan tentang menguasai waktu kok…
Waktu yang menguasai kita vs kita yang
hanya sekedarmengatur/memanage waktu@Kang Kombor:
Tapi kalau ada GP jangan tidur lho Kang…
@Lintang:
Itu susahnya Mbak…
@Superkecil:
namanya juga muridnya super’s babe hehehe…
@Roffi:
Bener nich bisa berubah?
@Juliach:
Sibuk ngurus paspor ya Mbak?
[...] dunia wordpress sekarang tidak semenarik dulu? Tapi ngga juga soalnya deKing di postingannya yang ini malah sepertinya semangat sekali nulis-nulis di blog selain itu kang Joko di postingannya yang ini [...]
waktu?? 5 hari ini kerasaa lama banget,, dan baru kepikir,, “mungkin aja besok itu bakal bener bener ga ada” dengan serius,,
*pencerahan setelah tangan Ma patah*,,
tapi sayangnya, Ma masih duduk di sini,,
Pendaftaran Top-Posts Maret-April 2007 telah dibuka.
Silakan daftarkan postingan Anda di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/02/pendaftaran-top-posts-maret-april-2007/
dont waste your time or time will waste you
_knightofcydonia_ muse
[...] Akhirnya… Setelah sekitar dua minggu saya mengalami kegagalan besar dalam menerapkan niatan yang satu ini, maka sekarang saya paksakan untuk sedikit membual. Masih ingat dengan niatan saya yang satu ini [...]
Bicara masalah waktu, kebanyakan adalah masalah 3M
mumet mikirin makan…. -> yang buat orang lupa waktu
hehehe ga nyambung banget