Manakah yang lebih tepat antara “TIDAK BISA KARENA TIDAK BIASA” atau “TIDAK BIASA KARENA TIDAK BISA” ?
Upppss…mungkin yang di atas terlalu bernuansa negatif ya? Katanya kita sebaiknya berpikiran positif so kalau begitu bagaimana dengan yang ini…
Manakah yang lebih tepat antara “MENJADI BISA KARENA BIASA” atau ” MENJADI BIASA KARENA BISA” ?
Ada yang mau membantuku menjawab?


TIDAK BISA KARENA TIDAK BIASA –> KALKULUS
MENJADI BISA KARENA BIASA –>KALKULUS
ARTINYA:
TIADA HARI TANPA KALKULUS
HUEKKKK
Orang tidak biasa belum tentu karena bisa, orang bisa belum tentu karena biasa. tergantung bisa yang mana dan biasa yang mana?
Sependek yang saya tahu:
Manakah yang lebih tepat antara “TIDAK BISA KARENA TIDAK BIASA” dan “TIDAK BIASA KARENA TIDAK BISA” ?
Pendapat saya: nanti aja deh bila sudah bisa.
Ini mah lingkaran setan…
Contoh2nya kira2 begini:
:::::::
Tidak bisa –> tidak suka –> tidak menerapkan –> tidak biasa –> tidak bisa
bisa –> suka –> menerapkan –> biasa –> terlatih –> bisa
:::::::
Ada juga kemungkinan lain, kalau mau mulai dari “biasa”:
:::::::
biasa –> terlatih –> bisa –> (masuk siklus kedua)
biasa –> bosen –> tidak suka –> (siklus pertama lagi)
:::::::
Yang lainnya,
:::::::
suka –> tapi tidak bisa –> tidak suka lagi –> (selanjutnya seperti siklus pertama) –> mbulet deh di siklus pertama
suka –> bisa –> (siklus kedua)
:::::::
*duh!*
Mbulet, mbulet dah tuh…
@Anung:
Jangan2 kamu jd bisa kalkulus bukan karena biasa tetapi karena ada…?
@Firdaus:
Yup..tepat sekali
@Mathematicse:
hehehehe…nice
@Sora9an:
Saya ada yang biasa tetapi tetap saja tidak bisa
Sudah latihan memainkan gitar sampai biasa dan capek tetapi tetap saja tidak bisa
Bisa karena rajin berlatih, berulang-ulang, Keberulangan mungkin bukan berarti kebiasaan, tapi keterpaksaan karena ingin bisa. Jadi?…
@Helgeduelbek:
Jadi intinya adalah motivasi ya Pak?
Seperti kata Passya (tentang mandi) suatu keterpaksaan juga akhirnya bisa menjadi suatu kebutuhan.
Sebenarnya pertanyaan tadi muncul karena kegemasan saya yang tidak berhasil dengan grafis, mungkin karena saya memang tidak mempunyai sense of art ya Pak? Tapi berarti yang saya butuhkan
hanyalahadalah motivasi, terima kasih Pak.Pfyuh..harus mantapkan niat dan semangat nih…
ada org yg berbakat, gampang banget klo belajar apapun, klo yg kurang berbakat ya kudu di biasakan dulu, jadi bisa, so keep trying tp ga usah pengen heibat, begitulah manusia dg segala keterbatasannya
@Evy:
iya Bu, intinya motivasi, ikhtiar lalu tawakal
Wah, saya tidak pernah berharap jadi ahli apapun. Sudah sedikit bisa saja saya sudah bersyukur sekali Bu
ala Bisa Karena Biasa
> Segala sesuatu harus ada prosesnya
Pengen bisa ya jangan nanya mbah dukun.
Menjadi Bisa karena Biasa = Learning by Doing. Kalau anda pengen bisa maka anda harus mengerjakannya dan terbiasa dengan pekerjaan itu.
Menjadi Biasa karena Bisa : Sama seperti seorang expert. Sudah mempunyai kemampuan tertentu lalu kemudian terbiasa dengan pekerjaan itu.
dua-duanya bisa benar.
Pilihanku : Menjadi bisa karena biasa.
Tapi coba klo dihubungin ke nikah… jadinya…
Menjadi bisa nikah karena biasa nikah…???
pertanyaan yang aneh….
om deking suka bikin pusing aku nih…
hahaha…
syaraf sensorik+motorik punyaku lagi oon nih…
wakaka
“menjadi bisa karena biasa”
menurut Ryu itu de….
artinya orang yang maw berusaha buat jadi lebih baik
kalo “menjadi biasa karena bisa”
itu mah bejo bejan
ya nek kedapetan bakat
nek engga
btw.. bakat itu bukan turu temurun
tapi karena kebiasaan lho ternyata
begitu juga dg kepandaian
tidak diturunkan
tapi “diadakan”
mas deking, saya coba tawarkan sebuah resolusi kepada saudara..
KITA BISA KARENA KITA BIASA…
DAN KITA BIASA KARENA KITA PAKSAKAN…
BAGAIMANA MAU BISA KALAU TIDAK PERNAH DIPAKSAKAN…
NB: Jadikan wacana “dipaksakan” sebagai kebutuhan…
gimana mas….
@Layudhi:

Setuju mas, lha wong untuk minum kopi di meja saja kita tetap harus membuka mulut dulu. Berarti memang kita harus menjalani proses ya mas…
@Kangguru:
Berarti dukun kehilangan pangsa pasar ya kang
@Fertobhades:
Saya latihan gitar sampai biasa dan capek tetapi tetap gak bisa nich Bang. Mungkin perlu lebih dibiasakan lagi ya Bang…
@Hanichi:
Waduch kalau sampai urusan nikah segala mah saya kabur saja
@Antobilang:
Yang penting syaraf yang satu itu tidak oon..
Ingat To…”ïtu” adalah variabel
@Ryu:
Berarti tidak ada yang namanya bakat ya?
@chimi3:
Resolusi diterima…berarti saya harus memaksa diri sendiri nich
Aku pilih : Menjadi bisa karena terbiasa.
Contoh, aku asalnya ga bisa main bola, kemudian diajakin main terus ama teman temanku, akhirnya terbiasa dan bisa. sampai sampai menjadi hobi.
Aku orang yang lamban dalam mengerjakan soal soal hitungan. Tapi orang tua ku membiasakannnya, akhirnya….. Ya lumayanlah, jadi ga terlalu bego lagi dalam hitungan. Tapi sekarang udah bego lagi. karena tidak terbiasa lagi,karena kuliahnya dulu jurusan bahasa yang ga ada hitungannnya.
[...] ada dua pilihan untuk keadaanmu sekarang” lanjut Eka. “Pilihan pertama adalah jalan terus tanpa peduli [...]