Beberapa hari ini aku lumayan sibuk sehingga hampir tidak berjalan terlalu jauh di dunia blog…paling cuma baca-baca blog teman-teman tanpa meninggalkan jejak alias komentar. Bahkan sebenarnya sekarang aku juga masih belum berniat menulis apa-apa di blog ini, tetapi rasa kesal (jujur saja) dan juga penasaran kepada salah satu kyai yang terhormat maka aku terpaksa menulis tulisan ini dengan hati dan kepala yang masih agak panas…
Sejak menemukan tulisan AMD yang penuh dengan link bercerita tentang keresahannya akan dunia blog, aku rajin mengunjungi salah satu blog yang men-taklid buta bahwa bumi adalah pusat tata surya.
Beberapa kali (tanggal 28 Maret) aku memberikan komentar di blog kyai yang terhormat itu tetapi sampai lebih dari 24 jam kemudian semua komentar tersebut masih menunggu moderasi, aku masih positif thinking karena mungkin bapak kyai sedang sibuk sehingga tidak sempat menengok dasbor blognya dan meloloskan “komentarku”.
Tetapi aku mulai curiga ketika keesokan harinya komentarku yang pertama masih ada keterangan menunggu moderasi tetapi malahan komentarku yang kedua dan tidak penting sudah diapprove, begitu juga komentar grandiosa yang lebih tidak mutu dan tidak penting datang sesudah komentarku sudah diapprove. Aku tetap berkhusnudzon sama kyai yang terhormat pemilik blog, sehingga aku tuliskan lagi komentarku yang sama dengan komentar pertama dan juga aku tambahkan beberapa komentar lagi (kemarin tanggal 29) karena siapa tahu komentarku sebelumnya memang menghilang karena permasalahan tekhnis. Tetapi baru saja aku kaget ketika menengok blog sang kyai lagi karena ternyata semua komentarku sudah lenyap kecuali komentar kedua yang tidak penting dan tidak mutu bukan tanggapan atas artikel beliau itu. Dan yang lebih membuatku jengkel adalah ada komentar yang baru saja datang (hari ini tanggal 30) dari orang lain yang ternyata sudah diapprove…
Sebenarnya ada apa ini..?????
Terus terang aku menjadi jengkel juga dengan kejadian tersebut walaupun MUNGKIN itu bukan kesalahan beliau pemilik blog sehingga terpaksa aku menulis komentar lagi dengan sedikit keras yang intinya menanyakan menghilangnya semua komentar-komentarku sebelumnya…
Jujur sajaaku merasa jengkel dan heran karena menurutku komentarku yang menghilang itu hanya berupa pertanyaan…
Komentarku yang lenyap tersebut kira-kira seperti ini…. (maklum sudah lupa)
1. Dua komentar seperti ini yang hilang…
Saya ingin bertanya berkaitan dengan tafsir Surat Al Baqoroh: 258 versi Anda.
Saya ingin beranalogi…matahari sebagai pohon dan bumi sebagai kita dan kereta…
Mari kita bayangkan kita naik kereta api yang berjalan lumayan cepat. Apa yang terjadi dengan pohon-pohon yang sebenarnya kita lewati? Tentu saja yang kita lihat seolah-olah pohon-pohon di pinggir rel yang bergerak berlawanan dan melewati kita. Pada saat itu kita seolah-olah hanya diam dan pohon-pohon itulah yang bergerak ke belakang. Lalu apakah kejadian tersebut juga menunjukkan bahwa pohonlah yang memang benar-benar bergerak dan kita yang selalu diam?
Mungkin sayalah yang salah dalam menganalogikan matahari dengan pohon dan bumi dengan kita atau kereta…
2. Satu komentar susulan seperti ini juga menghilang…
Mari kita membayangkan dan sekaligus membandingkan lagi…
Ketika kita naik delman yang lambat maka sangat terasa kalau kitalah yang memang benar-benar bergerak sedangkan pohon-pohon tetap diam dan kita lewati. Tetapi ketika kita naik kereta maka yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu kita seolah-olah hanya duduk diam sedangkan pohon-pohon yang bergerak.
Semakin pelan dan kecil kendaraan yang kita naiki maka semakin terasalah kalau kita yang bergerak, begitu juga sebaliknya ketika kita menaiki kendaraan yang jauh lebih cepat dan juga lebih besar maka kita akan merasa tetap duduk diam.
Nah…menurut saya bumi adalah suatu kendaraan yang super cepat dan besar (tentu saja jika dibandingkan dengan ukuran dan kecepatan kendaraan yang ada) sehingga kita tidak akan merasa kalau kendaraan yang kita tumpangi ini sebenarnya bergerak. Yang kita rasakan adalah “benda-benda” yang dilewati “kendaraan” kita inilah yang bergerak, sehingga akibatnya juga kita merasa seolah-olah pergantian siang dan malam itu disebabkan karena matahari yang berputar mengelilingi bumi.
Demikian kira-kira komentarku yang menghilang (total 4 komentarku hilang), silakan rekan-rekan yang lain menilai apakah komentarku yang hilang tersebut memang tidak sopan dan tidak layak dimuat di blog indah yang penuh berisi dengan nasehat-nasehat???
Atau mungkin memang memungkinkan adanya suatu kesalahan teknis yang memungkinkan hal tersebut terjadi? Tapi kenapa ketika aku menulis dua komentar pada waktu yang hampir bersamaan bisa ada satu komentar yang lolos?
Lalu kenapa bisa sebanyak 4 komentarku hilang? Kalau cuma satu yang hilang sich masih aku maklumi…tapi ini EMPAT…
Tetapi kenapa ada satu dari lima komentarku yang diapprove…apakah karena komentar yang diapprove tersebut dianggap sopan dan tidak melawan sedangkan 4 komentar yang lain memang benar-benar melawan pendapat sang kyai tidak sopan
Tapi mungkin komentrar-komentarku tersebut memang hilang terbawa angin gurun Kuwait tempat sang kyai berada…
Terakhir saya mohon maaf pada kyai yang terhormat kalau ternyata saya memang telah salah sangka dan salah tuduh atas menghilangnya 4 komentar saya…
Kepada rekan-rekan blogger yang lain…”apakah komentar-komentar saya tersebut di atas termasuk kategori tidak sopan?”
*Terutama untuk pakar sopan-santun…Mr. Grandiosa kakakakakakakakakakak*


waw..PERTAMAX!
begini om, ukuran benar dan tidak benar, ataupun sopan dan tidak sopan, itu sangat relatif. tergantung dari yang menafsirkan.
nah contoh komentar saudara deking itu sudah sesuai, dalam artian mencoba mengingatkan kita kepada teori einstein ttg relativitas, dan saya kira semua paham begitu adanya.
tapi….
sekali lagi….
saya mengamini nasehat ustadz deheliyah al-wordpressi, mendingan jangan komentar di blog salafy2 itu, toh juga pasti di moderasi dan bakal di hapus apabila :
1, menggunakan avatar makhluk bernyawa
2, berisi komentar tidak sopan
3, berisi komentar yang ga bisa di jawab pemilik blog
begitu kira2 om deking, semoga om deking mendapatkan pencerahan.
salam buat keluarga di belanda.
btw : gimana kabarnya kamu™?
Aku gak pernah pakai avatar kok…apalagi avatar makhluk bernyawa
yang menggoda imanBerarti kalau begitu komentarku masuk kategori 2 atau 3 ya? (Dari sudut pandang kyai)
Keluarga kerajaan? Mereka baik2 saja, kemarin aku juga makan malam bersama mereka
BTW gimana kabarnya kamu™ nTo?
Waah kalau gitu avatarku termasuk bernyawa ya…? Udah pak Deking ga usah purik wong cuman di hapus dan ga di jawab aja lho…itu postingan yg ngata2in dehel skrg di hapus semua, jd org yg nge ping ke sana seolah2 menyebar fitnah kabeh… embuhlah aku ga mudeng… aku juga dapet kenang2an kata2 “kasar” di blog ku, padahal beliau nulis di blog-nya seperti ini :
“Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka
Sebab petaka itu bergantung pada ucapan
Oalah anak muda…
“Sigh”
Kata “fak kyai”: biar komentar ente engga dihafus, fergunakanlah fassword XXX
Kata “fak kyai”: biar komentar ente engga dihafus, fergunakanlah XXX
yah.. anggap aja dia tidak mau dikritik, malah dengan kejadian ini, semakin terlihatlah kalau blogger tersebut takut diajak berfikir.. saya fikir kita harus mengasihani orang aneh macam dia mestinya sadar dan buka ‘kacamata kuda’nya.. doakan segera kembali ke jalan yang benar. ‘matahari mengelilingi bumi? please deh’
—–
tambahan:
*gile bro*
dijadiin pakar sopan santun ..
*parah-parah* - ga mau aku..
Gitu Aja Kok Reepot.:-)
(kabuur mo ke rumah gus dur)
Walah, lha komentar pak DeKing aja dibantai, gimana komentar saya.
Terakhir saya sukses nrekbek, tapi ya tetep URLnya jadi korban mutilasi
ooo…
ky bgitu kurang sopan y pa?
lah nek kecil yg bilang b’arti
sangat ga sopan sekali dunk…
hehehe…
zzzzzzzzzzzzzz
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
selamat, darah anda sudah dihalalkan (juga), kekekeke!
dan jangan khawatir, komentar saya juga dihilangkan hanya gara2 bilang sambil mencatut hadis:
“sesuatu yang diserahkan bukan kepada ahlinya maka tunggulah kehancurannya.”
Apalagi kepada ahli bid’ah, ya *ngakak*
yah lebih bagus komentar di blog sendiri… dan gak usah mengunjungi blog lain. Ini aman.
gak akan menyakiti pihak lain
Lha, orang yang mendelete sebagian besar komentar adalah orang yang tidak ingin merusak kemurnian post-nya.
Yang sabar ya Mas…
Jadi guru tuh harus modal sabar….
masing masing blogger punya kedewasaan yang berbeda beda…ada yang lapang dada menerima pendapatnya disanggah, ada pula yang tidak…namanya juga blog mau dibaca syukur, mau dicuekin juga nggak apa apa…;)
bener mas anto gak usah diurusin. Hikmahnya lagi buat Ms Deking bisa membuat artikel toh! …. menurutku artikel tsb cuma beda penafsiran saja (relatif kan)
spt ada tulisan tentang orang “kafir bukan saudara”, masa mereka sendiri menulisnya itu di blog al-worpressi made in wordpress.com orang yang dianggap kafir oleh mereka… kepie toh!
sedikit catatan: biasanya para salafy itu bukan lulusan pesantren, yang mengajarkan toleransi dan semangat “rakhmatan lil ‘alamin” (rakhmat untuk penduduk bumi). Lulusan perguruan tinggi umum, tekhnik atau appun, bisa mengetik bhs arab, blajarnya pake didoktrin, jadilah kader.
salam kenal mas maaf orang baru kok komentnya banyak
Catatan lagi, tidak semua salafi itu seperti itu. Walau memang banyak yang meresahkan. Konon ada hubungannya dengan konspirasi Saudi. Wahabi.
Beberapa tahun lalu, sekelompok remaja putri mati pada sebuah kebakaran, karena para ‘petugas syariah’ menolak membukakan pintu keluar agar mereka selamat. Alasannya? Tidak menutup aurat. Weleh weleh, hukum itu ada prioritasnya… Padahal makan babi saja bisa halal kalau darurat… Gendeng.
Ups, lupa. Itu di Saudi
Biarin aja om, ngobrol sama qta-qta aja… mikiri begituan mumet
Mending mikirin revolusi saja. Ngapain mikirin yang begitu. Kita ini kan sama-sama nggak tahu mana yang benar. Sing penting kita merasa keyakinan kita benar.
Mungkin empat komentar Sampeyan itu tidak mampu dijawab sehingga dihapus. Sama dengan komentar di website PDP yang entah kenapa nggak pernah berhasil submit kalau saya isi.
santai2..itu baru blog orang kok
lha aku…detikinet.com!!!!
Pak Kyai-nya mungkin lagi gak mau dikomtarin apa2. Benarnya aq juga ngerasain apa yang antobilang. Cuma aq coba memendamnya aja, meski dengan kedongkolan yang maha sangat dan sangat-sangat banget dongkol. Ntah beribu kata mubazir apa lagi yang harus kuucapkan biar bisa mengungkapkan bahwa aq teramat dongkol atas penghapusan komentarku di blog-nya pak kyai.
[...] 31st, 2007 by deking Ternyata tulisanku tentang kyai kemarin langsung membuat otak dagang wakakakakak cerdas anTOBILang bekerja cepat. Komplainku [...]
gmn ya cara bkn komen seperti di atas ? #24
knp bs ada tanda kurungnya ? ditulis sendiri ya ?
koq di neraka jahanam kagak ada petunjuk yg seperti itu ?
wakakkakakkaaa …
men- gapprove dan membetalkan atau menghapus komentar adalah hak yg punya blog, jadi saya kira tak ada masalah, krena itu memang kewenangannya.
done … !
urusan trackback sudah selesai …
tadi barusan tuhan kasih tau …
wakakkakaaa …
Berarti dia ndak ngerti aturan blog itu mas
Kalau komentar saya yang ini, ga dihapus kaaan?
@ Mr Geddoe:
Lho?Bukankah hadits yang Joe kutip itu malahan menunjukkan untuk menyerahkan segala sesuaru kepada yang ahli biar tdk hancur? Berarti kalau menyerahkan ke ahli bid’ah kan gak papa karena ada kata “ahli”nya

@Helgeduelbek:
Nulis komentar di blog sendiri dengan menggunakan nama yang berbeda2 biar dikira banyak pendukungnya
@Death Berry:
Lebih murni lagi kalau komentar di-closed
@Sora-kun:
sabar…sabar…
@imcw:
Kalau dicuekin alias tk ada yg baca nanti dakwahnya tidak tersampaikan donk?
@Santribuntet:
Ooo ternyata begitu to riwayat mereka
@Mr. Geddoe;



Waduch….ternyata nyawa manusia kalah dengan “pokoknya”
@xwoman:
Mendingan nggossip dengan anTOBILang ya? Uppsss…bid’ah itu dosa tauk
@Kang Kombor:
Mikirin revolusi gak kuat Kang makanya memilih untuk memikirkan hal2 sepele seperti ini
@Anung:
Itu karena komentarmu isinya cuma umpatan
@Arie:
Diam saja mas karena kata orang cina diam itu melebihi gambar…diam itu mewakili berjuta2 kata2
Saya juga sebenarnya sudah males dengan gaya2 orang yg seperti itu
@rajaiblis:
Walau di neraka gak ada petunjuknya tetapi di neraka ada jaringan internet kan?
@Biho:
Emang aturan blog itu apa saja Kang?
@Fortynine:
Ya gak dihapus lah, lha wong avatarnya keren kayak gitu
@dr. Evy:


Bu, avatarnya masih gambar makhluk hidup tuch
@Mathematicse:
Ya amfyun…kayak ATM saja ya mesti fakai FIN
@Grandiosa:
Belikan kaca mata renang sja bro
@Wadehel:
Lha gimana komentarnya wadehel tdk dibunuh, lha wong mereka tidak melihat isi komentarnya kok. Mereka sudah anti dulu lihat pengirim komentarnya adalah wadehel. Coba sekali2 nulis komentar dengan nada dukungan untuk mereka, tetapi gunakan nama samaran
@Super kecil:
Dik Super ini ada2 saja
@Joesatch:
Waduch kok kayak makanan saja pakai label HALAL segala
komen di hapus biarin ajalah kan masih bisa posting, aku sendiri ngak pernah komen di blog yang begituan
[...] tanya jawab yang cukup panjang di sana, walaupun sebenarnya jauh lebih panjang dari itu karena ada beberapa komen yang dihapus (kita tahu bersama lah alasannya!). Sementara Kang Roffi terkesan “membela” pernyataan [...]
sama tuh, saya jg komen 2 x. yg pertama sempat masuk, tp ga komplit/diedit dan itupun dibalas komen-nya dgn jawaban yg ga nyambung. saya tanyakan dgn kiriman komen yg ke 2. hasilnya ? pada hari yg sama, semuanya musnah ditelan jin. padahal saya nanya sopan kok. (menurut saya sih sopan hehehe…). soal avatar ? cumen anak dibawah playgroup yg menyatakan kalau gambar kartun tuh bernyawa. salam kenal.
Ping back saya juga ikutan dihapus. Pak “Kyai” itu keberatan, selain ada wajah agor, juga boleh jadi tidak sesuai untuk dimuat. Wajarlah, pemilik blog berhak atas rumahnya, lebih dari sekedar pengunjung. Itulah alam keyakinan demokrasi.
Mas Deking, namun maaf lho. Contoh yang diusulkan boleh jadi bisa disampaikan dengan “model lain”. Bagaimana kalau diganti bola lampu atau lilin dan kita mengelilingi lilin. Kemudian kita selain bergerak mengelilingi lilin itu, kita juga berputar (wajah kita menghadap lilin, lalu berputar membelakanginya). kita-kita itu beberapa orang mewakili planet-planet. Itu kan gambaran tata surya kita. Lilin sebagai mataharinya.
Nah pertanyaannya, apakah kita mengelilingi lilin itu atau lilin itu mengelilingi kita?
Yah, namanya juga pelajaran untuk orang-orang berakal.
Ditolak di negri maya? Wong aku ditolak tinggal di rumah & tanahku di Sawangan Depok (yg aku beli dari peresan keringatku dewe) oleh para kyai setempat. Itu di negriku yg nyata. Mungkin pikir mereka aku sudah mati. Ternyata aku masih hidup…hidup santai…hidup makmur…hidup sehat…Tetap ngekek…wekekekeke
Begitu juga baginda DeKing! Walaupun Pak Kyai menolak Baginda, Kerajaan Blog Baginda tetap berjaya.
Anu mas. numpang ngiklan
@Kangguru:
Mendingan gitu aja ya Kang…
@Telmark:
Ternyata banyak yang senasib sepenanggungan
@Agorsilaku:
Dari segi hak untuk menerima atau menolak komentar mungkin memang dari bagian demokrasi tetapi ketidakmauan untuk menerima perbedaan pendapat itu jauh dari yang namanya demokrasi
@Juliach:
Waduch sampai sebegitunya to Mbak? Terus sekarang gimana?
@49:
silakan mas…pasang billboard jg gak papa kok
mas deking pake rumus ini aja : Death of The Blogger(s)
walapun komentarnya dihapus, tapi beliau tidak bisa menghapus apa yang menjadi interpretasi di otak kita (dan judgement-nya sekalian)
commentnya kok pada kelahi yah..
ikutan mikir?????
kok dihapus sih?
atau mungkin pak kyai kurang berkenan?
lha kalo takut kritik ya mending gak usah ngeblog.
bingung–bingung–
maaf ya, sing sabar to mas. kadang apa yang belum kita tahu sering tidak bisa (sulit) kita pahami. ya contohnya seperti artikel yang menggelitik hati mas ini atau komentar mas yang tidak kunjung dimuat karena nunggu moderasi dari pemiliknya. tapi saya lihat komentar mas udah lolos 2 ya? dan dijawab oleh sang empunya blog. insya Allah lega hati mas. terus soal artikel “matahari mengelilingi bumi”, itu kan tulisan ulama besar ahli hadits dan sangat mumpuni dalam bidang fikih zaman ini, yakni syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullah. Beliau itu kalau menulis kitab tidak sembarangan karena tingginya keilmuan beliau. Dan kitab-kitab beliau itu dijadikan rujukan kaum muslimin seluruh dunia, baik para ulama, para dai, maupun awamnya sekalipun. Jadi, apa kita mau kritik (dengan minimnya ilmu kita) tulisan Syaikh tersebut yang sarat dengan dalil? Wah..kalau saya gak berani. mikir dulu deh kalau saya.
nah, kuncinya adalah kalau kita mau belajar agama lebih dalam lagi, tentu akan menemukan jawaban yang yakin di dalam hati kita. karena apa yang belum tahu menjadi tahu, apa yang aneh menurut kita menjadi sesuatu yang bisa dipahami dengan mudah. kuncinya ilmu kok. semoga saja.
eh, yang bener artikelnya berjudul “benarkah bumi mengelilingi matahari?”
nah lo orangnya datang :D.
buat mas antosalafy, seandainya anda baca tulisan ini, tolong dijawab ya. saya udah ngepost di blognya pak kyai tapi gak diapprove (mungkin tulisan saya terlalu kasar).
kalau memang harus seperti itu, bagaimana pandangan salafy terhadap ilmu pengetahuan? mengapa salafy tidak melakukan penelitian2 ilmiah untuk membuktikan penafsiran sang ulama? apakah salafy sudah merasa cukup dengan penafsiran sang ulama? apakah jika ditemukan suatu bukti ilmiah yang bertentangan dengan penafsiran dari salafy, maka bukti tersebut pasti salah dan tidak perlu dipertanyakan lagi?
saya pernah mengintip judul skripsi mahasiswa kedokteran yang berjudul “pengaruh posisi sholat yang benar terhadap kesehatan tulang”. mengapa salafy tidak melakukan hal seperti ini? saya yakin salafy juga mengajak pengikutnya untuk berpikir dan berpikir.
sekian, wassalam.
@Fertob:
Wah…mantap banget Bang
@Ahmad Dzikir:
Mmmm…mungkin secara gak langsung memang semuanya menyampaikan isi hati masing2 (trmasuk saya)
@Jokotaroeb:
Sudah selesai belum Kang mikirnya?
@Dalamhati:
Atau buat blog tapi comment closed gitu ya…
@klikharry:
Saya juga bingung mas
@Antosalafy:
Bukankah salah satu cara mencari ilmu adalah bertanya? Kenapa pertanyaan saya sebagai salah satu bentuk cara mencari ilmu tidak dimuat? Yang diloloskan itu hanya komentar2 OOT saya…saya tetap kurang puas.
Berarti dengan ditolaknya pertanyaan saya maka itu berarti tertutup pula usaha pencarian ilmu di tempat pak kyai? Apakah yang namanya proses mencari ilmu itu harus selalu hanya dengan menerima saja…bolehkan kita mengajukan pertanyaan dalam proses pencarian ilmu itu?
@Hamzah:
Usul yang bagus Mas…
BTW gimana nich teman2 salafy?
memang betul mas bahwa salah satu mencari ilmu itu dengan bertanya. namun bukan berarti yang ditanya musti jawab pertanyaan si penanya. soalnya kadang (ini kemungkinan dari saya lho ya) yang ditanya merasa bahwa pertanyaan tersebut nggak perlu dijawab krn sudah jelas dari artikel yang dimuat. (untuk masalah lain) bisa juga yang ditanya tidak tahu, jadi ya nggak dijawab. Allahu a’lam. Namun, mas jangan berkecil hati bahwa usaha mas untuk mencari kebenaran (yakni dengan bertanya) itu sudah tertutup, karena bukan blognya pak kyai itu saja kok tempat kita menimba ilmu. ada banyak ustadz atau dai yang bisa kita tanya langsung, semisal kita datang ke majelis taklim dan bertanya langsung kepada ustadz mengenai masalah yang belum kita pahami. tenang aja mas deking. semoga Allah memudahkan urusan mas deking.
hormat saya,
antosalafy
Untuk Mas Hamzah (semoga Allah memudahkan perkaramu):
alhamdulillah. namun yang menjadi masalah di sini adalah terkadang manusia itu berlebihan dalam masalah iptek ini dan yang berbahayanya sampai menganggapnya lebih penting daripada ilmu agama. Atau malah sebaliknya, memusuhinya dan menjauhinya seakan-akan haram. padahal masalah iptek atau penemuan-penemuan di bidang tersebut adalah perkara mubah, tidak terkait dengan pujian atau celaannya, kecuali pada pemanfaatannya. maka sikap ahlis sunnah salafiyun terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah menerima tengah-tengah. maksudnya tidak berlebihan dan juga tidak meremehkan. Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya mengenai iptek, maka beliau menjawab: “Laa yudzammu mutlaqan wa laa yumdahu mutlaqan” (tidak tercela secara mutlak, tidak pula terpuji secara mutlak). maksudnya setiap penemuan teknologi memiliki dua sisi penggunaan: pertama, dapat digunakan untuk kebaikan atau bahkan sebaliknya; kedua, dapat digunakan untuk sarana kejelekan. (seperti diceritakan oleh ustadz muhammad umar as-sewed, murid beliau rahimahullah). sepengetahuan saya (yang masih minim) makna ilmiah adalah dilihat dari sisi dalil (yaitu alquran dan hadits shahih sesuai pemahaman salafush shaleh). kalau seandainya, ada penemuan iptek yang bertolak atau menyelisihi dalil maka dalil yang kami ambil terlebih dahulu atau yang kami pegang. karena bisa jadi penelitian manusia itu (iptek) akan berubah seiring bergulirnya waktu atau bisa jadi penelitian tersebut masih salah. Allahu a’lam. gini mas hamzah, saya kasih contoh seputar iptek, seperti kasus lalat. iptek (ilmu kedokteran) setahuku sampai saat ini menganggap bahwa lalat itu beracun. namun, dalam hadits shahih Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa satu sayap lalat itu mengandung racun dan satu sayap lainnya sebagai penawarnya (obatnya). maka jika mendapati lalat di bejana susu, maka dianjurkan tekanlah ke dalam bejana agar racun yang ada hilang dengan penawar dari sayap satunya itu. Allahu a’lam.
@antosalafy:
Mas, mas, saya bingung…
Sejak kapan IPTEK dianggap berbahaya?
Sejak kapan IPTEK dianggap bisa melupakan umat manusia terhadap agama?
Maaf kalo saya terkesan menggurui padahal saya hanyalah anak kemarin sore. Saya memang belum khatam Al-Quran, namun saya yakin bahwa Allah SWT tidak melarang IPTEK.
Saya yakin khatamnya mas udah 100x lebih canggih dari saya, saya yakin bahwa dalam satu (atau lebih) ayat Al-Quran Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal pikiran. Kenapa? Sebab dengan akal lah kita bisa menyibak rahasia alam semesta yang telah diciptakan Allah.
Adalah tidak masuk akal jika Allah SWT tidak menghendaki kita untuk menggunakan akal. Apa jadinya jika akal tidak dipergunakan? Bisa-bisa kita hidup di jaman batu selamanya.
Menurut saya pribadi, IPTEK itu ada karena ilmu agama. Di dalam Al-Quran kan ada juga penjelasan-penjelasan yang sebetulnya bersifat IPTEK seperti surat An-Nahl (saya lupa; yang menceritakan tentang lebah). Ada juga satu surat yang menjelaskan bahwa di antara selat apa dan selat apa (saya lupa lagi, pokoknya di daerah Eropa sana) ada air tawar yang membatasi kedua selat tersebut, dan suhu air tersebut adalah 0 derajat Celsius. Asal tahu saja, hal ini sudah bisa dibuktikan secara ilmiah.
Bagaimana pula dengan teori Big Bang yang sebelumnya sudah pernah ada dalam Al Quran? Bisakah dijelaskan secara ilmiah? Bisa.
Soal hadist tentang lalat itu, saya percaya bahwa Allah meminta kita untuk meneliti kesahihan hadist itu. Kalau menurut hadist salah satu sayap itu ada penawarnya, mengapa tidak kita teliti saja?
Hasil penelitian yang berubah seiring waktu itu adalah tanda bahwa manusia berusaha mencari hasil yang lebih baik lagi, bukannya bermaksud menyimpangkan dari dalil. Bukankah Allah menyukai orang-orang yang berusaha agar menjadi lebih baik?
Maaf kalau postingan saya agak panjang dan bertele-tele, teman-teman. Saya cuma pengen ngasih tahu si mas antosalafy ini bahwa akal dan dalil harus berjalan dengan seimbang.
Kalo ada yang kurang, mohon diberi masukan ya
Cheers!
@Antosalafy dan aleks:
Saya kok cenderung setuju dengan Mas Aleks dan Mas Hamzah…
Saya tidak main pro-proan di sini.
Perkataan Mas Anto bahwa ilmu kedokteran menganggap lalat beracun sepertinya memang benar karena lalat seringnya hinggap di tempat2 kotor. Tetapi perlu dikaji apakah memang seluruh bagian tubuh lalat yang mana saja yang menjadi penyebar penyakit.
Seperti lebah madu…para orang tua mengatakan kalau kita disengat lebah mau maka bisa sengatan itu bisa ditawar dengan bagian dalam perut lebah madu itu seniri (seperti usus yang terjuntai setelah si lebah menyengat).
Lalu ada lagi tentang ular…
Lagi2 kata orang tua kalau digigit ular maka bisa ular bisa ditawar-kan dengan empedu si ular tsb. Lagian ular berbisa yang berbahaya kan hanya gigitannya, apakah kita akan terkena bisa dengan hanya menyentuh bagian tubuh/sisik ular tsb?
Jadi menurut saya kita tidak bisa main generalisasi pada tubuh binatang2 berbisa/berracun seperti itu…
Siapa tahu memang sayap lalat mengandung zat penawar…
Wallahu a’lam
Wah si antosalafynya datang juga to. kukira bakalan sembunyi aja. hi hi (*Mode provokator*)
[...] juga komentar, yang sampai sekarang masih menjadi Missing Komen. Alias, ada kemungkinan komen saya dihapus, di moderasi, atau mungkin si Antobilangsalafy memasukkan kata Farid, Fourtynine, dan alamat blog [...]
Assalamualaikum….
Mas Anto bilang IPTEK dianggap berbahaya ketika manusia menganggap IPTEK (akal) lebih utama dari Agama.
Kalo saya simpulkan mungkin yang dimaksud mas Anto adalah ketika manusia mendewakan akal dibandingkan dalil-dalil dari agama. Seperti mas Anto contohkan tentang hadits lalat. Ada sebagian orang dengan pemikirannya menolak hadits ini, karena ga sesuai dengan akal ato perasaannya. Padahal haditsnya shahih. Namun ditolaknya….
Yah kalau saya berkeyakinan bahwa dalil-dalil dari agama yang shahih lebih diutamakan dibanding dengan akal. Wallahu a’lam.
Ini ada artikel yang bagus dari blognya seorang Ikhwan yang “sejuk”, kalo ada yang belum baca. Kalo yang udah baca, baca lagi juga ga papa hehehe. Semoga bermanfaat:
http://wiramandiri.wordpress.com/2007/04/10/kedudukan-akal-dalam-islam/
Akhirnya, keyakinan dalam dien ini dibangun di atas aqidah yang murni, bukan setelah sesuatu dibuktikan secara sains.
Wallahu A’lam
Afwan kalo nyinggung, ato malah ga nyambung? hehe. Mungkin begitu aja deh. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada mereka yang berusaha memperbaiki dirinya. Wassalamualaikum….
@Abu Husam:
Maaf, sepertinya ada kesalahpahaman di antara banyak pihak…
Mungkin beberapa tulisan di blog yang sering saya jumpai BUKANLAH bermaksud MENUHANKAN AKAL, tetapi hanya berusaha belajar.
Manusia bisa berkembang (dan juga binasa) karena pemunculan dan juga pencarian jawaban pertanyaan…
Mengenai hadits lalat yang sering diperdebatkan, seperti yang pernah saya sampaikan di tempoat saya sendiri…
ilmu kedokteran menganggap lalat beracun sepertinya memang benar karena lalat seringnya hinggap di tempat2 kotor. Tetapi perlu dikaji apakah memang seluruh bagian tubuh lalat yang mana saja yang menjadi penyebar penyakit.
Jadi letak akal di sini BUKAN MENENTANG hadits tsb, tetapi hanyalah suatu upaya untuk mempelajari sesuatu di balik hadits.
Tentu saja kita semua tahu bahwa ALKOHOL HARAM selain karena diharamkan agama (ini ALASAN UTAMA) tetapi juga ALkohol bisa merusak tubuh kita dan merusak kesadaran. Jadi menurut saya BERTANYA BUKAN BERARTI MENOLAK…bertanya merupakan salah satu proses dari IQRO’
Hahaha…ternyata ada juga dari sekian orang yang mengerti maksud perkataan saya.
maaf mas deking, saya ga bermaksud melontarkan tuduhan/vonis mas deking “menuhankan akal” dalam artian jadi penyembah (bener-bener penyembah) akal. Tidak sama sekali. Cuma sekedar nasehat bahwa seharusnya dalil-dalil yang shahih dari qur’an dan sunnah lebih diutamakan dari pada logika manusia….
Karena sekali lagi keyakinan dalam dien ini dibangun di atas landasan tauhid yang murni, bukan setelah sesuatu dibuktikan secara sains. Demikian semoga bermanfaat adanya. Semoga Allah memudahkan urusan dan proses usaha belajar dari mas Deking juga saya dan temen2 semuanya. Barokallahu fikum
Mas Deking, sering ditemukan dipelajaran awal tentang pelajaran agama (maaf bahwa Rasulpun hanya mengatakan cukuplah iman dan Islam..) mempersoalkan segala aspek yang jika dikaji bahwa itu hanya bentuk umpama menjadi suatu yang real, jika Allah mengatakan “aku tidak segan membuat perumpamaan nyamuk atau yang lebih kecil….”, sayapun dahulu begitu, bahkan pernah berdebat dengan guru/ kiyai tentang hal yang saya anggap bahwa itulah yang terbenar, namun akhir dari perdebatan itu, saya tersungkur menangis, sebab hati saya menemukan kebenarannya, sedangkan fikiran saya menolaknya…” confuse itulah keadaannya, namun dari confuse itulah gerak aslamah mulai dijalankanNYA, aku hanya titik debu yang terbuang hilang jika tak diperlukan lagi yang tersisa hanyalah…
Hal yang dialami mas Deking itu hanya hal biasa, copernicus (salah ya nulis namanya, tapi itulah pendengaran sebutannya…) lebih dahsyat lagi, kebenaran yang disampaikannya dibalas dengan penggal kepala…sekarang apa guna, jika kuda sudah pergi, untuk apa kandangnya tetap dipelihara (mengutip kata-kata al bayazid al bustami)
Jadi biarkan saja kita dan yang lainnya menjadi tangga-tangga…, entah itu syalafi, nasrani, yahudi, tabi’in, entah yang beriman (yang empat terakhir sudah diterjemahkan bebas oleh kita terhadap kelompok…padahal…..)…entah kapan giilirannya biarkan saja…., seperti kata mas dekingkan bumi berputar, berartikan gunung berjalan sebagaimana awan berjalan….(bila pernah terbacakan..pasti tersenyum untuk kalimat terakhir…..)
[...] Banyak yang bertanya, kemana komentar saya? Saya katakan bahwasanya komentar kalian sudah saya hapus. Kenafa? Bukankah komentar yang dihapus [...]
damn all these beautiful gir. Hale Mauricio.
you had me suicidal, suicida. Andreas Tennyson.
[...] Banyak yang bertanya, kemana komentar saya? Saya katakan bahwasanya komentar kalian sudah saya hapus. Kenafa? Bukankah komentar yang dihapus [...]